logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Berkenalan dengan Kelenjar Timus dan Penyakit yang Bisa Menyerangnya

open-summary

Kelenjar timus adalah organ di belakang tulang dada yang menjadi anggota sistem limfatik. Kelenjar timus juga menghasilkan beberapa hormon sehingga menjadi bagian dari sistem endokrin. Fungsi utamanya adalah melatih sistem keebalan tubuh.


close-summary

7 Okt 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Kelenjar timus memainkan peran ganda untuk sistem limfatik maupun sistem imun

Kelenjar timus adalah organ kecil di belakang tulang dada yang berperan ganda untuk sistem limfatik dan sistem endokrin

Table of Content

  • Apa itu kelenjar timus?
  • Fungsi kelenjar timus bagi tubuh
  • Gangguan pada kelenjar timus
  • Catatan dari SehatQ

Salah satu bagian dari anatomi tubuh yang mungkin jarang Anda dengar adalah kelenjar timus. Padahal, ini adalah kelenjar yang juga berperan penting, karena menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh. Ketahui lebih jauh tentang fungsi, cara kerja, hingga gangguan pada kelenjar timus.

Advertisement

Apa itu kelenjar timus?

Gambar sistem kelenjar timus
Gambar sistem kelenjar timus

Kelenjar timus adalah organ kecil di belakang tulang dada yang berperan ganda untuk sistem limfatik dan sistem endokrin.Letaknya berada di belakang tulang dada dan depan jantung, di antara paru-paru.

Namun, pada kasus tertentu, kelenjar ini juga bisa muncul di area lain, seperti leher, kelenjar tiroid, atau permukaan paru-paru. Menjadi bagian dari sistem limfatik, kelenjar timus ikut berperan dalam fungsi imunitas tubuh.

Sementara itu, sebagai bagian dari sistem endokrin, kelenjar timus turut menghasilkan hormon yang turut digunakan untuk menopang sistem imun. 

Mengutip dari Medical News Today, ukuran kelenjar timus relatif besar pada bayi dan anak-anak. Namun, setelah pubertas ukurannya mulai mengecil. Hingga akan menjadi lebih kecil pada orang dewasa dan juga orang tua.

Saat seseorang menginjak usia 75 tahun, sebagian besar kelenjar akan berubah menjadi jaringan lemak. Namun untungnya, fungsi kelenjar timus untuk tubuh bisa dirasakan seumur hidup.

Baca Juga

  • Mana yang Boleh dan Tidak? Ini Rekomendasi Makanan untuk Penderita Divertikulitis
  • Mengenal Fungsi Senyawa Kalium Hidroksida (KOH) untuk Kulit
  • 11 Makanan Peninggi Badan Anak yang Perlu Dipenuhi

Fungsi kelenjar timus bagi tubuh

Seperti penjelasan sebelumnya, fungsi utama kelenjar timus adalah menjadi bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh agar dapat bekerja dengan baik.

Berikut adalah beberapa fungsi serta cara kerja kelenjar timus dalam tubuh manusia, seperti:

1. Menghasilkan antibodi

Kelenjar timus menghasilkan sel T dalam sistem lifosit. Ini berfungsi untuk membantu melawan bakteri, virus, dan juga racun. Lalu, sel T diklaim dapat mengidentifikasi dan menyerang sel kanker.

Di kelenjar ini, sel T melalui proses pematangan dan berubah menjadi beberapa jenis sel T yang spesifik, di antaranya adalah:

  • Sel T pembunuh (sitotoksik), berperan untuk “membunuh” sel yang sudah terinfeksi.
  • Sel T pembantu, merangsang produksi antibodi yang dihasilkan sel B dan menyerang patogen penyebab penyakit.
  • Sel T regulator, berperan untuk menekan aktivitas sel B dan sel T agar tidak berlebihan.

Tak hanya sel T, ada pula sel B yang menghasilkan protein yang disebut sebagai antibodi. Ini berfungsi untu menghancurkan serangan infeksi, bakter, atau virus dalam tubuh.

Ternyata, kelenjar timur juga menghasilkan hormon timosin untuk membantu meningkatkan cara kerja sel limfosit. Fungsi hormon timosin adalah melawan infeksi dan sel kanker.

2. Mencegah penuaan dini

Hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar timus dapat mencegah serta menghambat proes penuaan dini. Ini terjadi karena kandungan sel T yang lebih banyak sekaligus sistem kekebalan yang lebih kuat. Sebaliknya, penyusutan kadar kelenjar timus mungkin memicu proses penuaan.

3. Menghasilkan hormon

Kelenjar timus juga menghasilkan hormon yang mirip dengan hormon dari kelenjar lainnya, di antaranya adalah:

  • Melatonin, hormon yang mengatur waktu tidur.
  • Insulin, hormon yang mengatur gula darah.
  • Pertumbuhan, hormon yang mengatur pertumbuhan manusia.
  • Prolaktin, hormon yang mengatur perkembangan payudara.

Gangguan pada kelenjar timus

Apabila terjadi gangguan atau kelainan pada kelenjar timus, ini bisa mengakibatkan penurunan kualitas hidup pada tubuh seseorang. Berikut adalah beberapa kondisi atau penyakit pada kelenjar timus, seperti:

1. Hipoplasia (aplasia) timus

Hipoplasia kelenjar timus adalah penyakit langka yang membuat kelenjar timus tidak berkembang dengan sempurna. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik dan dikaitkan dengan kondisi lain seperti sindrom DiGeorge hingga infeksi HIV

2. Hiperplasia timus

Hiperplasia timus adalah pembengkakan pada kelenjar timus maupun pada folikel limfoid di dalam kelenjar timus. Hiperplasia folikel limfoid timus sering terlihat pada penyakit autoimun seperti myasthenia gravis, penyakit Graves, dan lupus.

3. Kista timus

Kista timus adalah kista yang bisa muncul di dalam kelenjar timus maupun berasal dari kelenjar timus. Penemuan kista seringkali tidak disengaja. Akan tetapi, tergolong penting karena kista bisa menjadi petunjuk adanya sel kanker.

4. Timoma 

Timoma adalah tumor yang berasal dari sel epitelium kelenjar timus. Tumor tersebut bisa bersifat jinak maupun ganas (kanker). Ini bisa muncul mengikuti lokasi timus dalam tubuh pasien.

Catatan dari SehatQ

Kelenjar timus memainkan peran ganda untuk sistem limfatik maupun sistem imun. Untuk mendapatkan informasi lain terkait fungsi organ-organ tubuh, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa diunduh di Appstore dan Playstore untuk memudahkan Anda mengakses informasi kesehatan terpercaya.

Advertisement

kekebalan tubuhimunitas turunfungsi organhidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved