Daftar Biaya Cuci Darah Sesuai Tipe Rumah Sakitnya

(0)
21 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Biaya cuci darah berbeda-beda, tergantung pada klinik maupun rumah sakit tempat Anda menjalani perawatan.Biaya cuci darah bisa ditanggung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan.
Biaya cuci darah yang harus ditanggung oleh para penderita gagal ginjal tidak jarang membuat mereka urung datang ke rumah sakit untuk melakukan perawatan ini. Padahal, hemodialisis adalah prosedur wajib bagi orang yang ginjalnya sudah rusak agar kualitas hidup mereka tetap baik.Cuci darah diperlukan ketika ginjal sudah tidak mampu lagi membuang cairan maupun sampah sisa metabolisme keluar dari tubuh. Hal ini biasanya terjadi ketika bagian ginjal yang berfungsi tinggal 10-15% sehingga dikatakan sebagai gagal ginjal.Gagal ginjal biasanya mengakibatkan rasa mual, muntah, lelah, hingga bengkak di beberapa bagian tubuh. Kondisi ini mencerminkan naiknya kadar racun di dalam darah yang harus segera dikeluarkan dari tubuh dengan metode cuci darah alias hemodialisis.

Berapa biaya cuci darah di Indonesia?

Cuci darah memang tidak dapat menyembuhkan gagal ginjal. Namun, perawatan ini dapat membuat Anda merasa lebih nyaman dan hidup lebih lama. Sebab, hemodialisis mampu mengontrol tekanan darah sekaligus menyeimbangkan mineral yang ada di dalam darah, seperti kalium, sodium, dan kalsium.Menurut standar pemerintah, biaya cuci darah yang paling murah berkisar Rp450.000-600.000,- per tindakan. Itupun dilakukan di rumah sakit tipe C atau dengan fasilitas dialisis yang paling sederhana.
Cuci darah membutuhkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Daftar biaya cuci darah sejumlah RS

Besaran biaya cuci darah memang akan berbeda-beda, tergantung rumah sakit dan peralatan yang digunakan. Misalnya, biaya cuci darah di rumah sakit tipe A (paling tinggi) biasanya lebih mahal dibanding biaya cuci darah di rumah sakit tipe B maupun C.Sebagai gambaran, berikut ini daftar biaya cuci darah di beberapa rumah sakit pemerintah yang tarifnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan:
  • Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta: terbagi menjadi 3 jenis, yakni kecil (Rp1.000.000-3.000.000), sedang (Rp3.050.000-6.000.000), dan besar (Rp 6.500.000-11.000.000) per tindakan.
  • Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. DR. Sulianti Saroso Jakarta: Rp400.000-1.200.000 per tindakan.
  • Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya: Rp1.100.000 per pemeriksaan.
  • Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala Tangerang: Rp750.000-877.000 per tindakan.
Mahalnya biaya cuci darah di atas tidak heran kerap mengurungkan niat para pasien untuk menjalani perawatan tersebut.Apalagi, mereka setidaknya harus menjalani prosedur tersebut sedikitnya 2 kali dalam seminggu selama jangka waktu tertentu atau bahkan seumur hidup (bagi penderita gagal ginjal kronis).Salah satu jalan keluarnya adalah mendaftarkan diri menjadi peserta asuransi kesehatan, baik asuransi milik pemerintah (BPJS) maupun asuransi swasta.

Jaminan biaya cuci darah dari BPJS

Banyak pasien gagal ginjal yang merasa terbantu dengan ikut program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan yang diselenggarakan pemerintah.
Pastikan kepesertaan Anda aktif untuk mendapatkan layanan BPJS.
Dengan membayar premi per bulan yang relatif murah dibanding asuransi swasta, peserta tidak perlu lagi khawatir akan biaya cuci darah, karena biayanya ditanggung oleh pemerintah.Syaratnya, Anda harus mengikuti prosedur penggunaan BPJS Kesehatan yang kerap dicap rumit karena berjenjang. Prosedur administrasi yang harus Anda lalui sebelum cuci darah antara lain:
  • Mengurus surat keterangan untuk mendapatkan rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit dituju yang memiliki mesin hemodialisis untuk cuci darah.
  • Sesampainya di rumah sakit, Anda harus mendaftar terlebih dahulu ke loket BPJS Kesehatan. Ini dilakukan setiap kali Anda akan melakukan cuci darah.
  • Setelah mendapat hari dan waktu melakukan cuci darah, Anda harus datang beberapa jam lebih awal untuk mengurus administrasinya kembali.
Pastikan Anda menjalani perawatan sesuai indikasi medis dan seluruh tahapan sesuai prosedur. Jika semua sudah benar, maka Anda tidak perlu lagi khawatir mengenai biaya cuci darah, karena pemerintah menanggungnya.Saat ini, BPJS Kesehatan juga memberlakukan sistem pembayaran dengan sistem ‘paket’ melalui INA-CBGs. Artinya, seluruh tindakan yang menyertai cuci darah (misalnya transfusi dan pemberian obat-obatan) juga akan ditanggung oleh BPJS sesuai kelas rumah sakit.Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan ada perawatan atau obat yang tidak ditanggung, sehingga Anda harus membayar sendiri. Untuk mengantisipasi ini, Anda dapat juga membeli polis asuransi swasta yang bekerja sama dengan BPJS, sehingga bisa menutup kekurangan biaya tersebut.Sistem ini diharapkan membuat masyarakat tidak khawatir lagi dengan biaya cuci darah. Dengan demikian, pasien gagal ginjal dapat memiliki kualitas hidup yang baik dan tetap dapat beraktivitas seperti biasa.
bpjs kesehatankelainan darahgagal ginjal kronisgagal ginjal
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/hemodialysis
Diakses pada 5 September 2020
NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidney-failure/hemodialysis
Diakses pada 5 September 2020
Kementerian Keuangan RI. https://jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2014/34~PMK.05~2014PerLamp.pdf
Diakses pada 5 September 2020
Kementerian Keuangan RI. https://jdih.kemenkeu.go.id/FullText/2019/8~PMK.05~2019Per.pdf
Diakses pada 5 September 2020
Kementerian Keuangan RI. https://jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2018/21~PMK.05~2018Per.pdf
Diakses pada 5 September 2020
Kementerian Hukum dan HAM. http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/arsip/bn/2014/bn569-2014.pdf
Diakses pada 5 September 2020
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/2b67b6556b028d910d2ee8df4245e886.pdf
Diakses pada 5 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait