Benjolan di Kelopak Mata, Akibat Bintitan atau Kalazion?

(0)
05 Oct 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bintitan dan kalazion berbeda meski sama-sama berebentuk benjolan di kelopak mataSalah satu penyebab mata bintitan adalah infeksi kuman yang bisa saja berasal dari makeup.
Pernah mengalami mata bintitan atau mendengar kata Kalazion? Dua jenis benjolan di kelapak mata ini rasanya sakit dan membuat penglihatan menjadi tak nyaman. Bintitan atau hordeolum sendiri adalah benjolan di kelopak mata yang terlihat seperti jerawat dan menimbulkan rasa sakit. Namun, tak semua benjolan di kelopak mata adalah bintitan.Benjolan di kelopak mata lain yang serupa dengan bintitan disebut sebagai kalazion. Kalazion atau chalazion adalah benjolan di kelopak mata yang tumbuh ketika kelenjar minyak atau kelenjar meibom tersumbat. Tidak seperti bintitan, biasanya kalazion terasa kenyal tapi tidak sakit dan bisa muncul di kelopak mata bagian bawah atau atas.Keduanya memang cukup sulit dibedakan dan sering membuat salah paham. "Wajar saja kalau kerap disalahartikan, karena tampilan klinisnya mirip," kata dr. Hisar Daniel Sp.M kepada SehatQ. Dr. Hisar menjelaskan, yang biasanya muncul di tepi kelopak mata adalah bintitan. Sementara itu, kalazion umumnya ditemukan di bagian dalam kelopak mata.[[artikel-terkait]]

Perbedaan mata bintitan dan kalazion

mata bintitan
Meski benjolan di kelopak mata yang ada di tepi ataupun dalamnya ini sulit dibedakan, tetapi ada perbedaan antara bintitan dan kalazion. Secara umum, bintitan merupakan kondisi yang melibatkan infeksi, sedangkan tidak demikian halnya dengan kalazion. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai mata bintitan dan kalazion. 

1. Mata bintitan

Benjolan di kelopak mata ini sebenarnya jerawat maupun abses yang terbentuk pada bagian atas maupun bawah kelopak mata. Terkadang, bakteri yang dalam kondisi normal, berada pada permukaan kelopak mata, menghambat saluran kelenjar minyak. Akibatnya, terjadi peradangan.Selain itu, kuman dan sel-sel kulit mati bisa terjebak di ujung kelopak mata. Biasanya, salah satu penyebab  mata bintitan adalah jerawat yang tumbuh di sebelah bulu mata. Biasanya, bintitan tak akan berlangsung lama, dan bisa sembuh dengan sendirinya. Berikut ini penyebab, gejala, dan lokasi munculnya bintitan.
  • Penyebab mata bintitan:
    Mata bintitan bisa muncul akibat terjadinya sumbatan minyak dan adanya bakteri tertentu. Tubuh manusia sebenarnya diselimuti begitu banyak bakteri baik. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan masalah. Namun dalam kondisi tertentu, bakteri bisa muncul secara berlebihan, dan menyebabkan jerawat yang akhirnya menjadi bintitan.
  • Gejala bintitan:
    Bintitan menimbulkan gejala berupa benjolan berwarna merah yang terasa panas, dan bertekstur lunak.
  • Lokasi bintitan:
    Bintitan biasanya muncul pada bagian ujung kelopak mata.

2. Kalazion

Dikutip dari American Optometric Association, dapat dikatakan kalazion atau chalazion adalah kondisi yang terkadi akibat bintitan dan tak kunjung sembuh. Bintitan muncul karena adanya penyumbatan pada kelenjar minyak. Apabila sumbatan pada kelenjar meibom itu terus berlangsung dan tidak sembuh dengan sendirinya, maka akan terbentuk bekas luka di sekitarnya.Memang, pada tahap ini sudah tidak muncul rasa sakit. Namun, pembengkakan masih terjadi. Pembengkakan inilah yang secara medis, disebut kalazion. Berikut ini adalah penyebab, gejala, dan lokasi kalazion.
  • Penyebab kalazion:
    Kalazion terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar minyak, di kulit mata yang ditumbuhi bulu mata. 
  • Gejala kalazion:
    Pada awal terbentuknya, kalazion bisa menimbulkan rasa sakit. Namun, rasa sakit ini akan menghilang, mesti pembengkakan pada kelopak mata belum mengempis. Saat mengalami kalazion, Anda akan merasakan sejumlah gejala seperti pembengkakan pada kelopak mata, rasa mengganjal, kulit di sekitar mata memerah, mata berair hingga nyeri atau iritasi ringan
  • Lokasi kalazion:
    Kalazion bisa muncul pada bagian atas atau bawah kelopak mata. Benjolan ini bisa tumbuh bersamaan, di bagian atas dan bawah mata, serta di kedua bola mata. Dalam ukuran tertentu, kalazion bisa menghalangi pandangan.
Mata bintitan dan chalazion adalah kondisi yang sebenarnya tidak berbahaya. Dua kondisi tersebut sangat jarang menyebabkan gangguan penglihatan. Walau demikian, bintitan dan kalazion berisiko menimbulkan infeksi parah pada wajah, yang disebut sebagai selulitis. Namun, kondisi ini tidak banyak ditemukan.Gangguan ini bisa terjadi pada segala usia dan berpotensi kambuh. Namun kondisi terkena kalazion akan meningkat terutama pada orang-orang yang mengalami iritasi kelopak mata atau blefaritis, kondisi tertentu pada kulit yang disebut sebagai rosasea, penderita dermatitis seboroik, penderita blefaritis, diabetes hingga pernah menderita kalazion sebelumnya

Cara mengatasi benjolan di kelopak mata?

kompres hangat
Cara mengatasi benjolan di kelopak mata akibat bintitan maupun kalazion tidak jauh berbeda, yaitu dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Redakan dengan kompres hangat

Rendam kain lap bersih dengan air panas dan letakkan di kelopak mata Anda selama 10-15 menit setiap kali, 3-5 kali sehari. Hal ini dapat membantu melembutkan dan menyamarkan kalazion atau bintitan.Jika yang Anda alami adalah kalazion, pijatlah dengan lembut benjolan di kelopak mata (jangan memencetnya) dengan jari untuk membantu mempercepat penyembuhan. Pastikan tangan Anda dalam kondisi bersih, agar tidak menyebarkan infeksi. Kompres hangat sehari-hari juga dapat membantu mencegah bintitan atau kalazion jika Anda melakukannya secara teratur.

2. Jangan memencet benjolan

Mata bintitan bisa terlihat sangat mirip dengan jerawat. Kondisi ini mungkin membuat Anda tergoda untuk memencetnya sampai pecah.Namun, jangan melakukannya. Sebab, karena hal itu bisa menyebarkan infeksi ke kelopak mata. Biarkan saja dan jangan memencetnya. Sebab, proses penyembuhan mata bintitan maupun kalazion hanya membutuhkan waktu beberapa hari atau minggu, dan berlangsung dengan sendirinya. 

Cara mencegah mata bintitan

riasan wajah
Setelah berhasil mengatasi mata bintitan, pencegahan merupakan langkah penting yang tidak bisa dilewatkan agar kondisi ini tidak kembali muncul. Berikut ini cara mencegah bintitan yang bisa Anda lakukan.

1. Hindari penggunaan kosmetik untuk sementara waktu

Jika Anda sudah melihat adanya bintitan atau kalazion, hentikan penggunaan eyeliner, maskara, dan kosmetik lainnya sampai sembuh. Sebaiknya, ganti makeup mata setiap 6 bulan sekali dan hindari pemakaian makeup bersama orang lain.

2. Perhatikan penggunaan lensa kontak

Jika Anda memakai lensa kontak, pastikan lensa kontaknya bersih. Dokter dapat memberi tahu Anda cara terbaik untuk mendisinfeksi atau membersihkan lensa kontak.Penting juga untuk mencuci tangan secara menyeluruh sebelum menyentuh mata. Cobalah untuk tidak memakai lensa kontak saat sedang mengalami bintitan atau kalazion.

3. Rutin mencuci tangan

Tangan sering membawa kuman yang bisa masuk ke mata dan menyebabkan kalazion atau bintitan, setelah Anda menyentuh mata. Oleh karena itu, bersihkan kedua tangan Anda dengan sabun dan air hangat, atau gunakan pencuci tangan berbahan dasar alkohol, jika ingin menyentuh mata.

Cara mencegah kalazion

Adapun cara mencegah kalazion yang bisa dengan mudah Anda lakukan setiap hari adalah sebagai berikut:
  • Selalu mencuci tangan setiap sebelum menyentuh area mata
  • Pastikan segala sesuatu yang memiliki kontak langsung dengan mata seperti lensa, kaca mata, hingga sapu tangan adalah bersih dan steril
  • Cuci muka setiap sebelum tidur untuk menghapus makeup maupun debu dan kotoran
  • Sebelum tidur pastikan area mata terbebas dari makeup seperti maskara, eyeliner hingga lensa
  • Periksakan mata rutin ke dokter mata

Jika muncul gejala ini segera berkonsultasi dengan dokter

Seperti halnya bintitan, kalazion adalah kondisi yang  sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, dr. Hisar menyarankan Anda berobat ke dokter spesialis mata, apabila benjolan di kelopak mata tidak mengecil dalam waktu dua minggu.Selain itu, periksakan mata Anda jika benjolan di kelopak mata tumbuh sangat cepat, atau mulai berdarah dan memengaruhi penglihatan Anda. Karena kalazion bisa mengalami komppilasi yang menyebabkan kondisi selulitis orbita. Segera berkonsultasi dengan dokter, apabila terjadi kondisi-kondisi berikut ini:
  • Pembengkakan tidak kunjung mereda dalam beberapa hari
  • Anda tidak bisa melihat akibat benjolan di kelopak mata
  • Muncul rasa sakit di sekitar mata
  • Merasa nyeri hebat hingga demam
  • Mata bintitan kembali muncul. Hal ini bisa menjadi gejala adanya gangguan kulit kronis.
Juga, jika bintitan dan kalazion mulai meluas ke bagian putih mata atau Anda melihat kemerahan di bagian pipi, segera hubungi dokter agar kondisi tersebut tidak menyebarkan infeksi.

Obat untuk menyembuhkan kalazion

Sejumlah langkah yang dijelaskan di atas, seperti menggunakan kompres hangat maupun tidak memencet benjolan, bisa Anda lakukan sebagai perawatan untuk kalazion di rumah.Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk memberikan pijatan lembut beberapa kali sehari pada kelopak mata. Selain itu, dokter bisa meresepkan obat tetes mata maupun salep mata.Apabila perawatan di rumah tersebut belum juga berhasil, dokter bisa merekomendasikan suntikan kortikosteroid, atau tindakan pembedahan untuk mengeluarkan cairan. Kedua prosedur tersebut merupakan langkah efektif untuk menyembuhkan kalazion. Namun tentu saja, pilihan penanganan yang diberikan dokter, akan bergantung pada beberapa faktor. Tentunya, dokter akan menjelaskan setiap manfaat dan risiko penanganan kalazion yang akan Anda jalani.Jika ada benjolan di kelopak mata, ada baiknya Anda konsultasikan ke dokter mata untuk memastikan mata bintitan atau kalazion. Anda disarankan untuk tidak berspekulasi, dan biarkan dokter yang melakukan diagnosis.
penyakit matabintitankalazion
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/understanding-stye-basics
Diakses pada 29 Agustus 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/understanding-sty-symptoms
Diakses pada 29 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blepharitis/multimedia/chalazion/img-20008560
Diakses pada 29 Agustus 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/chalazion#symptoms
Diakses pada 29 Agustus 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/lump-eyelid
Diakses pada Februari 2019
American Academy of Opthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-chalazia-styes
Diakses pada Februari 2019
American Optometric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/chalazion
Diakses pada Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait