Bisa Perpanjang Hidup? Ini 8 Manfaat Makanan Pedas Bagi Kesehatan

Mengurangi peradangan adalah salah satu manfaat makanan pedas bagi kesehatan
Siapa sangka makanan pedas punya manfaat yang menyehatkan seperti mengurangi peradangan

Masyarakat Indonesia sudah terkenal dengan kesukaannya terhadap makanan pedas. Terkadang, Anda mungkin akan merasa ada yang kurang saat tidak ada cabe atau sambal dalam makanan.

Cita rasa pedas memang dapat menambah kenikmatan dari suatu makanan, tetapi manfaat makanan pedas tidak hanya menggugah lidah, tetapi ada segudang khasiat dari makanan pedas bagi kesehatan.

Manfaat makanan pedas bagi kesehatan

Kabar gembira bagi pecinta pedas karena selain menghiasi cita rasa makanan, ada kegunaan makanan pedas bagi kesehatan! Kira-kira apa saja manfaat makanan pedas yang bisa dinikmati?

1. Menurunkan berat badan

Mengonsumsi makanan pedas bisa jadi salah satu cara Anda untuk bisa menurunkan berat badan dan meraih bentuk badan impian. Salah satu manfaat makanan pedas adalah meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu makan.

Senyawa capsaicin dalam makanan pedas ternyata mampu membakar lebih banyak kalori, meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, serta mengurangi mengurangi kadar lemak dalam tubuh dan darah.

Akan tetapi, mengonsumsi makanan pedas saja tidak akan membantu menurunkan berat badan. Anda juga tetap harus menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur,

2. Memperpanjang hidup

Sesaat manfaat makanan pedas ini terdengar seperti hoaks, padahal sudah ada penelitian yang membuktikannya!

Sebuah riset menemukan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan pedas berkebalikan dengan beberapa penyebab spesifik dari kematian.

3. Menjaga kesehatan jantung

Jantung adalah organ vital yang perlu dijaga. Anda bisa menikmati cita rasa panas dari makanan pedas beserta manfaatnya dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh yang menjadi salah satu faktor risiko mengalami penyakit jantung.

Selain itu, senyawa capsaicin juga dapat mencegah obesitas yang juga adalah salah satu faktor risiko dari penyakit jantung dengan membantu menurunkan berat badan.

4. Mengurangi peradangan

Meskipun makanan pedas identik dengan cabe, tetapi sebenarnya makanan pedas juga bisa dikarenakan kunyit, bawang putih, dan jahe. Ketiga bumbu dapur ini mampu mengurangi peradangan dalam tubuh yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

5. Membunuh bakteri

Senyawa dalam kunyit yang menjadi salah satu bumbu dapur dalam olahan makanan pedas memiliki kandungan antioksidan dan antimikroba yang kuat serta dapat dimanfaatkan untuk membunuh bakteri.

6. Mengurangi rasa sakit

Siapa sangka, ternyata rasa sakit saat mengonsumsi makanan pedas dapat menaikkan ketahanan terhadap rasa nyeri.

Rasa panas dan sakit yang disebabkan oleh capsaicin dalam cabe dapat digunakan dalam bentuk lotion atau krim yang dipercaya mampu mengatasi rasa nyeri akibat cedera ataupun radang sendi.

7. Melindungi organ pencernaan

Manfaat makanan pedas dalam melindungi organ pencernaan masih cukup kontroversial. Namun, makanan pedas diyakini dapat melindungi dinding lambung dari gangguan di lambung akibat infeksi H.pylori.

Selain itu, senyawa capsaicin dalam cabe memicu produksi anandamide dalam usus yang mampu mengurangi peradangan di pencernaan.

8. Berpotensi menyembuhkan kanker

Senyawa capsaicin dalam cabe tidak hanya bisa menurunkan berat badan dan membakar lemak, tetapi juga dapat berpotensi memperlambat dan menghancurkan perkembangan sel kanker.

Sebuah studi  pada tikus menemukan bahwa senyawa capsaicin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostat. Akan tetapi masih diperlukan lebih banyak riset untuk membuktikan manfaat makanan pedas yang satu ini.

Catatan dari SehatQ

Manfaat makanan pedas yang beragam tentunya menarik untuk dicoba, tetapi jangan sampai Anda langsung mengonsumsi makanan pedas secara berlebih. Senyawa capsaicin dalam cabe dapat memicu gangguan pencernaan bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Beberapa efek sampingnya bisa berupa diare, muntah, dan rasa nyeri di perut. Anda dapat mengurangi dampak dari makanan pedas dengan mengonsumsinya dalam jumlah atau porsi yang sedikit. Setelahnya, Anda dapat menambah jumlahnya secara perlahan.

 

ACCR Publication. https://cancerres.aacrjournals.org/content/66/6/3222
Diakses pada 24 Februari 2020

BMJ. https://www.bmj.com/content/351/bmj.h3942
Diakses pada 24 Februari 2020

Elsevier. journals.elsevier.com/food-research-international/news/three-reasons-why-you-should-eat-spicy-foods
Diakses pada 24 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/five-reasons-to-eat-spicy-foods#1
Diakses pada 24 Februari 2020

Penn Medicine. https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2019/april/spicy-foods
Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait