Berkeringat Saat Tidur, Bisa Jadi Tanda Penyakit Tertentu


Berkeringat saat tidur bisa saja merupakan indikasi terjadinya penyakit tertentu. Kondisi berkeringat saat tidur yang normal adalah ketika suhu ruangan terlalu tinggi atau pakaian yang dikenakan terlalu tebal.

(0)
14 Oct 2019|Azelia Trifiana
Berkeringat saat tidur di bagian dadaBaju dan tubuh basah kuyup penuh keringat setiap kali bangun tidur malam bisa menandakan penyakit tertentu
Terbangun dengan baju dan rambut basah kuyup tentu bukan hal yang diinginkan banyak orang. Bukannya segar, yang terjadi justru bingung atau bahkan khawatir jangan-jangan berkeringat saat tidur mengindikasikan adanya penyakit tertentu?Kondisi berkeringat saat tidur yang normal adalah ketika suhu ruangan terlalu tinggi atau pakaian yang dikenakan terlalu tebal. Namun menjadi tidak normal jika berkeringat saat tidur terjadi hampir setiap malam.Ada banyak penyebab terjadinya berkeringat saat tidur. Jika ingin tahu pasti, tentu konsultasi ke dokter menjadi pilihan terbaik.

Berkeringat saat tidur malam gejala apa?

Normalnya, tubuh mengeluarkan cairan yang mengandung garam melalui kelenjar keringat. Hal ini bisa terjadi saat berolahraga, beraktivitas dengan intensitas tinggi, merasa tegang, dan banyak lagi.Namun berkeringat saat tidur bisa saja merupakan indikasi terjadinya penyakit seperti:

1. Menopause

Wanita yang memasuki fase pre-menopause hingga menopause akan cenderung berkeringat saat malam hari tiba. Pemicu utamanya adalah perubahan hormon estrogen dalam tubuh. Menjaga berat badan tetap ideal dan mengonsumsi makanan bernutrisi bisa mengimbangi gejala yang terjadi di malam hari ini.

2. Idiopathic hyperhidrosis

Berikutnya adalah kondisi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak keringat meski tanpa gejala penyakit tertentu. Meski demikian, ada banyak penelitian yang menyebut bahwa kondisi hiperhidrosis ini menjadi gejala kelebihan berat badan, gangguan tiroid, hingga diabetes.

3. Infeksi

Saat tubuh terserang infeksi, bisa saja salah satu gejalanya adalah berkeringat saat tidur. Salah satu infeksi yang paling sering menunjukkan gejala ini adalah tuberkulosis (TB).Meski demikian, infeksi bakteri seperti endokarditis, osteomielitis, dan abses juga bisa menyebabkan seseorang berkeringat berlebihan saat tidur malam. Satu lagi yang juga perlu diperhatikan, berkeringat saat tidur juga gejala infeksi HIV.

4. Kanker

Beberapa kanker memiliki gejala awal berupa berkeringat berlebihan ketika tidur. Salah satu jenis penyakit kanker yang terkait erat dengan hal ini adalah kanker kelenjar getah bening atau limfoma. Meski demikian, penderita kanker biasanya juga mengalami gejala lain seperti berat badan turun drastis.

5. Pengobatan

Orang yang menjalani pengobatan tertentu juga bisa berkeringat berlebihan saat tidur. Contohnya obat-obat antidepresan yang memicu berkeringat saat tidur. Obat untuk menurunkan demam seperti aspirin juga bisa memicu penderitanya berkeringat.

6. Hipoglikemia

Rendahnya kadar gula darah bisa memicu terjadinya hipoglikemia dengan gejala berkeringat saat tidur. Penderitanya yang mengonsumsi obat diabetes atau insulin juga rentan berkeringat saat malam hari.

7. Gangguan hormon

Beberapa masalah gangguan hormon seperti feokromositoma, tumor, hingga hipertiroidisme bisa menyebabkan penderitanya berkeringat saat tidur di malam hari.

8. Masalah saraf

Meski terbilang jarang, beberapa penyakit yang berkaitan dengan masalah saraf seperti stroke, dysreflexia, hingga autonomic neuropathy dapat menyebabkan berkeringat saat tidur.

9. Penderita gangguan tidur

Orang yang menderita gangguan tidur obstruktif bisa merasakan gangguan pernapasan saat tidur. Hal ini juga menyebabkan penderitanya berkeringat saat tidur di malam hari, bahkan tiga kali lipat lebih rentan ketimbang orang lain.

Tips menyiasati berkeringat saat tidur

Beberapa tips di bawah ini bisa jadi bermanfaat untuk menyiasati kondisi berkeringat saat tidur. Hal ini bisa diaplikasikan jika belum diketahui pasti apa masalah medis yang menyebabkan seseorang berkeringat berlebihan.Beberapa tipsnya adalah:
  • Buat suasana kamar dingin dan nyaman
  • Gunakan sprei yang tipis dan kainnya menyerap keringat
  • Hindari konsumsi alkohol, kafein, dan makanan terlalu pedas
  • Tidak makan dalam waktu 2-3 jam sebelum tidur
  • Mengurangi konsumsi lemak dan asupan gula
  • Relaksasi sebelum tidur atau jika terbangun karena keringat berlebih
  • Berolahraga ringan secara rutin
  • Menjaga berat badan tetap normal
  • Mengonsumsi banyak air putih
Selama berkeringat saat tidur terjadi tanpa diiringi keluhan atau gejala lain, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Bisa saja berkeringat berlebih itu terjadi karena penyakit sementara seperti batuk atau asam lambung naik yang akan menghilang seiring penyakit sembuh.Berkeringat saat tidur baru dikatakan sebagai alarm tanda bahaya apabila diiringi dengan masalah seperti berat badan turun drastis dan demam. Segera konsultasikan kepada dokter agar tahu apa pemicunya.

Bagaimana cara mengatasi keringat dingin saat tidur?

Keringat dingin seringnya muncul karena suatu gejala kondisi tertentu sehingga penanganannya pun akan berfokus pada penyebabnya. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengurangi risikonya, diantaranya:

1. Menggunakan obat-obatan

Untuk mengatasi keringat dingin saat tidur, Anda bisa menggunakan obat-obatan tertentu yang berkaitan dengan penyebab munculnya keringat dingin tersebut. Obat-obatan yang bisa Anda gunakan di antaranya adalah:
  • Nerve blockers. Berfungsi untuk menghalangi saraf yang bertugas sebagai pemberi sinyal pada kelenjar produksi keringat.
  • Antidepresan. Dapat digunakan jika penyebabnya adalah kecemasan.
Sebelum menggunakan obat-obatan ini, lebih baik berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk menentukan dosis yang tepat sekaligus memeriksa kondisi kesehatan Anda yang sebenarnya.

2. Olahraga

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keringat dingin saat tidur malam adalah memperbanyak olahraga. Pilihlah jenis olahraga yang tidak terlalu berat dan dapat membantu Anda untuk mengurangi rasa stres, seperti yoga dan jenis olahraga relaksasi lainnya.Meditasi, yoga, dan olahraga relaksasi lainnya bisa Anda pilih untuk mengurangi rasa stres dan kecemasan sehingga Anda bisa lebih tenang dan rileks. Lakukan olahraga ini secara rutin agar risiko mengalami kondisi ini pun berkurang.

3. Terapkan pola makan sehat

Pada sebagian orang, makanan dan minuman tertentu bisa menjadi salah satu penyebab munculnya keringat berlebih. Hal ini juga bisa terjadi ketika Anda mengalami keringat dingin.Apabila Anda ingin mengatasi gejala keringat dingin ini, sebaiknya Anda mengurangi asupan kafein yang memang berpotensi meningkatkan produksi keringat.

Kapan harus ke dokter?

Apabila berkeringat saat tidur hanya terjadi sesekali dan tidak mengganggu, bisa saja itu merupakan sinyal penyakit sementara saja. Namun jika terus menerus terjadi bahkan mengganggu kualitas tidur Anda, segera konsultasikan kepada dokter.Seluruh rekam medis dan riwayat penyakit yang pernah diderita akan menjadi panduan dokter dalam menentukan diagnosis sekaligus pengobatan.
gangguan tidurmasalah tidurkeringat
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/296818.php
Diakses 5 Oktober 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/night-sweats/
Diakses 5 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/menopause/guide/8-causes-of-night-sweats
Diakses 5 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-sweats
Diakses pada 11 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait