Efek Bias Kognitif dalam Pengambilan Keputusan dan Cara Mencegahnya


Bias kognitif dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan cara seseorang dalam mengambil keputusan. Jika dibiarkan begitu saja, bias kognitif dapat membuat Anda mempunyai pikiran menyimpang.

0,0
Bias kognitif dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan cara seseorang dalam mengambil keputusanBias kognitif dapat berpengaruh buruk terhadap cara Anda mengambil keputusan
Hampir semua orang pasti pernah salah dalam memproses dan menafsirkan informasi yang mereka terima. Kesalahan dalam berpikir itu pun kemudian berpengaruh terhadap keputusan yang diambil.Jika Anda termasuk salah satu orang yang mengalaminya, kondisi ini dikenal dengan istilah bias kognitif. Melihat dampaknya yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan, penting bagi Anda untuk memahami jenis-jenis bias ini.

Apa itu bias kognitif?

Bias kognitif adalah kondisi yang terjadi karena adanya kesalahan sistematis dalam berpikir, memproses, dan menafsirkan informasi, sehingga hal tersebut kemudian memengaruhi cara mereka menilai serta mengambil keputusan. Bias ini kerap muncul sebagai hasil dari upaya otak dalam menyederhanakan informasi yang diterima.Beberapa kondisi yang menjadi tanda terjadinya bias kognitif, antara lain:
  • Hanya memerhatikan berita yang mengonfirmasi atau sejalan dengan pendapat Anda
  • Menyalahkan faktor luar ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana
  • Menganggap kesuksesan orang lain sebagai keberuntungan dan membanggakan capaiannya sendiri
  • Berasumsi bahwa orang lain membagikan (mencuri) ide atau pendapat Anda
  • Belajar sedikit tapi merasa sudah mengetahui banyak hal
Jika dibiarkan begitu saja, bias kognitif dapat membuat Anda mempunyai pikiran menyimpang. Keyakinan terhadap teori konspirasi misalnya, kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh bias ini.

Jenis-jenis bias kognitif

Bias kognitif terdiri dari berbagai macam jenis. Masing-masing jenis mempunyai faktor pemicu bias dan menghasilkan pola perilaku yang berbeda. Jenis-jenis bias kognitif antara lain sebagai berikut:

1. Actor-observer bias

Actor-observer bias adalah bias kognitif di mana seseorang punya kecenderungan untuk menganggap hal buruk yang ia alami bukan terjadi sebagai buah dari tindakannya sendiri. Sementara, apabila orang lain mengalami hal serupa, ia akan menyebut bahwa apa yang dialami terjadi akibat kesalahannya sendiri.Sebagai contoh, ketika didiagnosis dokter menderita kolesterol tinggi, Anda mengatakan bahwa kondisi tersebut terjadi karena faktor genetik. Berbeda jika orang lain yang mengalaminya, Anda akan mengatakan bahwa kondisi itu terjadi karena orang itu punya pola makan yang buruk atau kurang olahraga.

2. Anchoring bias

Bias ini terjadi karena Anda terlalu bergantung pada informasi pertama yang dipelajari. Contoh, Anda mendapatkan informasi jika harga bekas dari mobil tertentu adalah Rp100 juta. Pada saat menemukan mobil dengan merek dan kondisi serupa di bawah harga tersebut, Anda mengiranya sebagai penawaran yang bagus, tanpa mencari tahu lagi berapa sebenarnya harga pasar mobil itu.

3. Attentional bias

Attentional bias merupakan jenis bias kognitif yang membuat Anda terlalu fokus pada hal-hal bagus dan mengabaikan beberapa aspek penting lainnya. Misalnya, Anda baru saja membeli mobil bekas. Keputusan tersebut Anda ambil karena jatuh cinta dengan eksterior dan interior mobil tersebut, tanpa memerhatikan jarak tempuh maupun riwayat kerusakan mesinnya.

4. Availability heuristic

Jenis bias ini terjadi karena seseorang menaruh nilai atau kepercayaan besar pada informasi atau ide yang muncul dengan mudah di pikiran. Menurut American Psychology Association, informasi yang mudah diakses dalam memori tampak lebih dapat diandalkan bagi beberapa orang, di mana kemudian dijadikan patokan dalam pengambilan keputusan.

5. Confirmation bias

Confirmation bias membuat Anda mengambil keputusan sesuai dengan apa yang diyakini. Ketika sudah terpengaruh oleh bias ini, orang akan cenderung mengabaikan atau menolak segala informasi yang bertentangan dengan keyakinannya.

6. False consensus effect

Jenis bias ini terjadi saat seseorang melebih-lebihkan seberapa banyak orang lain setuju dengan penilaian atau perilakunya. False consensus effect membuat orang mempunyai kecenderungan untuk berpikir bahwa keyakinan dan perilakunya adalah hal yang biasa, sementara apa yang dilakukan orang lain lebih menyimpang. 

7. Functional fixedness

Functional fixedness merupakan jenis bias kognitif yang membuat Anda cenderung untuk melihat objek hanya bekerja dengan cara tertentu. Contoh, saat tidak memiliki palu, Anda menganggap bahwa kunci pas maupun benda keras lainnya tidak bisa digunakan untuk menancapkan paku ke dinding.

8. Halo effect

Halo effect adalah kondisi yang terjadi saat kesan keseluruhan tentang orang lain memengaruhi perasaan dan pemikiran Anda terhadap mereka. Sebagai contoh, orang-orang umumnya punya kecenderungan menilai orang lain dari fisik terlebih dahulu. 

9. The Dunning-Kruger Effect

Bias ini menyebabkan seseorang percaya bahwa mereka lebih pintar daripada kenyataannya. The Dunning-Kruger Effect memang dapat membuat orang jadi lebih percaya diri, tetapi orang yang terpengaruh menjadi tidak bisa mengenali kekurangannya sendiri.

Cara mencegah terjadinya bias kognitif

Bias kognitif dapat berpengaruh buruk terhadap cara Anda mengambil keputusan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengerti bagaimana cara mencegah terjadinya bias ini. Sejumlah tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, meliputi:
  • Mempelajari jenis-jenis bias yang mungkin terjadi agar lebih mudah mengenalinya
  • Memperlambat proses pengambilan keputusan pada situasi-situasi yang rentan terjadi bias
  • Meminta bantuan orang lain yang lebih paham dan ahli untuk membantu menimbang terjadinya kemungkinan tertentu
  • Membuat checklist, algoritma, dan ukuran objektif untuk membantu Anda fokus pada faktor-faktor yang relevan

Catatan dari SehatQ

Bias kognitif dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan cara seseorang dalam mengambil keputusan. Jika dibiarkan begitu saja, bias kognitif dapat membuat Anda mempunyai pikiran menyimpang.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kesehatan mentalberpikir positif
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-cognitive-bias-2794963
Diakses pada 28 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/cognitive-bias
Diakses pada 28 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait