logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Ciri-ciri Anak Psikopat yang Harus Orangtua Waspadai

open-summary

Anak psikopat dapat ditandai dengan tidak menunjukkan penyesalan setelah berbuat salah, sering berbohong, dan manipulatif. Kelainan ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari lingkungan hingga kekerasan.


close-summary

5

(1)

16 Jan 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Ciri-ciri anak psikopat dapat terlihat sejak kecil

Anak psikopat sering tidak bisa merasakan rasa bersalah

Table of Content

  • Apa itu psikopat?
  • Ciri-ciri anak psikopat
  • Penyebab anak psikopat
  • Apa yang harus orangtua lakukan? 

Pernahkah Anda mendengar istilah psikopat? Istilah ini umumnya digambarkan di media (umumnya film) sebagai pembunuh berdarah dingin. Masalah ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa saja, anak psikopat pun ada dan bisa diamati ciri-cirinya.

Advertisement

Apa itu psikopat?

Psikopat adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki empati, manipulatif, dan penipu. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai gangguan kepribadian antisosial.

Istilah psikopat berasal dari kata psychopathy, yakni “psych” yang berarti jiwa serta “pathy” yang berarti penyakit. Istilah ini pertama kali digagas oleh J.L.A. Koch seorang psikiater asal Jerman pada abad ke-19.

Sikap anak yang emosional dan kurang empati terkadang membuat orangtua khawatir adanya indikasi psikopat pada anak. Kenali lebih jauh ciri-ciri, penyebab, hingga hal yang harus dilakukan.

Ciri-ciri anak psikopat

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, arti psikopat kerap dikaitkan dengan perilaku pembunuh yang muncul di film layar lebar. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Ketika ada dugaan anak psikopat, umumnya diagnosis yang muncul adalah gangguan perilaku dan emosi serius atau conduct disorder. Artinya, ada pola yang terus-menerus muncul hingga melanggar hak orang lain.

Tak hanya itu, karakter lainnya adalah mengabaikan aturan sosial yang paling dasar sekalipun. Kondisi ini tentu tidak boleh diabaikan karena anak dapat melakukan perilaku yang berbahaya.

anak psikopat tantrum
Ciri psikopat pada anak dapat ditandai dengan tantrum ekstrem

Setelah memahami apa arti psikopat, berikut adalah beberapa ciri-ciri anak psikopat yang harus orangtua waspadai.

1. Tidak memiliki empati

Anak psikopat tidak menunjukkan empati terhadap orang lain. Ia justru cenderung kasar dan kejam pada temannya atau orang lain tanpa merasa menyesal telah menyakiti mereka, baik secara emosional maupun fisik. Anak psikopat seperti tidak memiliki hati nurani.

2. Tantrum ekstrem

Ciri-ciri psikopat pada anak juga dapat ditandai dengan tantrum ekstrem. Ketika marah, emosinya bisa meledak-ledak di luar normal.

Selain itu, anak yang memiliki sifat psikopat juga dapat mengalami perubahan suasana hati yang drastis. Misalnya, setelah marah dengan hebat, ia akan kembali terlihat biasa saja hanya dalam hitungan menit.

3. Terlihat menarik

Anak dengan gangguan psikopat mungkin dapat menunjukkan dirinya sebagai anak yang menggemaskan, ceria, dan suka berbagi cerita. Hal ini yang membuat orang-orang tertarik padanya dan tidak percaya jika ia melakukan perbuatan yang buruk.

4. Suka menyakiti hewan

Selain menyakiti orang lain, anak dengan gangguan psikopat juga dapat berperilaku kejam pada hewan. 

Ia mungkin menyakiti atau bahkan membunuh anak kucing, hamster, burung, atau hewan kecil lainnya. Ciri-ciri psikopat ini menjadi bentuk pelampiasan emosi anak yang tak terkendali.

5. Manipulatif

Anak psikopat memiliki sifat manipulatif. Ia bisa melakukan berbagai tipu daya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. 

Anak dengan kecenderungan psikopat juga mampu merasakan kelemahan Anda dan memanfaatkan hal tersebut agar Anda tidak berdaya. 

6. Tidak merasa menyesal

Ciri-ciri anak psikopat selanjutnya adalah tidak menunjukkan penyesalan setelah berperilaku buruk. 

Ia akan cepat meminta maaf, tapi sebetulnya tidak ada rasa sesal dalam dirinya karena selalu merasa benar. Selain itu, hukuman juga tidak akan mengubah perilaku anak.

7. Sering berbohong

Salah satu gejala psikopat pada anak adalah cenderung sering berbohong. Ia tahu dengan detail apa yang harus dikatakan, bahkan dapat memutar balikan fakta agar tetap terlihat baik di mata orangtua. Anak yang psikopat dianggap ahli dalam melakukan berbagai kebohongan.

Studi dari University of Michigan pada tahun 2016 menyebutkan bahwa tanda-tanda psikopat pada anak awalnya terlihat di usia 2-4 tahun. Anak seusia ini sudah bisa menunjukkan perbedaan empati dan kata hati nurani.

Ketika tim peneliti melakukan studi lanjutan saat mereka berusia 9 tahun, perilakunya juga cenderung lebih bermasalah.

Lebih jauh lagi, beberapa peneliti juga menyebut bahwa perilaku psikopat ini akan terus ada sepanjang hidup. Artinya, anak yang menunjukkan sifat-sifat di atas juga akan memilikinya ketika tumbuh dewasa kelak.

Utamanya, saat anak berada di fase remaja. Keinginan untuk merasakan sensasi dan bersikap impulsif paling tinggi di usia ini. Bukan tidak mungkin, hal ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan mereka.

Penyebab anak psikopat

Banyak sekali perdebatan seputar psikopat ini bawaan lahir atau faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak. Gangguan ini rupanya adalah konsekuensi dari hubungan kompleks antara genetik, dinamika keluarga, hingga pengalaman hidup.

Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab psikopat pada anak, yaitu:

1. Kekerasan

Anak yang kerap mengalami kekerasan atau penganiayaan secara fisik juga rentan memiliki karakter psikopat. Selain itu, lingkaran keluarga yang tidak utuh karena orangtua menelantarkan sejak kecil juga turut mengambil peran.

2. Lingkungan tidak kondusif

Paparan lingkungan terdekat yang tidak kondusif bisa menjadi pemicu utama anak memiliki ciri-ciri perilaku psychopathic.

Terlebih, anak adalah peniru ulung yang bisa merekam apa yang terjadi di sekitarnya dengan cepat. Itulah mengapa masalah ini bisa terdeteksi sejak usianya masih 2 tahun.

Contohnya orangtua yang memiliki masalah mental atau ketergantungan pada zat tertentu juga termasuk dalam faktor ini.

3. Perubahan terus menerus

Anak yang mengalami perubahan signifikan terus menerus di masa kecilnya juga bisa menjadi pemicu munculnya karakter psychopathic.

Contohnya pengasuh yang terus menerus berganti, orangtua yang jarang berinteraksi langsung, hingga anak asuh yang berpindah panti atau orangtua angkat cukup sering.

4. Tekanan sekitar

Anak yang kerap mengalami perundungan atau disudutkan oleh teman-teman sebayanya juga bisa tumbuh menjadi sosok yang tidak peka. Semakin sering mengalami hal ini, rasa empati semakin hilang. Pada akhirnya, ia bisa menjadi sosok yang tidak berperasaan.

5. Reaksi otak

Beberapa studi juga menemukan bahwa anak yang tampak tidak merasakan emosi dari orang sekitarnya memiliki respons otak berbeda. Artinya, otak bereaksi berbeda terhadap rasa takut, kesedihan, serta stimulasi negatif lainnya.

Tak hanya itu, anak-anak yang memiliki kondisi ini juga kesulitan memahami emosi yang dirasakan orang lain.

Baca Juga

  • Efek Rambut Bayi Tidak Dipotong Akan Tumbuh Tipis? Itu Mitos
  • 8 Ciri-ciri Anak yang Percaya Diri dan Optimis Sejak Dini
  • Cara Adopsi Anak dan Syarat yang Perlu Dipenuhi

Apa yang harus orangtua lakukan? 

anak berpikir di depan kaca
Bawa anak konsultasi ke psikolog untuk mendapat bantuan yang tepat

Jika ciri-ciri anak psikopat ada pada buah hati Anda, sebaiknya bawa ia ke psikolog atau psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat.

Hingga kini belum ada tes yang bisa memastikan seorang anak merupakan psikopat. Namun, psikolog biasanya menerapkan beberapa penilaian untuk membantu mengukur gejala dari anak-anak.

Salah satunya menggunakan instrumen Youth Psychopathic Traits Inventory atau YPI. Dalam tes ini, remaja diberi pertanyaan tentang dirinya sendiri untuk mengukur karakternya.

Lebih jauh lagi, tes ini bisa menilai beberapa gejala psikopat pada anak, seperti:

  • Tidak jujur
  • Delusi
  • Tidak menunjukkan penyesalan
  • Sikap impulsif dan meledak-ledak
  • Manipulasi
  • Kejam
  • Tidak merasakan emosi
  • Mendekati hal yang berisiko
  • Tidak bertanggung jawab
  • Bergabung dalam kelompok untuk melakukan tindakan kriminal

Anak-anak yang menunjukkan ciri psikopat bukanlah anak yang gemar melanggar hukum. Justru sebaliknya, mereka kerap dijadikan sosok pemimpin yang bisa memberikan pengaruh signifikan kepada anggota kelompok sehingga meniru perilakunya.

Anak dengan gangguan kesehatan mental ini perlu penanganan khusus. Metode penerapan disiplin biasa tak akan efektif karena mereka tidak peduli apabila orang lain merasa kecewa dengan pilihannya.

Salah satu metode yang bisa memberikan dampak positif pada anak dengan ciri psikopat adalah memberikan intervensi. Dengan demikian, anak bisa belajar perilaku sosial, empati, memecahkan masalah, hingga pengenalan emosi.

Penanganan semacam ini akan fokus untuk meningkatkan kemampuan anak mengatasi rasa marah dan frustrasi mereka. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar ciri-ciri anak psikopat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips parentingibu dan anakgaya parenting

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved