Kalender Masa Subur Ternyata Mudah Dibuat, Ini Caranya


Kalender masa subur sendiri. Cara menghitung masa subur dengan kalender dilakukan berdasarkan siklus menstruasi Anda, yaitu dalam rentang selama 24-38 hari.

(0)
02 Dec 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kalender masa subur bisa dibuat sendiriKalender masa subur tidak sulit bila dibuat sendiri
Kalender masa subur adalah salah satu langkah terpenting saat Anda menjalani program hamilPasalnya, di saat itulah Anda memiliki peluang terbesar untuk memiliki keturunan jika melakukan hubungan seksual dengan pasangan.Cek masa subur dengan kalender sangat dipengaruhi oleh waktu siklus menstruasi Anda.Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir hingga hari pertama menstruasi yang baru saja Anda alami.Setiap wanita mungkin memiliki siklus menstruasi yang berbeda, tetapi rentang normalnya berlangsung 24-38 hari.Di antara siklus haid ini, wanita akan mengalami masa subur (ovulasi), yakni saat sel telur dilepaskan ke rahim dan siap dibuahi oleh sel sperma.Ovulasi terjadi pada rentang 12-24 hari sebelum menstruasi hari pertama muncul. Biasanya, masa subur sebelum menstruasi selama 12 hingga 16 hari.

Mengapa penting untuk mengetahui kalender masa subur Anda?

Peluang tertinggi seorang wanita untuk hamil yaitu saat ia mengalami ovulasi. Masalahnya, sel telur yang dilepas saat masa subur ini hanya dapat bertahan 12 hingga 24 jam. Oleh karena itu, mengetahui cara menghitung masa subur dengan kalender sangat penting bagi pasangan untuk mengintensifkan hubungan seksualJadi, peluang wanita agar hamil semakin besar.Menurut riset dari The BMJ, wanita dan pria harus melakukan hubungan seksual tanpa pengaman atau alat KB apa pun setidaknya 5 hari sebelum ovulasi.Pasalnya, sel sperma pria biasanya bisa hidup di organ reproduksi wanita selama 3-5 hari sehingga sel sperma tersebut dapat langsung membuahi sel telur saat dilepaskan pada masa subur.Namun, perlu diingat, kalender masa subur sebaiknya tidak dipakai untuk menentukan hari ovulasi atau pun metode kontrasepsi.

Bagaimana cara menghitung kalender masa subur sendiri?

Kalender masa subur bergantung pada siklus menstruasi Anda
Kalender masa subur bergantung pada siklus menstruasi Anda
Anda mungkin sudah pernah mendengar bahwa masa ovulasi wanita biasanya terjadi di hari ke-14 dalam siklus menstruasi Anda. Hitungan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi hanya bisa diterapkan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari setiap bulannya.Padahal kebanyakan wanita mengalami siklus yang tidak sama setiap bulan. Ada wanita yang mengalami siklus 27 hari, kemudian berubah menjadi 30 hari, 28 hari, 29 hari, dan seterusnya.Oleh karena itu, Anda sebaiknya menghitung masa subur dengan kalender sesuai siklus Anda agar Anda bisa mengetahui masa subur dengan akurat. Namun, kalender ini tidak sepenuhnya akurat. Sebab, metode penghitungan ini berdasarkan pada rata-rata.Saat melakukan cara menghitung masa subur dengan kalender ini, Anda harus mengetahui jumlah hari pada siklus menstruasi Anda dalam beberapa bulan terakhir.
  • Hari pertama masa subur Anda dapat dihitung dengan cara mengurangi siklus terpendek dengan 18. Misalnya, siklus haid terpendek Anda adalah 28 hari, maka 28-18 = 10. Artinya, hari pertama dalam kalender masa subur Anda adalah hari ke-10 setelah hari pertama menstruasi.

  • Hari terakhir masa subur Anda dapat dihitung dengan cara mengurangi siklus terpanjang dengan 11. Misalnya, siklus haid terpanjang Anda adalah 32 hari, maka 32-11 = 21. Artinya, hari terakhir dalam kalender masa subur Anda adalah hari ke-21 setelah hari pertama menstruasi.
Berdasarkan hitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kalender masa subur Anda berkisar antara 10-21 hari setelah hari pertama menstruasi. Di situlah Anda sangat dianjurkan untuk berhubungan seksual dengan pasangan demi meningkatkan peluang Anda untuk hamil.Jika Anda bingung dengan perhitungan kalender masa subur ini, terdapat banyak aplikasi daring yang bertindak sebagai kalkulator masa subur online.Namun, sekalipun Anda telah memenuhi kriteria untuk hamil, tidak memiliki masalah kesehatan, dan melakukan hubungan seksual saat masa subur, tetap ada kemungkinan Anda tidak hamil pada bulan tersebut.

Perhatikan tanda-tanda lain saat Anda memasuki masa subur

Ovulasi ditandai dengan keluar cairan bening dari vagina seperti putih telur
Ovulasi ditandai dengan keluar cairan bening dari vagina seperti putih telur
Selain melakukan cara menghitung masa subur dengan kalender, Anda juga dapat memperhatikan tanda-tanda fisik yang terjadi selama masa subur. Tanda-tanda yang dimaksud, antara lain:
  • Keluar cairan bening yang tekstur dan warnanya mirip putih telur. Puncak masa subur biasanya ditandai dengan keluarnya cairan bening ini dalam jumlah yang lebih banyak dibanding hari-hari sebelumnya.
  • Perubahan suhu basal tubuh, biasanya suhu tubuh naik sekitar 0,5 hingga 1 derajat celcius lewat pengukuran dengan termometer.
  • Meningkatnya level luteinizing hormone (LH) yang hanya bisa diketahui dengan menggunakan alat khusus deteksi masa subur.
  • Payudara terasa kencang dan nyeri ketika disentuh.
  • Perut seperti kembung.
  • Keluar bercak darah melalui vagina.
  • Pinggul terasa pegal.
Meskipun demikian, tidak semua wanita akan mengalami gejala masa subur yang sama, bahkan ada pula wanita yang tidak merasakan pertanda di atas. Oleh karena itu, kembali lagi, penting bagi Anda untuk dapat mengetahui saat ovulasi dengan menghitung sendiri berdasarkan kalender masa subur.

Catatan dari SehatQ

Kalender masa subur yang dihitung serta mengenali tanda-tandanya mungkin akan terasa merepotkan di masa-masa awal.Namun, Anda akan terbiasa dan lebih peka terhadap sinyal yang dikeluarkan oleh tubuh Anda sendiri saat ovulasi seiring dengan berjalannya waktu.Tentu, cara menghitung masa subur dengan kalender ini akan berguna untuk program hamil Anda.Sebab, bila mengetahui masa ovulasi, Anda bisa segera berhubungan seks pada masa ini agar cepat hamil.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait masa subur wanita, Anda bisa konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.Anda juga bisa chat gratis dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menstruasimerencanakan kehamilanmasa subursiklus haidhamilkehamilanperawatan kesuburanibu hamil
Womens Health. https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/your-menstrual-cycle
Diakses pada 29 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/charting-your-fertility-cycle
Diakses pada 29 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/healthtool-ovulation-calculator
Diakses pada 29 November 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/periods/fertility-in-the-menstrual-cycle/
Diakses pada 29 November 2019
Parents. https://www.parents.com/getting-pregnant/ovulation/fertile-days/how-to-find-your-fertile-window-when-youre-trying-to/
Diakses pada 29 November 2019
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/signs-of-ovulation/
Diakses pada 29 November 2019
The BMJ. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC27529/
Diakses pada 20 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait