Bibir Bengkak Tak Cuma Karena Cedera, Kenali Penyebab dan Solusinya

Alergi bisa menjadi salah satu penyebab bibir bengkak
Pembengkakan bisa terjadi pada salah satu maupun kedua bibir

Apa bibir bengkak pernah mendadak Anda alami tanpa sebab yang jelas? Kondisi ini mungkin saja akibat gigitan serangga, alergi, hingga perawatan gigi.

Untuk mendapatkan penanganannya dengan tepat, penyebab bibir bengkak harus Anda ketahui terlebih dulu.

Mungkin Ini penyebab bibir bengkak Anda

Ada banyak hal yang dapat memicu pembengkakan pada bibir. Mulai dari hal yang ringan hingga berpotensi membahayakan. Apa sajakah itu?

1. Alergi

Ketika Anda mengalami reaksi alergi, tubuh akan menghasilkan zat kimia bernama histamin. Produksi histamin ini dapat memunculkan sejumlah gejala yang mengganggu, salah satunya bibir bengkak.

Coba ingat-ingat dulu, apakah Anda memiliki alergi atau tak sengaja terpapar dengan pemicu alergi (alergen) tertentu? Jenis alergen bisa beragam. Beberapa contohnya meliputi:

  • Debu
  • Serbuk sari
  • Spora jamur
  • Bulu hewan
  • Makanan tertentu
  • Obat-obatan tertentu

Orang sering tidak sadar bahwa ia sebenarnya memiliki alergi hingga mengalaminya. Di samping bibir bengkak, alergi juga bisa menyebabkan gatal-gatal, bersin, dan hidung tersumbat saat terjadi kontak dengan alergen.

Ketika mengalami alergi, ada baiknya Anda tidak meremehkannya dan segera mencari tahu penyebabnya. Meski jarang, reaksi alergi yang parah juga bisa terjadi dan mengancam nyawa Anda. Kondisi ini disebut anafilaksis.

2. Angioedema

Angioedema adalah pembengkakan yang dapat disebabkan oleh alergi, reaksi obat nonalergi, atau karena faktor keturunan. Kondisi ini paling sering terjadi pada bibir dan mata dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Selain mata dan bibir bengkak, Anda juga bisa mengalami gatal, rasa nyeri, dan biduran. Gejala angioedema biasanya bukan kondisi yang serius dan bisa berlangsung selama 24-48 jam.

3. Cedera atau luka

Cedera atau luka pada wajah juga dapat memengaruhi bibir sehingga membengkak, terutama cedera yang terjadi di area mulut dan rahang. Mulai dari luka bakar, gigitan serangga, luka sayatan, luka bakar, maupun trauma akibat benda tumpul.

4. Pasca perawatan gigi

Pemasangan kawat gigi dan prosedur perawatan gigi lainnya dapat memicu efek samping berupa bibir bengkak. Pembengkakan ini biasanya muncul sehari setelah Anda menjalani perawatan.

Di samping itu, gangguan atau infeksi pada gigi dan gusi juga bisa menyebabkan bibir yang membengkak sekaligus peradangan dalam rongga mulut. 

5. Chelitis glandularis

Chelitis glandularis adalah peradangan pada bibir. Gejalanya berupa bibir bengkak dan nyeri saat disentuh, permukaan bibir yang tidak rata, dan adanya lubang seukuran lubang jarum yang dapat mengeluarkan air liur.

Kondisi paling sering terjadi pada kaum pria ini belum diketahui penyebabnya. Para pakar menduga chelitis glandularis berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet (UV), cedera atau luka pada bibir, dan kebiasaan merokok.

6. Cheilitis granulomatous

Kondisi yang juga disebut Miescher chelitis ini tergolong langka dan dapat memicu bibir bengkak yang tidak kunjung membaik. Sama seperti chelitis glandularis, para pakar juga belum bisa menemukan penyebab cheilitis granulomatous secara pasti.

7. Sindrom Melkersson-Rosenthal

Sindrom Melkersson-Rosenthal adalah kelainan saraf yang tergolong langka dan menyerang wajah. Bibir bengkak merupakan gejala utamanya, tetapi sindrom ini juga bisa menyebabkan lidah pecah-pecah atau kelumpuhan pada wajah.

Bibir bengkak memang sekilas tampak tak berbahaya. Namun Anda sebaiknya tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut.

Periksakan gejala bibir bengkak ke dokter agar penyebabnya segera diketahui. Dokter juga bisa memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara mengatasi bibir bengkak

Penanganan bibir bengkak tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berikut ini beberapa cara alami maupun medis yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya:

1. Menempelkan kompres dingin

Kompres dingin dapat digunakan untuk mengurangi bibir bengkak akibat cedera atau luka ringan, maupun perawatan gigi. Tetapi jangan menempelkan es batu langsung ke kulit, termasuk bibir. Lapisi es batu dengan handuk atau kain terlebih dulu. Apa alasannya?

Es batu bisa membuat pembengkakan semakin parah dan meningkatkan risiko radang dingin (frostbite). Jika luka terlalu dalam atau terjadi perdarahan, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

2. Menghindari alergen

Untuk bibir bengkak akibat alergi, satu-satunya cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghindari alergen. Jika Anda belum tahu apa yang menyebabkan alergi, Anda sebaiknya membuat daftar mengenai apa saja yang mungkin menjadi pemicunya, seperti makanan, minuman, obat, dan sebagainya.

Apabila obat menjadi pemicu alergi Anda, konsultasikan pada dokter agar Anda bisa mendapatkan alternatif obat yang lebih aman.

3. Mengonsumsi obat

Jenis obat yang bisa Anda konsumsi tentu harus berdasarkan penyebab di balik bibir bengkak Anda. Berikut contohnya:

  • Obat antihistamin untuk mengatasi bibir bengkak akibat alergi.
  • Obat diphenhydramine untuk menangani bibir bengkak karena gigitan atau sengatan serangga.
  • Obat antihitamin, kortikostiroid, atau suntikan epinefrin untuk meredakan angioedema.
  • Obat antibiotik atau kortikostiroid untuk menangani chelitis glandularis. Obat-obatan ini diberikan agar penderita tidak rentan terkena infeksi bakteri.
  • ortikostioid serta obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengatasi sindrom Melkersson-Rosenthal dan chelitis granulomatous.

Bibir bengkak umumnya bukan kondisi yang serius dan bisa hilang dengan sendirinya atau cukup diatasi dengan cara yang alami. Namun jika penyebabnya adalah alergi, Anda sebaiknya mewaspadai reaksi alergi yang parah atau anafilaksis.

Anafilaksis termasuk kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu sesak napas, tekanan darah tendah, pembengkakan lidah dan tenggorokan, serta denyut nadi lemah.

Oleh sebab itu, mengenali penyebab bibir bengkak sangatlah penting. Konsutasikan ke dokter apabila pembengkakan bibir tidak kunjung membaik atau disertai oleh gejala lain yang mencurigakan. Dengan ini, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat guna.

Healthline. https://www.healthline.com/health/swollen-lips
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/woke-up-with-swollen-lip
Diakses pada 11 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5310141/
Diakses pada 11 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed