logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Penyebab Bibir Bengkak dan Solusi untuk Mengatasinya

open-summary

Penyebab bibir bengkak dapat beragam, misalnya saja alergi, cedera, hingga kondisi neurologis yang langka. Penanganannya perlu dilakukan sesuai dengan penyebabnya.


close-summary

11 Des 2019

| Rieke Saraswati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Penyebab bibir bengkak salah satunya bisa jadi alergi

Pembengkakan bisa terjadi pada salah satu maupun kedua bibir

Table of Content

  • Apa penyebab bibir bengkak?
  • Cara menghilangkan bengkak di bibir
  • Kapan harus ke dokter?

Apa bibir bengkak pernah mendadak Anda alami tanpa sebab yang jelas? Kondisi bibir bengkak mungkin saja akibat gigitan serangga, alergi, hingga perawatan gigi.

Advertisement

Untuk mendapatkan penanganannya dengan tepat, penyebab bibir bengkak harus Anda ketahui terlebih dulu.

Apa penyebab bibir bengkak?

Ada banyak hal yang dapat memicu bibir bengkak yang Anda alami. Mulai dari hal yang ringan hingga berpotensi membahayakan. Apa sajakah itu?

1. Alergi

Ketika Anda mengalami reaksi alergi, tubuh akan menghasilkan zat kimia bernama histamin. Produksi histamin ini dapat memunculkan sejumlah gejala yang mengganggu, salah satunya bibir bengkak.

Coba ingat-ingat dulu, apakah Anda memiliki alergi atau tak sengaja terpapar dengan pemicu alergi (alergen) tertentu? Jenis alergen bisa beragam. Beberapa contohnya meliputi:

  • Debu
  • Serbuk sari
  • Spora jamur
  • Bulu hewan
  • Makanan tertentu
  • Obat-obatan tertentu

Orang sering tidak sadar bahwa ia sebenarnya memiliki alergi hingga mengalaminya. Di samping bibir bengkak, alergi juga bisa menyebabkan gatal-gatal, bersin, dan hidung tersumbat saat terjadi kontak dengan alergen.

Ketika mengalami alergi, ada baiknya Anda tidak meremehkannya dan segera mencari tahu penyebabnya. Meski jarang, reaksi alergi yang parah juga bisa terjadi dan mengancam nyawa Anda. Kondisi ini disebut anafilaksis.

2. Angioedema

Angioedema adalah pembengkakan yang dapat disebabkan oleh alergi, reaksi obat nonalergi, atau karena faktor keturunan. Kondisi ini paling sering terjadi pada bibir dan mata dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Selain mata dan bibir bengkak, Anda juga bisa mengalami gatal, rasa nyeri, dan biduran. Gejala angioedema biasanya bukan kondisi yang serius dan bisa berlangsung selama 24-48 jam.

3. Cedera atau luka

Penyebab bibir bengkak berikutnya adalah cedera atau luka di wajah. Ya, cedera atau luka pada wajah dapat memengaruhi bibir sehingga membengkak, terutama cedera yang terjadi di area mulut dan rahang. Mulai dari luka bakar, gigitan serangga, luka sayatan, luka bakar, maupun trauma akibat benda tumpul.

4. Pasca perawatan gigi

Pemasangan kawat gigi dan prosedur perawatan gigi lainnya dapat memicu efek samping berupa bibir bengkak. Bibir bengkak biasanya muncul sehari setelah Anda menjalani perawatan.

Di samping itu, gangguan atau infeksi pada gigi dan gusi juga bisa menyebabkan bibir bengkak sekaligus peradangan dalam rongga mulut. 

5. Chelitis glandularis

Chelitis glandularis adalah peradangan pada bibir. Gejalanya berupa bibir bengkak dan nyeri saat disentuh, permukaan bibir yang tidak rata, dan adanya lubang seukuran lubang jarum yang dapat mengeluarkan air liur.

Kondisi yang paling sering terjadi pada kaum pria ini belum diketahui penyebabnya. Para pakar menduga chelitis glandularis berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet (UV), cedera atau luka pada bibir, dan kebiasaan merokok.

6. Cheilitis granulomatous

Kondisi yang juga disebut Miescher chelitis ini tergolong langka dan dapat memicu bibir bengkak yang tidak kunjung membaik. Sama seperti chelitis glandularis, para pakar juga belum bisa menemukan penyebab cheilitis granulomatous secara pasti.

7. Sindrom Melkersson-Rosenthal

Sindrom Melkersson-Rosenthal adalah kelainan saraf yang tergolong langka dan menyerang wajah. Bibir bengkak merupakan gejala utamanya, tetapi sindrom ini juga bisa menyebabkan lidah pecah-pecah atau kelumpuhan pada wajah.

8. Infeksi dan peradangan

Jangan salah, selain berbagai penyakit di atas, kondisi infeksi dan peradangan pada kulit juga bisa menyebabkan pembengkakan pada bibir.

Misalnya, infeksi seperti herpes dapat menyebabkan munculnya luka dan pembengakakan pada bibir. Selain itu, kondisi peradangan dan infeksi kulit juga bisa menyebabkan bibir terlihat membengkak.

Bibir bengkak memang sekilas tampak tak berbahaya. Namun, Anda sebaiknya tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut.

Periksakan gejala bibir bengkak ke dokter agar penyebabnya segera diketahui. Dokter juga bisa memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara menghilangkan bengkak di bibir

Penanganan bibir bengkak tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berikut ini beberapa cara alami maupun medis yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya:

1. Menempelkan kompres dingin

Kompres dingin dapat digunakan untuk mengurangi bibir bengkak akibat cedera atau luka ringan, maupun perawatan gigi. Tetapi, jangan menempelkan es batu langsung ke kulit, termasuk bibir. Lapisi es batu dengan handuk atau kain terlebih dulu. Apa alasannya?

Es batu bisa membuat pembengkakan semakin parah dan meningkatkan risiko radang dingin (frostbite). Jika luka terlalu dalam atau terjadi perdarahan, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

2. Menghindari alergen

Untuk penyebab bibir bengkak akibat alergi, satu-satunya cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghindari alergen. Jika Anda belum tahu apa yang menyebabkan alergi, Anda sebaiknya membuat daftar mengenai apa saja yang mungkin menjadi pemicunya, seperti makanan, minuman, obat, dan sebagainya.

Apabila obat menjadi pemicu alergi Anda, konsultasikan pada dokter agar Anda bisa mendapatkan alternatif obat yang lebih aman.

3. Mengonsumsi obat

Jenis obat yang bisa Anda konsumsi tentu harus berdasarkan penyebab di balik bibir bengkak Anda. Berikut contohnya:

  • Obat antihistamin untuk mengatasi bibir bengkak akibat alergi.
  • Obat diphenhydramine untuk menangani bibir bengkak karena gigitan atau sengatan serangga.
  • Obat antihitamin, kortikostiroid, atau suntikan epinefrin untuk meredakan angioedema.
  • Obat antibiotik atau kortikostiroid untuk menangani chelitis glandularis. Obat-obatan ini diberikan agar penderita tidak rentan terkena infeksi bakteri.
  • ortikostioid serta obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengatasi sindrom Melkersson-Rosenthal dan chelitis granulomatous.

Kapan harus ke dokter?

Kondisi pembengkakan pada bibir bisa menjadi serius dan berbahaya ketika sudah menyebar pada kulit dan tidak diketahui apa penyebabnya. Ketika hal ini terjadi, Anda mungkin perlu penanganan dokter. Selain itu, menurut NHS, Anda juga perlu ke dokter jika bibir bengkak disertai dengan gejala berikut.

  • Masalah pernapasan yang terjadi tiba-tiba.
  • Merasa pusing atau ingin pingsan.
  • Kolaps atau tidak sadarkan diri.

Gejala tersebut merupakan tanda dari reaksi alergi serius yang mungkin terjadi. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami hal ini dan memiliki obat auto-injeksi adrenalin, Anda dapat menggunakannya sebelum tiba di rumah sakit.

Baca Juga

  • Alergi Telur, Apakah Bisa Disembuhkan?
  • 4 Obat Alergi Makanan yang Perlu Anda Ketahui
  • Sederet Risiko Kesehatan Akibat Ruangan Ber-AC yang Tertutup

Bibir bengkak umumnya bukan kondisi yang serius dan bisa hilang dengan sendirinya atau cukup diatasi dengan cara yang alami. Namun jika penyebabnya adalah alergi, Anda sebaiknya mewaspadai reaksi alergi yang parah atau anafilaksis.

Anafilaksis termasuk kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu sesak napas, tekanan darah tendah, pembengkakan lidah dan tenggorokan, serta denyut nadi lemah.

Oleh sebab itu, mengenali penyebab bibir bengkak sangatlah penting. Konsutasikan ke dokter apabila bibir bengkak tidak kunjung membaik atau disertai oleh gejala lain yang mencurigakan. Dengan ini, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat guna.

Advertisement

alergialergi akibat sengatan lebahgigitan serangga

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved