Biang Keringat pada Bayi, Perlukah Dikhawatirkan?

(0)
11 Apr 2019|Anita Djie
Biang keringat pada bayi merupakan kondisi yang membuat bayi tidak nyamanBiang keringat pada bayi merupakan kondisi yang cukup sering terjadi
Biang keringat pada bayi muncul dalam bentuk bintik-bintik merah yang terlihat jelas pada kulit mereka. Biang keringat ini biasanya muncul saat cuaca panas dan lembap. Biang keringat atau miliaria merupakan ruam berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal dan dapat menyebabkan sensasi menyengat atau perih pada bagian kulit. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa namun umumnya terjadi pada bayi dan anak-anak.Kelenjar keringat pada bayi yang belum berkembang secara sempurna membuat bayi rentan terhadap biang keringat. Kelenjar keringat tersebut dapat terhalang jika cuaca terlalu panas, yang menyebabkan keringat terperangkap di bawah kulit bayi dan memunculkan biang keringat pada bayi.Tidak hanya ketika cuaca panas, bayi juga bisa mengalami biang keringat saat  mengenakan pakaian yang berlapis-lapis atau saat bayi sedang demam.

Jenis biang keringat pada bayi

Biang keringat atau miliaria pada bayi biasanya muncul pada bagian wajah, leher, dan lipatan kulit, seperti ketiak atau bagian dalam siku. Terkadang biang keringat dapat menyebabkan gatal pada bayi. Berdasarkan jenisnya, terdapat tiga macam miliaria pada bayi, di antaranya:
  • Miliaria ruba, biang keringat pada bayi yang paling umum terjadi dan berupa benjolan-benjolan kecil berwarna merah yang gatal.
  • Miliaria crystallina, biang keringat  yang lebih parah dari miliaria ruba dan dapat berupa lepuhan-lepuhan kecil yang berwarna putih atau transparan.
  • Miliaria profunda, biang keringat yang paling jarang terjadi, bayi yang mengalami ini akan memiliki kulit yang memerah dan terbakar, serta terdapat lepuhan-lepuhan yang terlihat seperti jerawat. Pada jenis biang keringat ini, biang keringat dapat terinfeksi.
  • Miliaria pustulosa, biang keringat pada tubuh bayi yang berupa lepuhan-lepuhan yang mungkin dapat menjadi luka yang mengering (keropeng). Saat luka tersebut terbuka, maka kulit akan berdarah.

Penyebab biang keringat atau miliaria pada bayi

Miliaria dapat disebabkan oleh hal apapun yang mencegah pori-pori kulit untuk bernapas. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), proses penyerapan dan pengeluaran keringat pada bayi belum berjalan dengan semestinya. Akibatnya sering ditemukan bayi berkeringat berlebihan.Keringat pada bayi ini bisa tersumbat oleh kulit ari yang belum berganti. Kumpulan keringat tersebut kemudian mendesak kulit sehingga membentuk lepuh-lepuh halus yang di antaranya berwarna bintil merah berukuran kecil di tubuh bayi yang menimbulkan rasa gatal atau disebut biang keringat.Biang keringat bisa kambuh berulang-ulang, terutama jika suhu udara sedang panas. Jika mengalami kontak dengan kuman dan mengalami iritasi, miliria bisa terinfeksi dan berubah menjadi bisul yang berisi nanah yang harus diobati. 

Cara mengatasi dan mencegah biang keringat pada bayi

Miliaria terkadang cukup mengganggu, apalagi jika bayi merasakan gatal karena biang keringat yang dialami. Terdapat beberapa cara mengatasi dan mencegah biang keringat pada bayi, seperti:
  • Anda dapat menggunakan kipas angin atau AC untuk membuat ruangan yang sejuk untuk bayi. 
  • Segera bawa bayi ke tempat yang teduh saat terdapat tanda-tanda biang keringat pada mereka.
  • Anda dapat menggunakan kain lap yang telah dibilas dengan air yang sejuk untuk menghilangkan bekas keringat dari kulit bayi.
  • Jangan menggunakan bedak karena dapat membahayakan pernapasan. Namul, bila peradangan cukup banyak, Anda boleh mengoleskan bedak atau salep biang keringat bayi sesuai anjuran dokter.
  • Lepaskan baju-baju tambahan yang dikenakan bayi dan longgarkan pakaian yang digunakan.
  • Selalu memakaikan baju dengan bahan yang tidak panas pada bayi, seperti katun, untuk mencegah munculnya biang keringat pada bayi.
  • Anda tidak perlu menggunakan minyak, lotion, ataupun krim pada bayi karena penggunaan bahan-bahan tersebut justru dapat memperparah biang keringat pada bayi. Namun, Anda dapat memberikan krim yang diberikan oleh dokter untuk biang keringat bayi.
  • Selalu membersihkan bagian lipatan kulit bayi agar tidak ada bekas-bekas keringat yang menempel.
  • Pastikan ada ventilasi udara dan jaga kamar bayi agar tetap berada pada suhu sedang yakni antara 16-20 derajat Celcius.
  • Selalu menjaga agar bayi tidak dehidrasi dengan menyusui bayi pada waktunya dan memberikan air kepada bayi.
Miliaria umumnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian obat biang keringat bayi secara khusus. Jika diperiksakan ke dokter, mungkin dokter akan meresepkan salep biang keringat bayi seperti krim hidrokortison untuk mengurangi ruam.Segeralah berkonsultasi ke dokter jika biang keringat bayi tak kunjung membaik setelah penanganan lebih dari 3 hari. Terutama jika biang keringat pada bayi disertai dengan demam, pembengkakan dan rasa sakit pada area biang keringat, nanah, luka-luka, ataupun pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau lipatan paha.
biang keringat
Health Essentials.
https://health.clevelandclinic.org/child-heat-rash-cool-heres/
Diakses pada 26 Maret 2019
Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/324702.php
Diakses pada 26 Maret 2019
Raisingchildren.net.au.
https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/heat-rash
Diakses pada 26 Maret 2019
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/multimedia/baby-rashes/sls-20076668?s=5
Diakses pada 26 Maret 2019
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/miliaria-mengenal-dan-mencegahnya Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait