Bisakah Mata Juling pada Anak Disembuhkan?

(0)
22 Jul 2020|Azelia Trifiana
Mata juling pada anak atau strabismus terjadi ketika mata tidak berada dalam posisi sejajarMMata juling pada anak memiliki beragam jenis, tergantung posisi mata anak
Mata juling pada anak atau strabismus terjadi ketika mata tidak berada dalam posisi sejajar atau salah satunya tidak berada di tengah. Jenisnya beragam bergantung pada posisi mata anak. Mata juling pada anak bisa terjadi karena masalah pada otot yang mengatur pergerakan mata hingga faktor keturunan.Pada beberapa anak, mata juling bisa terdeteksi langsung. Namun ada juga yang baru terlihat ketika anak merasa lelah atau sedang melihat sesuatu dalam jarak dekat. Semakin awal penanganan mata juling, akan semakin baik.

Penyebab mata juling pada anak

Anak bisa terlahir dengan mata juling atau mengalaminya seiring dengan bertambahnya usia. Sebagian besar anak mendapatkan diagnosis mata juling ketika berusia 1-5 tahun. Sangat jarang anak mengalami mata juling setelah usianya di atas 6 tahun.Beberapa kategorisasi mata juling pada anak adalah:
  • Esotropia (juling ke arah dalam)
  • Exotropia (juling ke arah luar)
  • Hypertropia (juling ke atas)
  • Hypotropia (juling ke bawah)
Sebaiknya, mata juling pada anak segera diatasi ketika terdeteksi. Jika tidak, otak pada akhirnya akan mengabaikan gambaran visual dari mata yang lebih lemah. Ini disebut juga dengan mata malas atau amblyopia. Ketika otak sudah mengabaikan sinyal dari mata yang lebih lemah, maka fungsi mata pun akan semakin ‘malas’ dan tidak akan berjalan optimal.

Gejala mata juling pada anak

Sebagian besar anak yang mengalami mata juling tidak mengeluhkan gangguan pada penglihatannya. Justru, orang terdekat yang sehari-hari berinteraksi akan melihat bahwa posisi mata tidak sejajar.Namun pada beberapa kasus, ada anak yang mengeluhkan penglihatan karena objek terlihat ganda. Ini juga akan berpengaruh pada kemampuan baca dan proses belajarnya.Namun pada anak yang lebih kecil dan belum bisa mengomunikasikan apa yang mereka rasakan, gejalanya bisa terlihat seperti kerap memicingkan mata atau harus memiringkan kepala demi melihat sesuatu dengan jelas.Apabila anak menunjukkan gejala di atas, segera konsultasikan kepada dokter spesialis mata.

Cara mengatasi mata juling pada anak

Sebisa mungkin, mata juling pada anak sebaiknya segera diatasi sebelum usianya menginjak 8 tahun. Pada fase ini, koneksi antara mata dan otak sudah semakin terbentuk. Jenis penanganan untuk mata juling di antaranya:
  • Mengenakan kacamata

Dokter spesialis anak akan meresepkan kacamata yang bisa membantu mata anak agar kembali lurus atau normal. Bergantung pada kondisinya, jika tidak terlalu parah mengenakan kacamata saja sudah cukup membantu mengatasi mata juling.
  • Mengenakan eye patch

Selain kacamata, dokter juga bisa memberikan eye patch atau penutup sebelah mata. Nantinya, eye patch ini perlu dipakai pada mata yang normal selama beberapa jam dalam sehari. Dengan menutup mata yang normal, maka mata yang lemah mau tak mau harus “bekerja” dan semakin terlatih dari waktu ke waktu.
  • Obat tetes mata

Dokter juga bisa meresepkan obat tetes mata yang disebut atropine drops untuk membantu mengatasi mata juling. Cara kerja obat tetes mata ini akan membuat penglihatan sedikit kabur selama beberapa saat. Di saat itulah otot mata yang lebih lemah dilatih untuk melihat lebih jelas. Namun ingat, hanya gunakan obat tetes mata jika ada supervisi dari dokter.
  • Operasi otot mata

Pada kondisi yang lebih parah, dokter juga bisa melakukan prosedur operasi. Target dari operasi ini adalah memperkuat atau melonggarkan otot mata sehingga bisa mengatur pergerakan kedua mata dengan lebih kuat. Sebagian besar prosedur operasi otot mata tidak memerlukan rawat inap.Meskipun bisa terdeteksi dengan mudah, tetap perlu pemeriksaan berkala dengan dokter spesialis mata. Semakin awal diagnosis dilakukan, peluang untuk mengembalikan mata menjadi normal kembali pun kian besar.
kesehatan matamata julingmata malas
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/strabismus.html#:~:text=Kids%20can%20be%20born%20with,develop%20strabismus%20after%20age%206.
Diakses pada 6 Juli 2020
Stanford Childrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=crossed-eyes-strabismus-90-P02109
Diakses pada 6 Juli 2020
American Optometric Associaton. https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/strabismus
Diakses pada 6 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait