Bersiaplah, Ini 9 Tanda Menstruasi akan Segera Tiba

Cermati tanda-tanda menstruasi agar Anda lebih siap menyambut tamu bulanan
Tanda menstruasi bisa mulai muncul pada lima hari hingga dua minggu sebelum haid

Menstruasi adalah siklus alami yang dialami oleh kaum hawa setiap bulan. Namun tak semua perempuan dapat memprediksi kapan ‘tamu bulanan’ ini akan datang. Untuk membantu Anda,  mari simak tanda-tanda menstruasi yang mudah dikenali. 

Kenali tanda-tanda menstruasi ini

Tanda-tanda menstruasi lebih sering dikenal dengan istilah premenstrual syndrome (PMS). Lebih dari 90% wanita mengalami gejala PMS, namun gejalanya berbeda-beda satu sama lain. 

Sebagian besar gejala PMS yang muncul tergolong ringan. Tapi pada sebagian wanita, PMS bisa jadi cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.  

Umumnya, tanda-tanda menstruasi akan terjadi sekitar lima hari hingga bahkan dua minggu sebelum menstruasi datang. Apa sajakah gejala tanda-tanda PMS yang perlu Anda ketahui agar bisa bersiap diri?

1. Munculnya jerawat

Jerawat merupakan masalah umum yang kerap terjadi menjelang menstruasi. Jerawat yang berkaitan dengan menstruasi seringkali muncul di area dagu dan rahang.

Tetapi area tubuh lain pun belum tentu terbebas. Jerawat bisa pula tumbuh di wajah, punggung, atau bagian tubuh lainnya. 

Jerawat akibat haid muncul akibat perubahan hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Perubahan ini merangsang produksi minyak atau sebum berlebih dan menyumbat pori-pori kulit.

Saat terjadi sumbatan pada pori-pori, bakteri akan lebih mudah untuk berkembang dan memicu peradangan. Inilah yang kemudian menjadi jerawat. 

Sebagian besar jerawat yang muncul menjelang menstruasi, biasanya akan hilang ketika siklus haid berakhir. 

2. Terjadi kram perut

Sebagian besar wanita akan mengalami kram perut jelang menstruasi. Tanda menstruasi satu ini bisa terjadi beberapa hari menuju jadwal menstruasi, kemudian akan berlangsung selama dua hingga tiga hari saat haid tiba. 

Kram perut bisa terjadi dengan tingkat ringan hingga parah. Pada beberapa perempuan, kram perut yang cukup parah bisa saja menghambat rutinitas mereka.

Kram menstruasi dapat terasa di perut bagian bawah. Gejala ini dapat pula menjalar ke punggung dan paha bagian atas, sehingga menimbulkan rasa pegal.

Nyeri perut saat menstruasi dapat terjadi akibat adanya kontraksi dalam rahim selama proses peluruhan rahim. Kontraksi otot rahim ini dipicu oleh hormon prostaglandin, yang kadarnya meningkat tepat sebelum datang bulan dimulai. 

Jika terjadi kontraksi yang terlalu kuat selama haid, pembuluh darah di dekat rahim bisa tertekan. Kondisi ini dapat menghambat suplai oksigen ke dalam rahim. Akibatnya, kadar oksigen dalam rahim akan rendah dan bisa menyebabkan munculnya rasa sakit dan kram. 

Beberapa kondisi kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan kram perut terasa semakin menyakitkan. Contohnya, polip rahim, endometriosis, stenosis serviks (penyempitan leher rahim), adenomiosis, serta penyakit infeksi panggul. 

3. Payudara terasa bengkak dan nyeri saat disentuh

Payudara terasa penuh dan nyeri saat disentuh termasuk tanda-tanda menstruasi yang menandakan haid sebentar lagi datang. 

Gejala ini umumnya terjadi pada hari pertama haid, di mana kadar estrogen mulai meningkat. Produksi hormon prolaktin juga bisa bertambah. Hormon ini memengaruhi produksi air susu di payudara. 

4. Sakit kepala

Anda bisa saja mengeluhkan sakit kepala menjelang kunjungan tamu bulanan. Hal ini dapat terjadi akibat perubahan kadar estrogen dalam tubuh, yang dapat mengganggu hormon serotonin di otak. Alhasil, Anda akan merasa sakit kepala dan migrain sebagai tanda-tanda menstruasi. 

5. Perut kembung

Perut kembung juga bisa menjadi gejala menstruasi akan segera tiba. Perubahan hormon menyebabkan tubuh Anda menahan lebih banyak air dan garam dari biasanya. Kondisi ini kemudian berujung pada perut kembung.

6. Sembelit atau diare

Beberapa perempuan mungkin saja mengalami sembelit atau diare jelang siklus haid. Kondisi ini lagi-lagi berhubungan dengan perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita.

Selain merangsang kontraksi dalam rahim, hormon prostaglandin juga bisa memicu kontraksi di dalam usus. 

7. Perubahan suasana hati (mood)

Tanda menstruasi yang tergolong populer adalah perubahan suasana hati (mood swing). Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat membuat Anda menjadi lebih sensitif, uring-uringan, serta mudah tersinggung, cemas, dan menangis. 

8. Nafsu makan yang meningkat

Saat PMS, nafsu makan Anda mungkin akan meningkat. Anda bahkan bisa mengalami kondisi seperti mengidam jenis makanan tertentu. Misalnya, cokelat, permen, maupun makanan asin. 

9. Lelah, tapi sulit tidur

Saat mengalami PMS, kualitas tidur mungkin saja terganggu. Anda menjadi lebih sulit tidur di malam hari, padahal tubuh sudah kelelahan. Disadari atau tidak, kondisi ini termasuk salah satu tanda-tanda bahwa tamu bulanan Anda akan segera datang.

Tapi Anda tidak perlu cemas. Pasalnya, gejala PMS ini akan hilang dengan sendirinya saat haid Anda sudah mulai. 

Jika Anda mengalami tanda-tanda menstruasi yang sangat parah hingga mengganggu rutinitas, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter kandungan. Dokter akan membantu Anda untuk mengatasi gejala PMS, sehingga Anda bisa kembali beraktivitas dengan lancar.

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/period-signs
Diakses pada 23 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/pms-symptoms-vs-pregnancy-symptoms
Diakses pada 23 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/acne-around-mouth#causes
Diakses pada 23 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/pms/signs-your-period-is-coming
Diakses pada 23 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/menstrual-cramps#1
Diakses pada 23 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed