Bina Keluarga Balita, Penyuluhan Pola Asuh yang Penting Diikuti Orang Tua


Bina keluarga balita (BKB) adalah program penyuluhan bagi orang tua untuk memberikan pemahaman yang baik mengenai pola asuh balita. Tujuannya, agar anak bisa tumbuh optimal di usia emas.

(0)
04 Jan 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bina keluarga balita (BKB) adalah program penyuluhan tentang pola asuhBina keluarga balita (BKB) akan membekali orang tua untuk mengasuh dengan cara yang tepat
Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan program yang dibuat oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak usia balita. Program yang telah dimulai sejak tahun 1984 ini akan membantu orang tua agar memiliki bekal untuk membantu anak-anaknya menjalani usia balita dengan baik, benar, dan menyenangkan.

Pengertian Bina Keluarga Balita (BKB)

Menurut Peraturan Kepala BKKBN No.12 tahun 2018, Bina Keluarga Balita diartikan sebagai layanan penyuluhan bagi orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial, dan moral. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan sumber daya manusia berkualitas demi meningkatkan kesertaan pembinaan dan kemandirian ber-KB bagi pasangan usia subur (PUS).

Penyelenggaraan program Bina Keluarga Balita

Pelaksanaan program BKB dilakukan oleh pengelola dan kader yang bekerja secara sukarela dari kalangan masyarakat sekitar. Sementara itu, orang yang menerima penyuluhan disebut sebagai kelompok BKB.Kelompok BKB umumnya terdiri dari keluarga muda dengan anggota yang mempunyai anak batita (bawah usia tiga tahun) atau anak balita (bawah usia lima tahun). Menurut laman resmi BKKBN, untuk memberdayakan kedua kelompok keluarga tersebut, seluruh jajaran pembangunan, termasuk kekuatan keluarga yang tergabung dalam Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA), diarahkan agar setiap keluarga memiliki prioritas tinggi terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak balitanya. Jika berjalan dengan baik, maka penyuluhan BKB ini diharapkan dapat menghasilkan orang tua yang paham cara untuk memelihara kesehatan, tumbuh kembang anaknya, deteksi dini kelainan atau kecacatan dan akhirnya menyiapkan anak balitanya siap sekolah bersama anak-anak lain.Baca Juga: Ini Pentingnya Monitor Tumbuh Kembang Anak

Tujuan program Bina Keluarga Balita

Dibuatnya program BKB memiliki tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup anak balita dalam jangka panjang. Selain itu, penyuluhan yang dilakukan pada program ini juga akan berguna sebagai bekal orang tua dalam mendidik anaknya.Berikut ini manfaat dan tujuan diselenggarakannya BKB secara rinci.

1. Manfaat program BKB bagi orang tua

  • Meningkatkan keterampilan dalam hal mengasuh dan mendidik anak balita
  • Mengetahui cara yang paling tepat untuk menggali potensi maksimal anak dari segala sisi
  • Memahami tips membagi waktu dengan baik saat mengasuh anak
  • Memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pola asuh anak yang benar
  • Lebih terarah dalam cara pembinaan anak
  • Mampu mencurahkan perhatian dan kasih sayang terhadap Si Kecil sehingga tercipta ikatan batin yang kuat antara orang tua dan anak
  • Mampu membentuk anak yang berkualitas

2. Manfaat program BKB bagi anak

  • Menjadikan anak sebagai pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Menanamkan kepribadian luhur kepada anak sejak dini
  • Memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal
  • Menjadikan anak tumbuh sebagai orang yang cerdas, terampil, dan sehat
  • Membuat anak memiliki dasar kepribadian yang kuat untuk perkembangan selanjutnya
Baca Juga: Alasan Pentingnya Anak Mengikuti Pendidikan Usia Dini (PAUD)

Apa saja yang diajarkan dalam Bina Keluarga Balita?

Penyuluhan BKB dilakukan oleh kader. Materi penyuluhan, perencanaan kegiatan, dan pengorganisasiannya dilakukan oleh pengelola BKB. Selanjutnya, selama rangkaian kegiatan dilakukan, pengelola akan melakukan pemantauan. Lalu setelah selesai, akan ada penilaian untuk melihat keberhasilan penyuluhan.Secara umum, materi penyuluhan berisi tentang penerapan pola asuh tumbuh kembang anak balita. Penyuluhan ini dilakukan sebanyak sembilan kali pertemuan dengan materi pokok sebagai berikut ini.

• Program KB (Keluarga Berencana)

Penyampaian tujuan-tujuan dasar program KB penting untuk meningkatkan kualitas masyarakat dalam memenuhi hak-hak reproduksi dan kesehatan reproduksi serta meningkatkan kualitas penduduk.

• Peran orang tua dalam pembinaan balita dan konsep diri orang tua

Usia balita adalah usia emas perkembangan dan pertumbuhan anak. Oleh karena itu ketika anak berada di usia ini, orang tua perlu benar-benar memperhatikan pola asuh dan perkembangannya agar buah hati bisa berkembang optimal.Sebagai pengasuh dan pendidik, orang tua memegang peranan besar. Sebab, pola asuh akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Dalam penyuluhan BKB, orang tua akan mempelajari poin-poin penting dalam membina tumbuh kembang anak, seperti:
  • Tidak membandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya
  • Tidak menuntut anak secara berlebihan, melebihi kemampuannya
  • Memenuhi kebutuhan akan ASI, ASAH, dan ASUH
  • Tidak merendahkan kekurangan anak, melainkan tetap memberikan dorongan padanya
  • Meningkatkan komunikasi dengan anak melalui pesan yang ikhlas
  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan perasaannya dan menjadi pendengar yang baik
  • Menjadi teladan yang baik bagi anak
Menjadi orang tua yang baik memang tidak mudah. Dibutuhkan pengetahuan, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit demi bisa memberikan yang terbaik bagi si buah hati.Jika Anda ingin tahu lebih banyak soal tips parenting atau kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips mendidik anakperkembangan anakorangtuamembesarkan anakcara mendidik anak
Peraturan Kepala BKKBN. https://jdih.bkkbn.go.id/public_assets/file/b95374187845c9da636c456ce3241da7.pdf
Diakses pada 22 Desember 2020
Kampung KB BKKBN. https://kampungkb.bkkbn.go.id/postSlider/9472/32763
Diakses pada 22 Desember 2020
Jurnal Kependudukan Indonesia. https://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id/index.php/jki/article/view/192/pdf
Diakses pada 22 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait