Hormon Adrenalin, Penyebab Jantung Berdebar saat Situasi Menantang

(4)
07 Dec 2019|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hormon adrenalin menyebabkan jantung berdebar sebelum bungee jumpingJika hormon adrenalin dilepaskan oleh kelenjar adrenal secara tiba-tiba, maka itu adalah kondisi adrenaline rush.
Pernahkah merasakan jantung berdebar kencang atau deg-degan saat menghadapi hal yang menakutkan atau menantang diri Anda? Biasanya, saat kondisi ini terjadi, Anda juga merasa berenergi dan tidak gentar. Jika pernah merasakannya, mungkin Anda harus berkenalan dengan hormon adrenalin.
Hormon adrenalin adalah hormon yang "dilepaskan" ke aliran darah, untuk merespons hal yang menakutkan, seru, mengasyikkan, berbahaya, hingga situasi yang mengancam. Kelenjar adrenal lah yang mengirimkannya ke aliran darah seseorang.

Hormon adrenalin dan adrenaline rush

Hormon adrenalin adalah “teman setia” bagi mereka yang suka dengan tantangan dalam hidup. Biasanya, saat dihadapkan dengan tantangan, jantung seseorang akan berdebar (deg-degan). Rasa takut memang muncul, tapi ada juga perasaan tak gentar dan berenergi. Ini semua diakibatkan oleh hormon adrenalin, atau yang juga disebut epinefrin.Tubuh membutuhkan hormon adrenalin saat menghadapi situasi fight or flight response. Saat hormon adrenalin dilepaskan secara mendadak ke aliran darah, kondisi ini disebut dengan adrenaline rush.Adrenaline rush berasal dari otak. Ketika Anda menghadapi situasi darurat atau berbahaya, informasi ini akan dikirimkan ke bagian otak bernama amigdala. Kemudian, amigdala akan mengirimkan sinyal ke bagian otak lainnya, yang bernama hipolatamus.Dari sanalah, kelenjar adrenal akan menerima sinyal, yang membuatnya melepas hormon adrenalin ke aliran darah.Hanya dalam hitungan beberapa detik, kelenjar adrenal bisa melepaskan hormon adrenalin ke dalam aliran darah Anda. Itulah sebabnya, kondisi ini disebut dengan adrenaline rush. Jika situasi ini terjadi, maka gejala-gejala di bawah ini akan timbul:
  • Meningkatkan detak jantung (deg-degan)
  • Membawa darah ke otot (menyebabkan peningkatan energi)
  • Mengendurkan saluran udara untuk memberi otot lebih banyak oksigen
  • Meningkatkan kecepatan kerja otak, untuk melindungi diri. (jika dihadapkan dengan sebuah situasi mengancam)
  • Melebarkan pupil sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam mata
Jika gejala-gejala meningkatnya hormon adrenalin di atas terjadi, Anda mungkin bisa berkeringat, merasa pusing karena berkurangnya pasokan oksigen dalam darah, hingga perubahan temperatur tubuh akibat pengalihan darah.Efek hormon adrenalin dalam tubuh, bisa bertahan 1 jam lamanya. Itulah sebabnya, Anda masih suka merasa deg-degan, walau ancaman atau tantangan sudah dilalui.

Aktivitas yang memicu peningkatan hormon adrenalin (adrenaline rush)

Walau terkadang bisa terpicu tanpa disengaja (seperti dihadapkan dengan situasi berbahaya secara tiba-tiba), tapi hormon adrenalin juga bisa “diundang”, dengan melakukan berbagai macam aktivitas menantang seperti berikut:
  • Menonton film horor
  • Terjun payung
  • Panjat tebing
  • Menyelam di dalam sangkar seukuran tubuh manusia, dengan hiu di luarnya
  • Arung jeram
  • Bungee jumping
Pada intinya, aktivitas-aktivitas menantang, entah itu olahraga atau sekedar atraksi belaka saat sedang berlibur, bisa memicu kelenjar adrenal melepaskan hormon adrenalin. Hasilnya, Anda pun mengalami adrenaline rush.

Bagaimana cara mengontrol hormon adrenalin?

Perlu diingat, mengontrol hormon adrenalin sangatlah penting bagi kesehatan Anda. Sebab, kemunculan adrenaline rush yang terlalu sering, bisa merusak pembuluh darah, sehingga mengakibatkan penyakit seperti tekanan darah, stroke, hingga serangan jantung.Sering merasakan adrenaline rush juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti kegelisahan. Insomnia, sakit kepala, dan kenaikan berat badan menjadi efek samping lainnya dari kadar hormon adrenalin di dalam darah, yang berlebihan.Untuk mengontrol hormon adrenalin, Anda harus mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Tujuannya, meningkatkan keseimbangan dalam tubuh, yang memungkinkan tubuh Anda untuk beristirahat dan memulihkan dirinya sendiri.Beberapa aktivitas di bawah ini, bisa membantu Anda mengontrol hormon adrenalin:
  • Latihan pernapasan
  • Meditasi
  • Yoga atau tai chi, yang menggabungkan gerakan dan pernapasan dalam
  • Mencurahkan perasaan stres Anda dengan orang-orang terkasih (keluarga, sahabat, hingga kekasih)
  • Berolahraga secara teratur
  • Membatasi konsumsi kafein dan alkohol
Kemunculan adrenaline rush yang berlebihan, adalah suatu hal yang harus Anda konsultasikan dengan dokter. Sebab, berlebihnya hormon adrenalin di dalam darah, bisa berdampak buruk pada kesehatan, dalam jangka panjang.
olahragahormonjantung berdebarhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/adrenaline-rushDiakses pada 6 Desember 2019 Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322490.php#what-happensDiakses pada 6 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait

13 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Apakah Mungkin?

Di saat padatnya aktivitas membuat Anda tidak bisa berolahraga atau mengatur pola diet, ada baiknya beralih ke cara lain. Berikut ini adalah 13 cara menurunkan berat badan tanpa olahraga yang sudah terbukti hasilnya.
01 Okt 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
13 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Apakah Mungkin?

Apa Saja Bagian-Bagian Usus Halus?

Usus kecil merupakan tempat makanan dicerna sesudah melewati proses pencernaan di lambung. Usus halus terdiri dari berbagai bagian dan tiap bagian usus halus memiliki peranannya tersendiri.
27 Jan 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Apa Saja Bagian-Bagian Usus Halus?

Mie Shirataki, "Mie Ajaib" yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Mie shirataki terbuat dari glukomanan, yakni serat akar tanaman konjak. Mie shirataki tidak mengandung lemak dan rendah kalori. Itulah sebabnya, banyak orang yang percaya bahwa mie shirataki bisa mendatangkan banyak manfaat kesehatan.
11 Mar 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Mie Shirataki, "Mie Ajaib" yang Bermanfaat untuk Kesehatan