Berkenalan dengan Kelenjar Timus dan Penyakit yang Bisa Menyerangnya


Kelenjar timus adalah organ di belakang tulang dada yang menjadi anggota sistem limfatik. Kelenjar timus juga menghasilkan beberapa hormon sehingga menjadi bagian dari sistem endokrin.

(0)
20 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kelenjar timus memainkan peran ganda untuk sistem limfatik maupun sistem imunKelenjar timus adalah organ kecil di belakang tulang dada yang berperan ganda untuk sistem limfatik dan sistem endokrin
Tubuh memiliki beragam jenis organ yang memiliki fungsi menakjubkan. Salah satu organ yang mungkin jarang Anda dengar adalah kelenjar timus. Walau jarang terdengar, kelenjar timus akan melindungi Anda walau “jasadnya” menyusut seiring pertambahan usia. Ketahui lebih jauh tentang kelenjar timus dan fungsinya.

Mengenal kelenjar timus

Kelenjar timus adalah organ kecil di belakang tulang dada yang berperan ganda untuk sistem limfatik dan sistem endokrin. Sebagai bagian dari sistem limfatik, kelenjar timus ikut berperan dalam fungsi imunitas tubuh. Sementara itu, sebagai bagian dari sistem endokrin, kelenjar timus turut menghasilkan hormon yang turut digunakan untuk menopang sistem imun. Kelenjar timus tidak bekerja sampai akhir hayat manusia. Kelenjar ini akan menyusut secara perlahan saat masa pubertas dan kemudian tergantikan oleh lemak. Saat seseorang menginjak usia 75 tahun, sebagian besar kelenjar timus akan berubah menjadi jaringan lemak. Namun untungnya, fungsi kelenjar timus untuk tubuh bisa dirasakan seumur hidup.Kelenjar timus berlokasi di belakang tulang dada dan depan jantung di antara paru-paru. Namun, pada beberapa kasus, kelenjar ini bisa muncul di area lain, seperti leher, kelenjar tiroid, atau permukaan paru-paru.Nama “timus” diambil dari daun thyme, daun penyedap rasa yang khas dicampurkan dalam masakan Mediterania. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yang masing-masingnya terdiri lagi atas lobulus. Bersama adenoid, limpa, dan tonsil, timus menjadi salah satu organ limfoid. Organ limfoid merupakan organ yang menjadi bagian dari sistem imun tubuh. 

Fungsi kelenjar timus bagi tubuh

Seperti yang diungkapkan di atas, kelenjar timus memainkan fungsi ganda untuk sistem limfatik maupun sistem endokrin.

1. Dalam sistem limfatik

Sebagai bagian dari sistem imun, kelenjar timus dapat dipandang sebagai “pusat pelatihan” untuk limfosit T (sel T). Beberapa jenis sel T, disebut sel progenitor, akan berpindah dari sumsum tulang menuju kelenjar timus. Di kelenjar ini, sel T akan melalui proses pematangan dan menjelma menjadi beberapa jenis sel T yang spesifik. Jenis sel T spesifik tersebut yaitu:
  • Sel T pembunuh (sitotoksik), berperan untuk “membunuh” sel yang sudah terinfeksi
  • Sel T pembantu, merangsang produksi antibodi yang dihasilkan sel B dan membantu mengaktivasi sel T lain untuk menyerang patogen penyebab penyakit
  • Sel T regulator, berperan untuk menekan aktivitas sel B dan sel T agar tidak berlebihan

2. Dalam sistem endokrin

Kelenjar timus juga berperan dalam sistem endokrin untuk menghasilkan hormon. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar timus yaitu:
  • Timopoietin dan timulin. Kedua hormon ini berperan dalam proses perubahan sel T menjadi sel-sel spesifik.
  • Timosin, yang berperan untuk menguatkan respons imun serta merangsang hormon dari kelenjar hipofisis seperti hormon pertumbuhan
  • Timik. Perannya mirip dengan hormon timosin serta terlibat dalam peningkatan respons imun terhadap virus.

Penyakit yang berisiko terjadi di kelenjar timus

Seperti organ lain, ada beberapa penyakit yang berisiko terjadi di kelenjar timus. Penyakit tersebut termasuk:

1. Hipoplasia (aplasia) timus

Hipoplasia kelenjar timus merupakan penyakit langka yang membuat kelenjar timus tidak berkembang dengan sempurna. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik dan dikaitkan dengan kondisi lain seperti sindrom DiGeorge hingga infeksi HIV

2. Hiperplasia timus

Hiperplasia timus merupakan pembengkakan pada kelenjar timus maupun pada folikel limfoid di dalam kelenjar timus. Hiperplasia folikel limfoid timus sering terlihat pada penyakit autoimun seperti myasthenia gravis, penyakit Graves, dan lupus.

3. Kista timus

Kista timus merupakan kista yang bisa muncul di dalam kelenjar timus maupun berasal dari kelenjar timus. Penemuan kista timus seringkali tidak disengaja. Namun, penemuan tersebut terkadang amat penting karena kista bisa menjadi petunjuk adanya sel kanker.

4. Timoma 

Timoma adalah tumor yang berasal dari sel epitelium kelenjar timus. Tumor tersebut bisa bersifat jinak maupun ganas (kanker). Tumor bisa muncul mengikuti lokasi timus muncul dalam tubuh pasien.

Catatan dari SehatQ

Kelenjar timus memainkan peran ganda untuk sistem limfatik maupun sistem imun. Untuk mendapatkan informasi lain terkait fungsi organ-organ tubuh, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa diunduh di Appstore dan Playstore untuk memudahkan Anda mengakses informasi kesehatan terpercaya.
kekebalan tubuhimunitas turunfungsi organ
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21199-lymphatic-system
Diakses pada 6 Oktober 2020
Endocrine Web. https://www.endocrineweb.com/endocrinology/overview-thymus
Diakses pada 6 Oktober 2020
Live Science. https://www.livescience.com/62527-thymus.html
Diakses pada 6 Oktober 2020
Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/true-thymic-hyperplasia?lang=us
Diakses pada 6 Oktober 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/thymus-gland-overview-4582270
Diakses pada 6 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait