Bisa Dicoba, Ini 5 Strategi Mengambil Keputusan Dalam Aktivitas Keseharian


Di detik pertama membuka mata di pagi hari, setiap manusia sudah harus mengambil keputusan. Mulai dari yang sepele hingga genting. Idealnya, setiap individu perlu menguasai strategi membuat keputusan agar tidak sampai salah pilih.

(0)
21 Apr 2021|Azelia Trifiana
Strategi mengambil keputusanStrategi mengambil keputusan
Di detik pertama membuka mata di pagi hari, setiap manusia sudah harus mengambil keputusan. Mulai dari yang sepele hingga genting. Idealnya, setiap individu perlu menguasai strategi membuat keputusan agar tidak sampai salah pilih.Terlebih jika keputusan yang diambil adalah hal penting dan kompleks. Atau, menyangkut kondisi orang lain. Di tahap inilah cara mengambil keputusan menjadi lebih rumit, perlu riset, usaha, hingga mencurahkan segenap energi untuk mencapainya.

Strategi mengambil keputusan

Berikut ini beberapa pendekatan atau strategi mengambil keputusan yang bisa dicoba:

1. Single-feature

Pendekatan ini berarti mengambil keputusan atas pertimbangan fitur tunggal. Sebagai contoh ketika akan membeli deodoran di supermarket, keputusan diambil berdasarkan mana yang harganya paling terjangkau. Artinya, variabel lain seperti warna, merek, efektivitas, atau aroma tidak masuk dalam pertimbangan.Cara mengambil keputusan semacam ini sangat efektif diaplikasikan ketika pilihannya cukup sederhana. Selain itu, ini adalah pilihan tepat bagi yang tidak punya banyak waktu. Namun, tidak disarankan menggunakan strategi ini ketika harus mengambil keputusan rumit.

2. Additive-feature

Berlawanan dengan single-feature, strategi ini melibatkan sebanyak mungkin pertimbangan. Kemudian, secara sistematis satu persatu pilihan dievaluasi. Pendekatan semacam ini merupakan metode yang lebih cocok ketika harus mengambil keputusan cukup kompleks.Contohnya seperti ketika akan membeli vacuum cleaner, perlu mempertimbangkan ulasan pembeli sebelumnya, fitur, kebutuhan di rumah, daya yang digunakan, harga, dan lain sebagainya.

3. Teori eliminasi dengan aspek

Model pengambilan keputusan lewat teori eliminasi dengan aspek pertama kali digagas oleh psikolog Amos Tversky pada tahun 1972. Dalam pendekatan ini, Anda mengevaluasi setiap pilihan berdasarkan fitur yang dianggap terpenting.Kemudian ketika ada yang tidak memenuhi kriteria itu, secara otomatis akan dieliminasi dari daftar pilihan. Dengan cara ini, daftar pilihan menjadi lebih kecil hingga tiba di satu alternatif terakhir.Ketiga strategi di atas kerap diambil ketika pengambilan keputusan sifatnya mudah atau terang-terangan. Namun, banyak juga momen ketika Anda harus mengambil keputusan yang sifatnya abstrak. Ada variabel tak kasat mata yang tidak semudah itu dikalkulasi.Dalam kondisi semacam ini, orang akan menerapkan dua straegi, yaitu:

1. Pendekatan Heuristik Ketersediaan

Meski, namanya terdengar rumit, pengaplikasiannya terbilang mudah. Strategi pembuatan keputusan ini dibuat berdasarkan pengalaman atau ketersediaan informasi.Sebagai contoh, misalkan Anda ingin pulang kantor dengan cepat. Lalu mendapatkan informasi bahwa rute pulang yang biasa Anda lalu sedang macet total. Untungnya, Anda memiliki dua rute cadangan lain yaitu A dan B.Berdasarkan pengalaman Anda, rute A lebih Anda kenal dibandingkan rute B. Selain itu, seingat Anda, setiap kali melewat rute A, jalan tersebut tidak pernah macet. Berdasarkan ketersediaan informasi ini, tentu Anda akan memutuskan pulang lewat rute A.Lalu bagaimana jika Anda sama sekali tidak memiliki pengalaman atau informasi sama sekali mengenai dua rute cadangan ini? Namun sejauh yang Anda tahu, hampir tidak ada rekan kerja Anda yang mengatakan terjebak macet di kedua rute ini.Saat berada di posisi ini Anda bisa memutuskan untuk mencoba salah satunya. Dan bila ternyata rute cadangan A macet, Anda bisa putar balik dan mencoba rute B.

2. Heuristik representatif

Dalam pendekatan ini, Anda mencoba membandingkan situasi Anda sekarang dengan seseorang yang berperilaku tertentu saat mengambil keputusan.Contohnya seperti ini. Anda sedang buru-buru menuju suatu tempat. Oleh karena itu Anda harus mengambil jalan pintas yang konon katanya sering terjadi razia oleh polisi. Sebagai pengendara motor, tentu hal ini sedikit membuat Anda takut.Sebelum mengambil keputusan, Anda mencoba membayangkan orang dengan perilaku seperti apa yang akan terjaring razia lalu lintas. Lalu sebagai perwakilan Anda membayangkan seorang ibu-ibu yang mengemudi tanpa helm dan suka berbelok arah yang berlawan dengan lampu seinnya.Bayangan respresentatif perilaku yang bisa membuat seseorang terjaring razia tadi Anda bandingkan dengan diri sendiri. Anda adalah pengemudi yang taat dengan peraturan. Anda menggunakan helm dan selalu berbelok sesuai dengan lampu sein. Tentu perilaku Anda ini tidak akan mengundang polisi untuk memberhentikan dan merazia Anda.Akhirnya, Anda pun memutuskan melewati jalan pintas tadi.

Catatan dari SehatQ

Proses mengambil keputusan bisa sederhana, bisa pula kompleks bergantung pada apa yang dihadapi. Tak hanya itu, apa yang mungkin dinilai sederhana atau kompleks bagi seseorang bisa berbeda menurut orang lain. Jadi, tak bisa disamaratakan.Hanya saja, kelima strategi di atas adalah metode paling sering digunakan ketika mengambil keputusan. Namun apa saja variabel yang masuk dalam pertimbangan tentu berbeda karena isi kepala setiap orang tak mungkin sama.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bagaimana otak mengambil keputusan serta cara mengasah fungsi kognitif, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmenjalin hubunganpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/decision-making-strategies-2795483
Diakses pada 6 April 2021
Harvard Business Review. https://hbr.org/2006/01/a-brief-history-of-decision-making
Diakses pada 6 April 2021
Psycnet. https://psycnet.apa.org/record/1973-00249-001
Diakses pada 6 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait