Gluten adalah istilah yang merujuk pada kumpulan protein dalam makanan yang umumnya tinggi karbohidrat, seperti roti, kue, dan sebagainya
Gluten adalah komponen yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti roti yang dikonsumsi untuk sarapan

Menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan sudah menjadi salah satu tujuan hidup atau pencapaian yang perlu dilakukan oleh sebagian besar orang. Berbagai macam diet populer mulai dijalankan, seperti diet gluten-free atau diet bebas gluten.

Beberapa orang mungkin masih mengira bahwa gluten adalah suatu senyawa tambahan yang dimasukkan ke dalam makanan. Faktanya, gluten adalah komponen alami dalam makanan-makanan tertentu.

Ketidaktahuan masyarakat mengenai apa itu gluten tidak menutupi kenyataan bahwa sebagian orang bisa saja menerapkan diet bebas gluten secara membabi buta.

Sebelum menerapkan diet gluten-free, pengetahuan dasar mengenai apa itu gluten dan bahaya gluten bagi tubuh perlu diketahui terlebih dulu. Dengan ini, Anda bisa mengetahui apakah diet bebas gluten sesuai untuk Anda atau tidak.

Apa itu gluten?

Gluten adalah suatu istilah yang merujuk pada berbagai macam protein, yang disebut sebagai prolamin. Gluten umumnya ditemukan pada jelai (barley), gandum, dan gandum hitam (rye). Biasanya, protein utama gluten adalah glutenin dan gliadin.

Pada tumbuhan, gluten berfungsi memberikan nutrisi pada embrio tanaman saat proses pertumbuhannya. Gluten ditemukan pada bagian endosperma atau jaringan yang terdapat pada bagian biji tumbuhan.

Dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Beberapa produsen bahkan menambahkan ekstra gluten dalam bentuk bubuk ke dalam makanan yang dibuatnya.

Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket dengan konsistensi seperti lem.

Meski meningkatkan tekstur makanan, gluten tergolong komponen yang tidak mengandung nutrisi penting untuk tubuh. Protein ini bahkan dapat berdampak buruk pada orang-orang tertentu.

Menguak bahaya gluten

Bahaya gluten mungkin tidak dirasakan oleh semua orang. Tapi dampak buruknya bisa sangat signifikan bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Misalnya, penderita alergi gandum dan penyakit celiac.

Bahaya gluten muncul ketika asam amino peptida keluar dari usus halus dan beredar dalam tubuh serta memicu sistem imun tubuh.

Kemunculan asam amino peptida terjadi akibat gluten tidak dapat dicerna oleh enzim protease dalam sistem cerna. Akibatnya, asam ini keluar dari dinding usus halus ke seluruh tubuh, kemudian memicu respons dari sistem pertahanan tubuh.

Terdapat teori yang menyakini bahwa tubuh manusia tidak dapat mencerna gluten karena sistem pencernaan manusia belum berevolusi untuk dapat mencerna gluten dalam jumlah yang banyak.

Perlukah gluten-free diet?

Apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu yang membuat Anda tidak dapat mengonsumsi gluten, Anda perlu menerapkan gluten-free diet.

Sesuai namanya,  gluten-free diet menerapkan pola makan yang bebas gluten. Ini berarti, Anda sama sekali tidak boleh mengonsumsi gluten dalam bentuk apapun.

Gluten merupakan salah satu komponen dalam biji-bijian, jadi Anda perlu menghindari semua jenis bahan pangan tersebut. Bagaimanakah menyiasatinya?

Anda bisa memilih untuk mengonsumsi jenis-jenis bahan pangan di bawah ini sebagai pengganti agar nutrisi tubuh tetap terpenuhi:

  • Sayuran, buah, atau makanan lain.
  • Biji-bijian alami lain, seperti quinoa, nasi merah, jagung, dan sebagainya.
  • Makanan berlabel gluten-free alias tidak mengandung gluten.

Sementara bagi Anda yang tidak memiliki kondisi medis yang mengharuskan Anda menghindari gluten, mengonsumsi makanan yang mengandung protein ini tidak menjadi masalah. Namun tidak ada salahnya untuk membatasi konsumsi gluten demi menjaga kesehatan.

Menerapkan diet bebas gluten umumnya dapat membantu dalam mempertahankan kesehatan dan menurunkan berat badan. Kenapa?

Pasalnya, gluten adalah komponen yang biasa ditemukan dalam makanan yang telah diproses, seperti kue, sereal, makanan cepat saji, biskuit, dan sebagainya. Dengan menghindari gluten, Anda pun otomatis akan jauh dari makanan yang diproses dan mencari alternatif alami yang bebas gluten.

Untuk memastikan apakah Anda termasuk kalangan orang yang bisa mengonsumsi gluten atau tidak, diperlukan pemeriksaan medis oleh dokter. Dokter akan meminta Anda untuk menjalani tes darah sebagai langkah diagnosis. Bila diperlukan, biopsi atau pengambilan sampel dari jaringan usus halus juga bisa dilakukan.

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/ditch-the-gluten-improve-your-health
Diakses pada 5 September 2019

Harvard T.H.Chan. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/gluten/
Diakses pada 5 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-gluten-bad
Diakses pada 5 September 2019

Live Science. https://www.livescience.com/53265-what-is-gluten.html
Diakses pada 5 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318606.php#what-is-gluten?-
Diakses pada 5 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed