Bisa Berubah-Ubah Setiap Hari, Ini Rasa Vagina dan Vulva


Mulai dari manis, asam, pahit, gurih, atau ada sensasi metal. Bahkan, ada kemungkinan vagina memiliki rasa serupa dengan makanan yang baru dikonsumsi.

(0)
29 Mar 2021|Azelia Trifiana
Rasa vagina dapat berubah-ubahRasa vagina dapat berubah-ubah
Memulai foreplay dengan seks oral bisa jadi favorit banyak orang. Pernahkah muncul rasa penasaran, apa rasa vagina? Areanya mulai dari vulva yang terluar, labia mayora, klitoris, hingga liang vaginanya sendiri. Menariknya, rasa menjilat vagina ini bisa berubah-ubah setiap harinya.Mulai dari manis, asam, pahit, gurih, atau ada sensasi metal. Bahkan, ada kemungkinan vagina memiliki rasa serupa dengan makanan yang baru dikonsumsi.

Rasa vagina yang terus berubah

Siklus haid sangat berpengaruh terhadap bagaimana rasa vagina. Artinya, setiap harinya selalu ada kemungkinan rasanya berubah. Belum lagi pengaruh cairan vagina yang lebih banyak jelang masa ovulasi.Beberapa arti dari apa rasa vagina adalah:
  • Rasa metalik

Secara alami, liang vagina bersifat asam. Ini sangat baik karena merupakan cara menyeimbangkan bakteri yang ada di bawah sana. Namun terkadang, keasaman ini menimbulkan rasa yang cukup kuat seperti metalik atau logam. Ada pula yang menyebutnya terasa seperti battery taste.Umumnya, ini adalah rasa yang muncul beberapa hari setelah menstruasi karena mungkin masih ada sisa darah haid di dalam dan sekitar vagina. Darah umumnya memiliki rasa metalik karena kandungan zat besi di dalamnya.
  • Masam atau gurih

Ada kalanya rasa menjilat vagina adalah gurih atau masam karena pengaruh keringat. Umumnya hal ini akan membuat vagina terasa sedikit masam dan bukan hal yang buruk.Selain itu, tidak benar-benar bersih membersihkan vagina dan vulva setelah buang air kecil juga bisa meninggalkan jejak urine sehingga muncul rasa gurih.Selain beberapa rasa di atas, yang jelas vagina dan vulva tidak akan terasa seperti buah atau beraroma wangi layaknya bunga. Hanya aroma alami saja yang akan muncul, mirip seperti bau tubuh dan juga keringat.Terlebih, vulva juga kerap berada dalam kondisi pengap karena tertutup pakaian dalam. Ditambah dengan kondisi yang lembap, ini bisa menyebabkan aroma dan rasa vagina cukup dominan.Tidak ada yang salah dari itu karena memang interaksi antara bakteri, cairan tubuh, dan juga aroma alami vulva. Tak perlu menggunakan sabun khusus dengan kandungan zat kimia yang belum tentu diperlukan.Menariknya, faktor lain yang juga berpengaruh terhadap rasa vagina adalah produk tembakau yang menyebabkan munculnya rasa asam atau pahit. Bahkan, bisa muncul rasa masam juga. Aroma tajam dari rokok juga bisa terserap ke kulit dan rambut sehingga berpengaruh terhadap rasanya.

Kapan harus khawatir?

Apabila vagina mengeluarkan rasa dan aroma yang cukup mengganggu, ini bisa jadi tanda bahwa keseimbangan pH alaminya terganggu. Layaknya mesin pintar, vagina ini bisa menjaga keseimbangan bakteri di bawah sana.Hanya saja, ketika keseimbangan ini terusik akibat gaya hidup, konsumsi obat, atau penggunaan sabun tertentu, bakteri bisa menjadi tak seimbang.Akibatnya akan terjadi peradangan, iritasi, bahkan infeksi. Ciri-cirinya mulai dari munculnya sensasi gatal, tampak kemerahan, membengkak, atau nyeri.Segera periksakan diri apabila muncul gejala ini karena jika dibiarkan dapat menyebabkan infeksi.Untuk mengantisipasinya, pastikan tahu betul bagaimana cara membersihkan vagina tanpa mengganggu keseimbangan pH-nya. Anda hanya perlu membasuh bagian vulva yang terluar dengan air atau sabun lembut ketika mandi.Caranya adalah dengan membasuh vulva dan juga paha dalam. Kemudian, buka lipatan labia dan gunakan jari untuk membersihkan lipatannya.Selanjutnya, Anda juga bisa membersihkan area anus dan perineum juga dengan arah dari depan ke belakang.

Catatan dari SehatQ

Berubah-ubahnya rasa vagina bukan alarm tanda bahaya, selama tidak ada aroma yang menyengat atau amis. Apabila yang terjadi adalah bau menyengat disertai dengan keluhan lain seperti gatal dan iritasi, bisa jadi tanda terjadinya infeksi.Selalu jaga kebersihan vagina dan vulva dengan memastikannya tetap kering. Tak perlu membersihkan dengan sabun kewanitaan karena justru membuat pH alami tidak seimbang. Ini bisa jadi awal mula terjadinya infeksi jamur atau bakteri.Selama bisa memastikan kondisinya bersih, tak ada salahnya menjadikan aktivitas menjilat vagina sebagai ritual yang menghangatkan suasana.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kondisi kesehatan vagina dan vulva, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan sekstips sekskesehatan wanita
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-does-a-vagina-taste-like#metallic-flavor
Diakses pada 14 Maret 2021
Greatist. https://greatist.com/health/what-does-a-vagina-taste-like
Diakses pada 14 Maret 2021
Self. https://www.self.com/story/vagina-taste-experiment
Diakses pada 14 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait