Bisa Ringankan Gejala Rematik, Ini 5 Manfaat Terapi Sengat Lebah

Racun lebah mengandung zat antiinflamasi
Terapi sengatan lebah bermanfaat untuk mengatasi rematik

Disengat lebah tentu rasanya sangat menyakitkan. Namun, jangan salah, ada beberapa orang yang dengan sengaja menerima sengatan serangga tersebut melalui pengobatan terapi sengat lebah.

Terapi sengat lebah atau apitherapy adalah metode pengobatan tradisional yang sudah dipraktikkan sejak dahulu kala. Jenis terapi yang memanfaatkan racun dari sengatan lebah ini diyakini memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

Ketahui manfaat terapi sengat lebah untuk kesehatan Anda

Racun lebah adalah cairan bersifat asam yang tidak berwarna. Lebah akan mengeluarkan racun saat dirinya merasa terancam. Racun lebah mengandung zat kimia yang memiliki efek antiradang dan terdiri dari enzim, gula, mineral, dan asam amino.

Senyawa-senyawa tersebut diduga dapat mengurangi rasa nyeri dan mempercepat penyembuhan sejumlah penyakit tertentu. Salah satu senyawa yang mengandung sifat antiradang di dalam sengatan lebah adalah melittin.

Berbagai manfaat terapi sengat lebah untuk mengobati berbagai penyakit berdasarkan hasil penelitian, di antaranya:

1. Sebagai obat antiradang

Salah satu manfaat terapi sengat lebah adalah efek positif dari kandungan antiinflamasi atau antiradang di dalamnya. Meski memiliki kandungan antiradang yang cukup tinggi di dalamnya, Anda tidak disarankan untuk melakukan terapi sengat lebah dalam jumlah terlalu banyak.

Pasalnya, senyawa melittin di dalamnya dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri, dan radang saat dilakukan dalam dosis yang berlebih.

2. Meredakan rasa nyeri

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford pada tahun 2005 menyebutkan bahwa racun lebah memiliki manfaat untuk menghilangkan rasa nyeri yang kuat.

Swedish Medical Center juga mengemukakan bahwa adolapin dalam racun lebah memiliki sifat analgesik dan sejumlah bukti anekdotal di situs AAS membuktikan kemampuan racun lebah untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri.

3. Mengatur fungsi kelenjar tiroid

Terapi sengat lebah diyakini dapat membantu mengatur fungsi kelenjar tiroid pada wanita yang memiliki hipertiroidisme. Namun, penelitian mengenai terapi sengat lebah sebagai pengobatan tiroid masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

4. Meringankan gejala radang sendi atau rematik

Sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Acupuncture Research pada tahun 2008 mengemukakan bahwa sengat lebah dapat membantu mengobati radang sendi (arthritis) atau rematik.

Penelitian tersebut melibatkan 100 orang yang memiliki penyakit radang sendi. Para peserta diberikan obat, yakni ada yang menggunakan obat rematik pada umumnya dan terapi sengat lebah.

Setelah tiga bulan melakukan pengobatan, kedua kelompok tersebut menunjukkan bahwa gejala radang sendi yang mereka alami menjadi berkurang. Beberapa gejala rematik yang berkurang, yakni sendi yang bengkak, sendi terasa kaku, dan nyeri pada sendi.

Kemudian, didapatkan hasil bahwa manfaat terapi sengat lebah bagi penderita radang sendi lebih jarang mengalami kambuh dibandingkan orang yang hanya minum obat-obatan biasa.

5. Mengobati beberapa penyakit sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh

Manfaat terapi sengat lebah dipercaya dapat menjadi pelengkap untuk pengobatan beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh, seperti:

  • Penyakit Parkinson.
  • Penyakit Alzheimer.
  • Multiple sclerosis.
  • Lupus.

Hasil studi membuktikan bahwa racun lebah mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi beberapa gejala kondisi penyakit tersebut. Hal ini tentu tak terlepas berkat kandungan antiradang yang terdapat di dalam racun lebah.

Efek samping terapi sengat lebah yang mungkin dapat terjadi

Beberapa orang mungkin akan mengalami kemerahan dan pembengkakan sesaat setelah melakukan terapi sengat lebah. Selain itu, efek samping terapi lainnya yang mungkin muncul, yakni:

  • Rasa gatal.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Sulit tidur.
  • Merasa bingung.
  • Sulit bernapas.
  • Dada terasa sesak
  • Palpitasi jantung.
  • Tekanan darah rendah.
  • Pingsan.

Namun, bagi orang yang memiliki alergi, terutama terhadap bahan-bahan yang diproduksi oleh lebah, melakukan terapi sengat lebah tentu dapat membahayakan. Sengat lebah dapat memicu respons histamin yang menyebabkan reaksi alergi berat.

Hal tersebut bisa menyebabkan iritasi, pembengkakan, hingga kulit memerah. Bahkan, reaksi alergi yang parah dapat mengancam nyawa.

Jadi, jika Anda memutuskan untuk menjalani terapi sengat lebah, terutama ibu hamil dan wanita menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Selain itu, pastikan terapi sengat lebah dilakukan oleh tenaga medis profesional yang memahami risiko dan efek samping dari pengobatan alternatif ini.

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/the-lowdown-on-bee-sting-therapy-88765
Diakses pada 15 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/apitherapy
Diakses pada 15 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/bee-venom
Diakses pada 15 November 2019

Web Md. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-972/bee-venom

Diakses pada 15 November 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/115595-benefits-bee-venom/

Diakses pada 15 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4516920/

Diakses pada 15 November 2019

University of Africa Journal of Sciences. http://dspace.iua.edu.sd/bitstream/123456789/764/1/paper3.pdf

Diakses pada 15 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed