Kondisi Bibir Sumbing pada Bayi Dapat Terdeteksi Sebelum Lahir, Bagaimana Caranya?

(0)
27 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bibir sumbing pada bayi ditandai dengan adanya celah di bibir bagian atasBibir sumbing membuat bayi memiliki celah pada bibir atasnya
Bibir sumbing adalah cacat lahir yang membuat bibir atas bayi memiliki celah atau terbelah. Kondisi ini terjadi saat bibir bayi tidak terbentuk dengan sempurna selama perkembangan dalam kandungan.Celah pada bibir sumbing bisa berjumlah satu atau lebih, dan dapat terletak di tengah, kanan, atau kiri pada bibir bagian atas. Panjang celahnya juga bervariasi, yakni bisa pendek dan hanya selebar bibir, atau panjang hingga mendekati hidung dan langit-langit dalam mulut.

Sejak kapan bibir sumbing bisa terdeteksi?

Bibir sumbing umumnya baru diketahui setelah bayi lahir. Kondisi ini akan langsung tampak, sehingga tidak memerlukan langkah diagnosis tertentu.Meski demikian, pada beberapa kasus, kondisi bibir sumbing bisa saja terdeteksi sejak bayi masih dalam kandungan.Hasil pemindaian gambar pada pemeriksaan USG rutin, umumnya pada usia 18-21 minggu, mungkin saja dapat mendeteksi bibir sumbing pada janin. Diagnosis akan semakin jelas seiring bertambahnya usia kehamilan, apabila janin memang mengalami bibir sumbing.

Bisakah bibir sumbing dicegah?

Belum ada langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bibir sumbing, maupun perkembangannya sejak terdeteksi hingga bayi lahir. Pasalnya, kondisi ini hanya diketahui terjadi akibat perkembangan jaringan yang tidak sempurna.Faktor genetik dan sejumlah kondisi lain (seperti diabetes, obesitas, serta kurangnya asam folat saat kehamilan) diperkirakan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami bibir sumbing. Karena itu, langkah pencegahan yang dapat disarankan adalah menurunkan faktor risikonya. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Melakukan pemeriksaan genetik sebelum atau pada awal kehamilan
  • Menjaga agar kehamilan tetap sehat, misalnya rajin minum suplemen sesuai anjuran dokter dan menerapkan pola makan yang seimbang
  • Tidak merokok ataupun mengonsumsi alkohol saat akan hamil dan selama mengandung

Apa bibir sumbing bisa terjadi pada anak berikutnya?

Sebagian besar kasus bibir sumbing tidak terjadi lagi pada saudara kandung dari orang yang mengalaminya. Meski begitu, risikonya tetap ada, yaitu sekitar 2-8 persen.Risiko bibir sumbing tersebut mungkin lebih besar apabila orang tua memiliki suatu kondisi genetik yang diwariskan, seperti sindrom DiGeorge.

Dampak bibir sumbing pada bayi

Bibir sumbing bisa menyebabkan beberapa masalah, terutama di bulan-bulan awal kehidupan bayi. Gangguan tersebut meliputi:
  • Sulit menyusu, baik ASI atau susu formula, karena mulutnya tidak bisa tertutup dengan sempurna
  • Lebih berisiko untuk terkena infeksi telinga maupun gangguan pendengaran lain
  • Lebih rentan untuk mengalami kerusakan gigi karena giginya cenderung tidak berkembang dengan baik
  • Memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap gangguan bicara, seperti tidak dapat mengeluarkan bunyi kata dengan tepat
Namun terdapat berbagai cara untuk mengatasi bibir sumbing yang dapat menjadi pilihan supaya kualitas hidup penderita bisa lebih baik.

Pilihan cara untuk mengatasi bibir sumbing

Tujuan pengobatan bibir sumbing adalah mencegah terjadinya masalah terkait kondisi ini dan memperbaiki penampilan. Penanganan bisa dilakukan dengan beberapa metode berikut:
  • Operasi

Operasi bibir sumbing biasa dilakukan saat bayi berusia antara 3-6 bulan. Prosedur ini bertujuan menutup celah pada bibir dan memperbaiki bentuk mulut. Dengan ini, mulut akan tampak dan berfungsi secara normal.Sebelum menjalani operasi, dokter akan memberikan obat bius supaya pasien tidak merasa nyeri selama tindakan medis ini berlangsung.
  • Penggunaan alat bantu makan

Bayi dengan bibir sumbing bisa sulit minum ASI atau susu formula. Karena itu, ibu mungkin perlu mengikuti pelatihan khusus. Contohnya, untuk memposisikan bayi agar proses menyusu tetap lancar.Dokter juga dapat menyarankan supaya buah hati menggunakan botol susu khusus untuk penderita bibir sumbing.
  • Pengecekan telinga secara berkala

Bayi dengan bibir sumbing lebih mungkin untuk mengalami gangguan pada telinga. Misalnya, penumpukan cairan di telinga.Oleh sebab itu, pengecekan telinga perlu dilakukan lebih sering. Namun setelah operasi bibir sumbing, potensi terjadinya gangguan pada telinga dapat menurun secara signifikan.
  • Perawatan gigi

Bayi yang mengidap bibir sumbing, lebih berisiko untuk mengalami masalah pada gigi. Jadi perawatan dan pemeriksaan mulut serta gigi perlu lebih diperhatikan.Bila terjadi gangguan pertumbuhan gigi, masalah ini umumnya dapat diatasi dengan penggunaan kawat gigi.Bibir sumbing termasuk cacat lahir yang cukup umum terjadi. Kondisi ini perlu diatasi karena dapat mengganggu proses makan dan pendengaran anak.Sebagian besar kasus bibir sumbing sukses diatasi dengan tindakan operasi. Jadi konsultasikanlah ke dokter apabila buah hati mengalaminya. Dengan ini, kualitas hidup anak Anda dapat meningkat.
bibir sumbinginfeksi telingakawat gigi
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/cleftlip.html
Diakses pada 27 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cleft-palate/symptoms-causes/syc-20370985
Diakses pada 27 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cleft-lip-and-palate/
Diakses pada 27 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait