Sering Mengalami Bibir Pecah-pecah? Waspadai Bahaya Dermatitis pada Bibir

Bibir pecah-pecah dan kering merupakan salah satu pertanda dari dermatitis pada bibir atau eksim bibir
Selain mulut kering, bibir pecah-pecah merupakan gejala dari dermatitis.

Bibir pecah-pecah umumnya merupakan suatu gejala dari kondisi/penyakit tertentu. Salah satunya adalah mulut kering. Selain mulut kering, bibir pecah-pecah juga merupakan salah satu gejala dari dermatitis pada bibir atau eksim bibir.

Dermatitis merupakan suatu kondisi kulit yang ditandai dengan kulit gatal, pecah-pecah, dan terkadang terdapat lenting yang nyeri. Gejala lain dermatitis pada bibir meliputi: sensasi terbakar, gatal, nyeri, dan kemerahan pada sekitar bibir.

Jenis Dermatitis pada Bibir

Terdapat tiga jenis dermatitis yang dapat menyerang bibir seseorang, antara lain:

  1. Dermatitis kontak alergi, yaitu reaksi alergi yang disebabkan produk bibir, material dental, pasta gigi, dan obat-obatan.
  2. Dermatitis kontak iritan. Dermatitis ini dapat terjadi akibat iritasi eksternal, seperti kebiasaan menjilat bibir, kosmetik, dan faktor lingkungan.
  3. Angular cheilitis. Hal ini disebabkan karena infeksi jamur Candida atau infeksi bakteri. Iritasi umumnya terjadi pada sudut bibir dan disebabkan oleh penumpukan air liur pada daerah tersebut. Angular cheilitis sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Keluhan berupa bibir pecah-pecah, gatal dan perih terutama pada sudut bibir.

Dermatitis pada bibir dapat hilang dan timbul sepanjang hidup penderitanya. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena pengaruh genetik (riwayat dermatitis atau alergi pada keluarga) dan faktor lingkungan (kandungan produk bibir yang iritan atau kebiasaan menjilat bibir). Selain itu, pewangi, konsumsi makanan tertentu, cuaca dingin dan kering, stres, rokok, keringat, serta perubahan kadar hormon, dapat memicu terjadinya dermatitis bibir.

Mengobati Bibir Pecah-pecah Akibat Dermatitis

Bibir pecah-pecah yang Anda alami karena dermatitis dapat berkurang dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Gunakan Pelembap Bibir yang Mengandung Jeli Petroleum

Pilihlah pelembap dan atau lipstik yang tidak mengiritasi bibir. Lebih baik apabila Anda dapat menemukan pelembap bibir yang mengandung SPF 15 atau lebih untuk melindungi bibir pada cuaca panas. Iritasi bibir dapat dikenali jika Anda mengalami rasa tidak nyaman, seperti sensasi terbakar atau menyengat. Segera hentikan menggunakan produk tersebut apabila terjadi iritasi.

2. Mengganti Jenis Pelembap Bibir

Jika Anda telah menggunakan pelembap tetapi bibir masih kering, cobalah ganti dengan jenis pelembap bibir lainnya. Setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap kandungan pelembap. Kandungan pada pelembap yang dapat menyebabkan bibir kering, antara lain: eucalyptus (kayu putih), perasa (cinnamon, sitrus, mint, peppermint), pewangi, lanolin, menthol, phenol, dan asam salisilat. Sebaliknya, kandungan ceramides, petrolatum, shea butter, jeli petroleum, dan pelindung matahari, direkomendasikan karena dapat membantu menyembuhkan bibir pecah-pecah.

3. Minum Air Putih

Minum air putih berguna untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Selain itu, hindari menggigiti area bibir yang kering atau menarik lapisan kulit kering dengan tangan. Hal ini dapat menyebabkan luka pada bibir dan memperlambat proses penyembuhan.

4. Stop Kebiasaan Membasahi Bibir dengan Lidah

Pada bibir yang kering, jangan dibasahi secara terus menerus menggunakan lidah. Jika kebiasaan ini dilakukan berulang kali, bibir dapat terasa nyeri dan tidak nyaman karena air liur pada bibir akan mengalami penguapan dan membuat bibir menjadi semakin kering.

5. Mencuci Tangan Secara Rutin

Hindari penyebaran kuman dengan mencuci tangan sebelum mengaplikasikan pelembap bibir dan tidak berbagi pelembap bibir dengan orang lain.

Lakukan langkah-langkah di atas secara rutin selama 2-3 minggu untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah yang Anda alami. Selain itu, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya dermatitis pada bibir ini dengan menemukan alergen penyebab dan menghindarinya, melakukan tes skin patch sebelum menggunakan produk, mencari produk dengan bahan alami yang mengandung sedikit bahan kimia dan pewangi, tidak merokok, serta mencuci muka secara teratur untuk menghilangkan bakteri dari kulit. Hal-hal lain yang tidak kalah penting adalah menjauhkan diri dari stres dan mengatasi masalah kesehatan yang dapat memicu terjadinya bibir pecah-pecah.

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/skin-care/dry-skin/dry-and-chapped-lips
Diakses pada April 2019

DermNet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/eczematous-cheilitis/
Diakses pada April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323502.php
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed