Biang keringat pada wajah bayi adalah hal yang wajar namun mengganggu penampilan dan membuat bayi tidak nyaman
Biang keringat di wajah tentu membuat bayi merasa tak nyaman dan mengganggu penampilan.

Biang keringat pada bayi merupakan hal yang wajar dan dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Tak hanya membuat bayi merasa tidak nyaman, biang keringat di wajah juga membuat penampilan jadi tidak sedap dipandang.

Mengapa Muncul Biang Keringat di Wajah?

Mengajak bayi berjalan-jalan merupakan kebiasaan umum yang dilakukan semua orangtua. Biasanya bayi dipakaikan pakaian lengkap hingga aksesoris kepala. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari agar tidak kedinginan hingga mengikuti trend zaman now.

Namun tahukah Anda, di saat suhu udara sekitar bayi mulai panas, maka ia mulai berkeringat. 

Proses keluarnya keringat bayi dan pergantian sel kulit mati pada bayi belum sepenuhnya sempurna. Terkadang sel kulit mati yang masih ada malah menyumbat pori-pori tempat keluarnya keringat. Kondisi inilah yang pada akhirnya menimbulkan bintil merah yang gatal atau sering disebut biang keringat.

Biang keringat atau miliaria biasanya muncul saat cuaca panas dan keadaan lingkungan yang lembab. Keadaan ini membuat bayi akan merasa tidak nyaman sehingga bayi menangis dan sulit untuk tenang. Keadaan ini harus diatasi agar tidak menimbulkan risiko infeksi di kemudian hari.

Gejala biang keringat hanya berupa bintil bintil merah yang gatal. Biasanya bintil-bintil ini muncul pada bagian tubuh yang mudah berkeringat seperti bagian atas kepala, wajah, ketiak, dada, punggung, dan lipat paha.

Menangani Biang Keringat di Wajah Bayi

Anda dapat melakukan hal berikut sebagai penanganan sementara ketika bayi Anda terkena biang keringat di wajah:

  • Tempelkan sesuatu yang dingin seperti es batu yang dibalut kain atau kain yang dibasahi dengan air dingin tidak lebih dari 20 menit.
  • Tepuk atau tekan dengan ringan daerah dengan biang keringat. Hindari menggaruk biang keringat tersebut.

Tidak disarankan menggunakan salep atau sabun yang beraroma kecuali saran dari dokter.

Namun, jangan khawatir, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi biang keringat pda bayi:

  1. Setiap kali anak berkeringat, segera ganti bajunya.
  2. Setelah itu lap dengan lembut kulit yang terkena biang keringat dengan kain bersih yang telah dibasahi air hangat.
  3. Kemudian biarkan bayi tanpa baju untuk beberapa saat sampai kulit dan lipatan-lipatan kulitnya menjadi kering dengan sendirinya. Tujuannya mencegah luka yang timbul akibat kena gosokan handuk kering pada daerah dengan biang keringat.
  4. Usapkan sedikit bedak bayi.
  5. Kenakan baju yang kering, bersih, dan nyaman. Pilih yang terbuat dari bahan katun.
  6. Hindari penggunaan aksesori di daerah kepala dan wajah yang dapat menutup pori-pori wajah.
  7. Bila biang keringat tidak kunjung hilang atau bertambah parah, bawa anak untuk menemui dokter agar diberikan terapi yang sesuai.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Biang keringat normalnya akan sembuh dengan sendirinya ketika ditangani dengan baik dan benar. Namun, jangan biarkan si kecil gelisah dan periksakan ke dokter jika:

  • Biang keringat tidak membaik setelah penanganan selama lebih dari 3 hari
  • Timbul demam
  • Timbul rasa sakit/gatal yang berat
  • Timbul tanda-tanda infeksi seperti terlihat nanah atau sering berulang beberapa kali dalam waktu yang pendek
  • Mengganggu aktivitas anak

Semoga informasi ini bermanfaat bagi para orangtua. Anak yang sehat dan ceria sumber dari kebahagiaan orangtua dan keluarga.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/miliaria-mengenal-dan-mencegahnya
Diakses pada 19 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276
Diakses pada 19 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heat-rash-prickly-heat/
Diakses pada 19 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed