Bisa Sebabkan Kematian dalam Waktu Singkat, Ini yang Terjadi Saat Kehabisan Darah


Di penjuru dunia, setidaknya hampir 2 juta orang meninggal dunia akibat kehabisan darah. Sekitar 70% di antaranya terjadi karena trauma fisik. Bukan hanya luka dengan perdarahan terlihat dari luar, namun bisa juga pendarahan di dalam tubuh tanpa ada setetes darah pun terlihat.

(0)
18 Apr 2021|Azelia Trifiana
Kehabisan darah bisa membuat seseorang meninggal dalam waktu 5 menitKehabisan darah bisa membuat seseorang meninggal dalam waktu 5 menit
Di penjuru dunia, setidaknya hampir 2 juta orang meninggal dunia akibat kehabisan darah. Sekitar 70% di antaranya terjadi karena trauma fisik. Bukan hanya luka dengan perdarahan terlihat dari luar, namun bisa juga pendarahan di dalam tubuh tanpa ada setetes darah pun terlihat.Terkadang, kehabisan darah ini tidak menimbulkan nyeri luar biasa. Hanya saja, pemicu awalnya yang menyebabkan rasa sakit. Namun, ketika kekurangan darah sudah cukup signifikan, di situlah bisa terjadi shock yang mengancam nyawa.

Mengenali shock akibat kehabisan darah

Disebut dengan hypovolemic shock atau hemorrhagic shock, ini terjadi ketika tubuh kekurangan darah sangat cepat. Beberapa gejala yang muncul ketika ini terjadi adalah:
  • Pusing
  • Keringat berlebih
  • Tubuh lesu
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Kulit tampak pucat
  • Kulit dingin saat disentuh
  • Detak jantung cepat
  • Denyut jantung lemah
  • Merasa bingung
  • Hilang kesadaran

Bagaimana rasanya?

Kekurangan darah hingga menyebabkan kematian bisa terjadi begitu cepat. Apabila tidak segera tertangani, seseorang bisa meninggal dunia hanya dalam waktu 5 menit. Terlebih apabila cedera cukup serius, rentang waktu ini bisa jadi lebih singkat.Namun, tidak semua orang yang mengalami kekurangan darah ini bisa meninggal dalam waktu beberapa menit. Sebagai contoh, ketika seseorang mengalami penggumpalan darah atau pendarahan internal perlahan, mungkin perlu beberapa hari hingga terjadi hemorrhagic shock.Lebih jauh lagi, seberapa banyak darah yang terbuang dari tubuh bergantung pada usia dan berat badan. Shock ini akan terjadi ketika seseorang sudah kehilangan 20% darah dalam tubuhnya. Di titik ini, jantung tidak lagi bisa memompa darah ke seluruh tubuh secara memadai.Kemudian saat darah sudah hilang sebanyak 40% dan perdarahan tidak tertangani, akibatnya bisa fatal.

Penyebab terjadinya kekurangan darah

luka tembak
Luka tembak dapat menyebabkan seseorang kehilangan darah
Sebagian besar kasus kekurangan darah terjadi karena trauma fisik. Beberapa hal yang mungkin menjadi pemicunya adalah:
  • Kecelakaan
  • Tertimpa benda berukuran besar
  • Luka tembak
  • Luka tusukan
  • Aneurisma
  • Kerusakan organ
  • Luka di organ dalam
  • Trauma hantaman benda tumpul
  • Hematoma
Selain itu, kekurangan darah ini bisa terjadi dalam cedera yang tidak mengeluarkan darah setetes pun yang tampak di luar tubuh. Pendarahan internal juga bisa berakibat fatal. Bahkan, mungkin saja tidak terdeteksi terutama apabila pendarahan terjadi secara perlahan.Namun, ada beberapa indikator yang menunjukkan perlunya penanganan medis seperti:
  • Darah di urine atau feses
  • Feses berwarna hitam
  • Muntah darah
  • Nyeri dada
  • Perut membengkak
  • Perut terasa nyeri

Apa yang harus dilakukan?

Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami perdarahan eksternal yang cukup parah, segera cari penanganan medis darurat. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
  • Posisikan bagian tubuh yang luka lebih tinggi, kecuali jika terjadi di kepala
  • Jangan gerakkan orang yang mengalami cedera di kaki, punggung, leher, atau kepala
  • Tekan perlahan bagian yang terluka dengan kain bersih atau tangan
  • Jangan tekan apabila cedera terjadi di bagian mata
  • Bantu orang yang cedera berbaring untuk mengantisipasi cedera tambahan akibat terjatuh
  • Tetap tenang karena ketika detak jantung dan tekanan darah meningkat, hilangnya darah bisa berlangsung lebih cepat
Rentang waktu penanganan dan kemungkinan selamatnya seseorang yang mengalami perdarahan (eksternal) maupun pendarahan (internal) dikategorikan menjadi 3, yaitu menit, jam, dan hari.Sebuah ulasan pada tahun 2013 memperkirakan bahwa 30% kematian dari kehabisan darah akibat cedera traumatis terjadi dalam waktu 24 jam sejak insiden terjadi. Pada kondisi yang lebih langka, proses ini bisa berlangsung hingga beberapa hari atau minggu.Semakin cepat mendapatkan penanganan, kemungkinan selamat juga meningkat. Fokus utama penanganan awal adalah menghentikan keluarnya darah. Apabila sudah cukup banyak yang terbuang, dokter akan memberikan transfusi darah atau pemberian cairan intravena lainnya.

Ketika perdarahan atau pendarahan sudah berhenti, tubuh secara alami akan memperbaiki kerusakan akibat shock. Di saat yang sama, tubuh juga akan mengembalikan suplai darah seperti semula.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kematian akibat kekurangan darah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
luka traumatishidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/bleeding-to-death
Diakses pada 4 April 2021
Baylor University Medical Center Proceedings. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3603725/
Diakses pada 4 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/hypovolemic-shock
Diakses pada 4 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait