Berkenalan dengan Hormon Adrenalin: “Teman Setia” Para Pencinta Tantangan

Perasaan deg-degan yang Anda rasakan, sesaat sebelum bungee jumping, dikarenakan oleh hormon adrenalin.
Jika hormon adrenalin dilepaskan oleh kelenjar adrenal secara tiba-tiba, maka itu adalah kondisi adrenaline rush.

Pernahkah merasakan jantung berdebar kencang atau deg-degan saat menghadapi hal yang menakutkan atau menantang diri Anda? Biasanya, saat kondisi ini terjadi, Anda juga merasa berenergi dan tidak gentar. Jika pernah merasakannya, mungkin Anda harus berkenalan dengan hormon adrenalin.

Hormon adrenalin adalah hormon yang "dilepaskan" ke aliran darah, untuk merespons hal yang menakutkan, seru, mengasyikkan, berbahaya, hingga situasi yang mengancam. Kelenjar adrenal lah yang mengirimkannya ke aliran darah seseorang.

Hormon adrenalin dan adrenaline rush

Hormon adrenalin adalah “teman setia” bagi mereka yang suka dengan tantangan dalam hidup. Biasanya, saat dihadapkan dengan tantangan, jantung seseorang akan berdebar (deg-degan). Rasa takut memang muncul, tapi ada juga perasaan tak gentar dan berenergi. Ini semua diakibatkan oleh hormon adrenalin, atau yang juga disebut epinefrin.

Tubuh membutuhkan hormon adrenalin saat menghadapi situasi fight or flight response. Saat hormon adrenalin dilepaskan secara mendadak ke aliran darah, kondisi ini disebut dengan adrenaline rush.

Adrenaline rush berasal dari otak. Ketika Anda menghadapi situasi darurat atau berbahaya, informasi ini akan dikirimkan ke bagian otak bernama amigdala. Kemudian, amigdala akan mengirimkan sinyal ke bagian otak lainnya, yang bernama hipolatamus.

Dari sanalah, kelenjar adrenal akan menerima sinyal, yang membuatnya melepas hormon adrenalin ke aliran darah.

Hanya dalam hitungan beberapa detik, kelenjar adrenal bisa melepaskan hormon adrenalin ke dalam aliran darah Anda. Itulah sebabnya, kondisi ini disebut dengan adrenaline rush. Jika situasi ini terjadi, maka gejala-gejala di bawah ini akan timbul:

  • Meningkatkan detak jantung (deg-degan)
  • Membawa darah ke otot (menyebabkan peningkatan energi)
  • Mengendurkan saluran udara untuk memberi otot lebih banyak oksigen
  • Meningkatkan kecepatan kerja otak, untuk melindungi diri. (jika dihadapkan dengan sebuah situasi mengancam)
  • Melebarkan pupil sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam mata

Jika gejala-gejala meningkatnya hormon adrenalin di atas terjadi, Anda mungkin bisa berkeringat, merasa pusing karena berkurangnya pasokan oksigen dalam darah, hingga perubahan temperatur tubuh akibat pengalihan darah.

Efek hormon adrenalin dalam tubuh, bisa bertahan 1 jam lamanya. Itulah sebabnya, Anda masih suka merasa deg-degan, walau ancaman atau tantangan sudah dilalui.

Aktivitas yang memicu peningkatan hormon adrenalin (adrenaline rush)

Walau terkadang bisa terpicu tanpa disengaja (seperti dihadapkan dengan situasi berbahaya secara tiba-tiba), tapi hormon adrenalin juga bisa “diundang”, dengan melakukan berbagai macam aktivitas menantang seperti berikut:

  • Menonton film horor
  • Terjun payung
  • Panjat tebing
  • Menyelam di dalam sangkar seukuran tubuh manusia, dengan hiu di luarnya
  • Arung jeram
  • Bungee jumping

Pada intinya, aktivitas-aktivitas menantang, entah itu olahraga atau sekedar atraksi belaka saat sedang berlibur, bisa memicu kelenjar adrenal melepaskan hormon adrenalin. Hasilnya, Anda pun mengalami adrenaline rush.

Bagaimana cara mengontrol hormon adrenalin?

Perlu diingat, mengontrol hormon adrenalin sangatlah penting bagi kesehatan Anda. Sebab, kemunculan adrenaline rush yang terlalu sering, bisa merusak pembuluh darah, sehingga mengakibatkan penyakit seperti tekanan darah, stroke, hingga serangan jantung.

Sering merasakan adrenaline rush juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti kegelisahan. Insomnia, sakit kepala, dan kenaikan berat badan menjadi efek samping lainnya dari kadar hormon adrenalin di dalam darah, yang berlebihan.

Untuk mengontrol hormon adrenalin, Anda harus mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Tujuannya, meningkatkan keseimbangan dalam tubuh, yang memungkinkan tubuh Anda untuk beristirahat dan memulihkan dirinya sendiri.

Beberapa aktivitas di bawah ini, bisa membantu Anda mengontrol hormon adrenalin:

  • Latihan pernapasan
  • Meditasi
  • Yoga atau tai chi, yang menggabungkan gerakan dan pernapasan dalam
  • Mencurahkan perasaan stres Anda dengan orang-orang terkasih (keluarga, sahabat, hingga kekasih)
  • Berolahraga secara teratur
  • Membatasi konsumsi kafein dan alkohol

Kemunculan adrenaline rush yang berlebihan, adalah suatu hal yang harus Anda konsultasikan dengan dokter. Sebab, berlebihnya hormon adrenalin di dalam darah, bisa berdampak buruk pada kesehatan, dalam jangka panjang.

Healthline. https://www.healthline.com/health/adrenaline-rush

Diakses pada 6 Desember 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322490.php#what-happens

Diakses pada 6 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed