Daun Sirih, Cara Alami untuk Mengatasi Mimisan pada Anak

Cuci daun sirih hingga bersih sebelum menggunakannya untuk mengatasi mimisan pada anak.
Daun sirih mengandung zat tannin yang berfungsi untuk menghentikan mimisan pada anak.

Mimisan pada anak adalah hal yang sering terjadi. Umumnya, mimisan tidak disebabkan oleh gangguan kesehatan yang serius sehingga penanganannya pun lebih banyak dilakukan di rumah.

Salah satu metode mengatasi mimisan yang sering digunakan di Indonesia adalah dengan menyumbat lubang hidung dengan daun sirih.

[[artikel-terkait]]

Daun sirih untuk mengatasi mimisan pada anak

Mengobati mimisan menggunakan daun sirih dianggap efektif karena dapat menghentikan perdarahan yang terjadi dengan cepat. Lalu, apakah daun sirih sebenarnya aman digunakan untuk mengatasi mimisan pada anak? Berikut penjelasannya.

Sebagai bahan alami, daun sirih cenderung aman untuk digunakan pada anak. Tidak hanya untuk menangani mimisan, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Bali Medical Journal menyebutkan, ekstrak etanol gel yang diperoleh dari daun sirih juga dapat dipakai untuk mengurangi perdarahan yang terjadi setelah pencabutan gigi susu.

Zat tannin daun sirih bisa bekukan darah

Daun sirih dapat menghentikan perdarahan karena mengandung suatu zat yang dinamakan tannin. Zat ini dapat berperan sebagai agen pembekuan darah dengan cara mengecilkan pembuluh darah tersebut.

Tannin juga dapat memicu pembentukan platelet plug (sumbatan keping darah) yang berguna untuk menghentikan perdarahan.

Melihat hal tersebut, tidak heran apabila daun sirih sering digunakan untuk mengatasi mimisan. Namun, Anda perlu mencucinya hingga bersih terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Jika mimisan pada anak sering terjadi, apa yang harus dilakukan?

Mimisan pada anak umumnya disebabkan oleh udara yang kering, maupun goresan. Jika kondisi ini sering terjadi, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan selain menghentikannya dengan menggunakan daun sirih, untuk menjaga kelembapan rongga hidung.

  • Semprotkan larutan saline secara perlahan ke lubang hidung anak selama beberapa kali sehari.
  • Gunakan pelembap yang aman untuk anak, dan oleskan di sekitar lubang hidung menggunakan jari atau cotton bud. Oleskan pelembap dengan perlahan, dan jangan terlalu masuk ke dalam hidung.
  • Jaga udara di kamar anak agar tidak terlalu kering.
  • Rutin potong kuku anak agar tidak terlalu panjang, hingga dapat melukai rongga hidungnya.

Kondisi mimisan pada anak yang memerlukan penanganan dokter

Jika mimisan yang terjadi tidak kunjung berhenti meski telah dilakukan berbagai perawatan di rumah, sebaiknya Anda segera mengajak anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, kondisi mimisan pada anak juga memerlukan perawatan dokter jika:

  • Terlalu sering terjadi
  • Disertai dengan tanda lain seperti memar
  • Terjadi setelah anak mengonsumsi obat tertentu
  • Masih terjadi 20 menit setelah diberikan penanganan
  • Terjadi setelah anak mengalami cedera kepala atau demam
  • Terjadi akibat hidung patah
  • Anak terlihat pucat dan lemas saat mimisan
  • Anak mulai batuk atau muntah darah
  • Anak memiliki kelainan darah

Setelah mengenali lebih jauh mengenai penanganan mimisan pada anak, Anda diharapkan tidak bingung lagi jika kondisi ini terjadi pada Si Buah Hati. Baik menggunakan daun sirih maupun dengan penanganan lainnya, pastikan lakukan perawatan sesegera mungkin.

Semakin cepat perawatan dilakukan, semakin baik untuk kesehatan Si Kecil.

Bali Medical Journal. https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/viewFile/374/pdf_201
Diakses pada 7 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324536.php
Diakses pada 7 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/nosebleeds-in-children
Diakses pada 7 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed