Biomarker adalah Penentu Penting dalam Dunia Medis


Biomarker adalah penanda biologis yang penting dalam membaca kondisi tubuh. Memahaminya dengan baik akan mempermudah merawat kehidupan.

0,0
28 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Biomarker adalah penanda biologis yang bisa mendeteksi penyakitBiomarker adalah penanda biologis untuk membaca kondisi tubuh
Dalam tubuh manusia, terdapat beberapa penanda penting yang bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan sebuah pengobatan. Biomarker adalah salah satunya. Istilah ini juga dapat merujuk pada penanda atau identitas molekuler.Biomarker bisa ditemukan di area tertentu dalam tubuh. Mulai dari darah, cairan, hingga jaringan tubuh. Ia akan menunjukkan apakah sebuah proses dalam tubuh berjalan dengan baik atau justru abnormal. Selain itu, biomarker juga bisa menggambarkan kondisi tubuh atau penyakit yang bersemayam di sana.

Jenis-jenis biomarker

Secara umum, biomarker dibagi menjadi dua bagian berikut ini:
  • Biomarker paparan

Tipe biomarker paparan digunakan untuk memprediksi risiko penyakit.
  • Biomarker penyakit

Biomarker penyakit dipakai untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan memantau perkembangan penyakit.

Biomarker adalah sebuah identitas dengan fungsi umum ini

Biomarker adalah penanda biologis seseorang. Memiliki karakteristik yang unik, membuat biomarker diharapkan bisa membantu banyak hal dalam dunia kesehatan. Beberapa fungsi penting biomarker meliputi:
  • Untuk pengembangan obat

Untuk mengobati seorang pasien, dibutuhkan sekumpulan informasi akurat dari tubuhnya. Informasi ini bisa disebut biomarker alias ciri-ciri tubuh yang bisa diukur. Suhu tubuh, tekanan darah, dan hasil tes rontgen adalah penanda tubuh lain yang bisa dijadikan patokan.Dengan mengumpulkan informasi tersebut, pengobatan diharapkan akan lebih akurat. Inilah kenapa biomarker adalah bagian tak terpisahkan dari pengembangan obat. Meski begitu, biomarker yang mampu memberikan informasi dalam segala hal masih belum ditemukan.
  • Untuk uji klinis

Dalam uji klinis, seseorang bisa saja menarik diri karena berbagai sebab. Biomarker bisa dijadikan pengganti agar program tetap bisa terus berlanjut. Hanya saja, tidak semua penanda biologis ini dimaksudkan sebagai pengganti maupun sebagai titik akhir.Menentukan pengganti titik akhir klinis tentu tidak bisa sembarangan. Setidaknya, harus ada bukti ilmiah yang kuat dari berbagai sudut. Contohnya, epidemologis, terapeutik, dan patofisiologis. Faktor-faktor ini berfungsi menunjukkan konsistensi serta akurasi dalam memprediksi hasil klinis.Baca juga: Ragam Teknik Komunikasi Terapeutik untuk Mendukung Kesembuhan Pasien

Apa saja fungsi biomarker paparan?

Penanda biologis jenis paparan memiliki fungsi sebagai berikut:
  • Menentukan bahan paparan dan faktor risiko

Beberapa penyakit mungkin disebabkan oleh paparan bahan beracun tertentu. Biomarker bisa memberi informasi internal tubuh tentang kebenaran paparan bahan tersebut.Umumnya, biomarker akan mengukur kadar racun dalam tubuh dengan lebih akurat. Tingkat akurasi ini diperoleh karena diambil dari berbagai bagian tubuh. Contohnya, darah dan urine, dan jaringan seperti kuku, rambut, dan gigi.Dalam beberapa kasus, pengukuran biomarker mungkin saja cukup lewat tes darah dan tes urine. Sementara pada sebagian kasus lain, dokter akan mengambil sampel jaringan dan mengeceknya. Hal ini akan disesuaikan dengan bahan yang dicurigai meracuni tubuh penderita.Biomarker juga bisa digunakan untuk mengetahui dampak atau perubahan akibat paparan yang menimpa tubuh. Dengan ini, penanda biologis ini bisa membantu pakar kesehatan dalam melihat faktor-faktor risiko yang membuat seseorang bisa terkena suatu penyakit.
  • Menentukan kerentanan genetik

Untuk mengetahui proses penularan sebuah penyakit, dibutuhkan informasi mengenai peran lingkungan, riwayat keluarga, dan faktor genetik. Dengan pengukuran yang tepat dari biomarker yang muncul, asal-muasal penyakit dapat diketahui dengan lebih akurat.Contoh gangguan kesehatan yang memanfaatkan informasi dari identitas molekular ini adalah penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.Para peneliti akan lebih mudah menentukan apakah faktor genetik atau lingkungan yang bisa meningkatkan atau menurunkan risiko terkena penyakit tersebut. Hal ini menjadi penting untuk menentukan metode apa yang tepat dalam menanganinya.
  • Menentukan penyebab penyakit

Penanda biologis juga penting untuk mengetahui penyebab dari sebuah penyakit. Beberapa biomarker mewakili tahap-tahap langsung terkait pemicu gangguan kesehatan. Sedangkan penanda lainnya mewakili kaitan secara tak langsung.Meski bukan jadi satu-satunya penentu, keberadaan biomarker umumnya terkait dengan penyebab dari penyakit tertentu.

Apa saja fungsi biomarker penyakit?

Jenis biomarker penyakit memiliki peran sebagai faktor untuk deteksi, diagnostis, dan prognostis. Dengan membaca penanda biologis ini, tingkat keparahan suatu penyakit bisa ditentukan.Contoh biomarker adalah:
  • CEA (carcinoembryonic antigen)

    CEA adalah penanda tumor untuk kanker usus besar, kanker lambung, kanker kandung kemih, kanker payudara, kanker pankreas, kanker ovarium dan kanker paru-paru. 
  • High-sensitivity cardiac troponin (hs-cTn).
           Pemeriksaan ini bisa digunakan sebagai pendeteksi kerusakan jantung pada pasien-pasien dengan serangan               jantung.Biomarker jenis ini juga dapat dijadikan penentu dalam memprediksi siapa yang berisiko, riwayat penyakit, hingga target uji klinis.Baca juga: 6 Macam Penyakit Genetik yang Dapat Diturunkan pada Keturunan AndaBiomarker adalah salah satu faktor yang diharapkan bisa membantu dalam dunia medis. Dengan memanfaatkan penanda biologis ini, mengelola kesehatan dapat dilakukan dengan lebih baik.Penasaran dengan biomarker dan penentu lain dalam diagnosis penyakit? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitpenyakit genetikmedical check up
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/biomarker
Diakses pada 8 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3078627/
Diakses pada 8 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC534923/
Diakses pada 8 November 2020
FDA. https://www.fda.gov/drugs/biomarker-qualification-program/what-are-biomarkers-and-why-are-they-important-transcript
Diakses pada 8 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait