Rubella pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Cacat Lahir, Kenali Ciri-cirinya


Rubella pada ibu hamil disebabkan infeksi akibat virus rubella. Penyakit ibu hamil ini bisa menyebabkan keguguran, bayi lahir cacat lahir, hingga mengalami meninggal dunia.

0,0
14 Nov 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Rubella pada ibu hamil sangat berbahaya karena bisa sebabkan bayi cacat lahir.Rubella pada ibu hamil sangat berbahaya karena bisa menyebabkan bayi lahir cacat
Rubella pada ibu hamil tentu membahayakan janinnya. Untuk itu, Anda perlu mengetahui tanda-tanda jika Anda terkena rubella saat hamil.Perlu diketahui, jika menyerang anak-anak atau orang dewasa, rubella memang tidak berbahaya. Namun, penyakit ini sangat mudah menular, termasuk ke ibu hamil.Penyebab rubella adalah infeksi virus Rubella yang menular melalui droplet udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Ciri-ciri rubella pada ibu hamil

Ibu hamil yang terpapar virus rubella, terutama jika berada di ruangan yang sama lebih dari 15 menit dengan orang lain yang terinfeksi diharapkan untuk segera menghubungi dokter kandungan. Waspadai juga apabila terdapat ciri-ciri rubella seperti berikut:

1. Ruam merah

Ruam kemerahan pada kulit merupakan tanda rubella pada ibu hamil yang bisa diketahui segera
Ruam kemerahan pada kulit merupakan tanda rubella pada ibu hamil yang bisa diketahui segera
Gejala yang paling mudah terdeteksi adalah adanya ruam kemerahan pada kulit. Gejala ini terlihat serupa dengan campak pada umumnya.Namun, rubella atau campak Jerman akan menimbulkan efek yang jauh lebih berbahaya daripada campak.Meski demikian, perlu diketahui bahwa campak dan campak Jerman atau rubella berasal dari virus yang berbeda.

2. Tanda-tanda flu

Rubella pada ibu hamil juga menimbulkan ciri-ciri yang mirip dengan gejala flu, seperti:
  • Demam dengan suhu 37.2–37.8°C
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Pilek.
Jika gejala campak Jerman pada ibu hamil ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan disertai ruam merah, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Timbul benjolan di telinga dan leher

Rubella membuat Anda mengalami pembengkakan di belakang leher dan telinga. Hal ini disebabkan adanya kelenjar getah bening yang meningkat.

4. Tubuh terasa sangat lelah

Tubuh terasa sangat lelah umum dijumpai ketika rubella pada ibu hamil menyerang
Tubuh terasa sangat lelah umum dijumpai ketika rubella pada ibu hamil menyerang
Rubella bisa menyebabkan tubuh terasa amat letih, bahkan ketika sudah beristirahat. Bila tubuh mudah lelah dan membuat Anda seolah-olah tidak berdaya, bisa jadi ada infeksi pada tubuh Anda.Ciri-ciri penyakit rubella saat hamil lainnya adalah:
  • Mata merah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Sakit tenggorokan
  • Tidak nafsu makan.
Gejala rubella biasanya baru akan muncul dua atau tiga minggu setelah ibu hamil pertama kali terpapar virus rubella.Seseorang yang terinfeksi rubella berada pada kondisi paling menular, satu minggu sebelum bercak merah muncul, hingga empat hari setelah bercak hilang.

Bahaya rubella pada ibu hamil dan janin

Rubella pada ibu hamil menyebabkan janin alami penyakit jantung bawaan
Rubella pada ibu hamil menyebabkan janin alami penyakit jantung bawaan
Rubella atau campak Jerman adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengan nama yang sama.Lantas, apa yang terjadi jika penyakit rubella menyerang wanita hamil?Saat infeksi virus rubella pada kehamilan terjadi, ada 90% kemungkinan virus tersebut juga akan menular ke bayi yang dikandungnya melalui aliran darah.Janin yang terinfeksi rubella bisa terserang berbagai kondisi berbahaya, mulai dari sindrom rubella kongenital hingga kematian.Sindrom rubella kongenital adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya cacat lahir. Rubella juga bisa menyebabkan keguguran dan memicu kelahiran prematur.Berikut ini bahaya campak Jerman pada ibu hamil yang berdampak pada janinnya:
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit mata, seperti katarak hingga glaukoma
  • Gangguan intelektual
  • Gangguan pertumbuhan
  • Berat badan lahir bayi rendah
  • Gangguan perkembangan
  • Kesulitan belajar
  • Tuli
  • Diabetes
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Luka di kulit
  • Perdarahan.
Rubella yang terjadi pada anak maupun orang dewasa, dianggap tidak terlalu berbahaya. Sebab, sistem imun di tubuh dapat membantu melawan virus tersebut.Namun, apabila menyerang wanita hamil, kondisi ini bisa berbahaya sebab janin di dalam kandungan belum memiliki sistem pertahanan tubuh yang sempurna.Infeksi virus rubella pada kehamilan paling berbahaya apabila terjadi pada trimester awal, atau saat usia kehamilan kehamilan mencapai 12 minggu.

Pengobatan virus rubella pada ibu hamil

Menurut penelitian yang diterbitkan Paediatrics & Child Health, tidak ada pengobatan virus rubella pada ibu hamil. Efek yang terjadi pada janin akan tetap terjadi selama hidupnya.Gejala campak Jerman pada ibu hamil pun juga tidak perlu diobati. Sebab, kondisi ini cenderung ringan.Meski demikian, alih-alih mencari pengobatan virus rubella pada ibu hamil, dokter akan menganjurkan Anda untuk isolasi diri agar tidak kontak dengan orang lain.Karena ini adalah infeksi virus, maka pengobatan virus rubella pada ibu hamil tidak bisa menggunakan obat antibiotik.

Cara mencegah infeksi rubella pada ibu hamil

Cara mencegah rubella pada ibu hamil adalah dengan vaksin sebelum atau setelah hamil
Cara mencegah rubella pada ibu hamil adalah dengan vaksin sebelum atau setelah hamil
Karena tidak ada cara pengobatan rubella, cara terbaik untuk mencegah infeksi rubella pada ibu hamil adalah vaksinasi.Apabila Anda tidak ingat pernah menerima vaksin rubella, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui status kekebalan tubuh Anda terhadap rubella.Apabila Anda ternyata belum memiliki kekebalan terhadap penyakit pada ibu hamil ini, berikut ini langkah-langkah pencegahan virus rubella pada ibu hamil.

1. Sebelum kehamilan

Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan namun belum pernah menerima vaksin rubella, segera hubungi dokter untuk di vaksin.Setelah divaksin, tunggu setidaknya satu bulan sebelum kembali menjalani program hamil.

2. Saat masa kehamilan

Apabila Anda belum menerima vaksin rubella dan sudah hamil, maka cara terbaik untuk mencegah infeksinya adalah dengan sebisa mungkin tidak berkontak dengan orang lain yang terinfeksi virus ini.Lantas, bolehkah mendapatkan vaksin saat hamil untuk mencegah rubella?Vaksin rubella untuk ibu hamil tidak boleh diberikan. Jadi, segera hubungi dokter apabila tidak sengaja terpapar virus ini.

3. Setelah melahirkan

Vaksin baru dapat diberikan setelah melahirkan.Dengan begitu, ibu tidak akan menularkan rubella pada buah hati, sebelum anak mendapatkan vaksin MR-nya sendiri.Vaksin juga akan mencegah penularan rubella pada ibu di kehamilan selanjutnya.

Catatan dari SehatQ

Infeksi rubella pada ibu hamil sangat berbahaya bagi janin.Sebab, penyakit ini bisa menyebabkan bayi lahir dalam keadaan cacat lahir atau bahkan meninggal dunia. Rubella juga bisa memicu keguguran dan kelahiran prematur.Oleh karena itu, Anda perlu mengenali ciri-cirinya untuk mengantisipasi gangguan lebih parah pada janin.Jangan lupa bahwa pemberian vaksin rubella sangatlah penting, tidak hanya untuk melindungi tidak hanya diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitarnya.Sebaiknya, dapatkan vaksin rubella sebelum Anda mengandung agar bisa meraih kehamilan sehat tanpa infeksi rubella.Jangan sampai, diri kita atau keluarga lah yang menjadi sumber penyakit bagi orang lain.Selalu kontrol kehamilan Anda dengan dokter kandungan. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait rubella yang menjangkiti ibu hamil, Anda juga bisa konsultasi gratis melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga di SehatQ.Download sekarang di Google Play Store dan Apple Store.
vaksin bayi dan anakimunisasi anakcampakrubellamenjaga kehamilanhamilkehamilanmasalah kehamilanibu hamil
Boston Children’s Hospital. http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/c/congenital-rubella/symptoms-and-causes
Diakses pada 9 November 2019
WHO. https://www.who.int/immunization/monitoring_surveillance/burden/vpd/surveillance_type/passive/rubella/en/
Diakses pada 9 November 2019
March of Dimes. https://www.marchofdimes.org/complications/rubella-and-pregnancy.aspx
Diakses pada 9 November 2019
Pregnancy, Birth, and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/rubella-german-measles
Diakses pada 9 November 2019
Paediatrics & Child Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2532864/
Diakses pada 19 Mei 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/german-measles.html
Diakses pada 19 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rubella/symptoms-causes/syc-20377310
Diakses pada 19 Mei 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rubella
Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait