Beberapa Penyakit Jantung pada Anak yang Harus Diketahui Orangtua

Ada beberapa penyakit jantung pada anak, seperti penyakit jantung bawaan, penyakit Kawasaki, dan aterosklerosis
Penyakit jantung pada anak harus dikenali gejalanya, agar pertolongan dokter tidak terlambat

Gangguan pada jantung biasanya identik dengan orang dewasa dan kaum lanjut usia. Namun ternyata, ada beberapa penyakit jantung anak yang juga kerap mengintai dan membahayakan Buah Hati Anda.

[[artikel-terkait]]

Beberapa penyakit jantung anak yang harus diwaspadai orangtua

Anda mungkin sudah sering mendengar penyakit jantung bawaan sebagai kelainan yang dapat terjadi ketika anak baru lahir. Namun, sebenarnya ada pula gangguan lain pada organ jantung anak, seperti Kawasaki karena peradangan, atau aterosklerosis karena pembuluh darah yang tersumbat.

Simak penjelasan jenis penyakit jantung anak berikut yang kerap menyerang anak-anak.

  • Penyakit jantung bawaan

Sesuai namanya, penyakit jantung bawaan memang terjadi jika adanya kelainan atau cacat pada jantung anak sejak lahir. Penyakit ini juga sering disebut sebagai cacat jantung bawaan.

Cacat jantung tersebut biasanya teridentifikasi oleh dokter saat kehamilan, maupun setelah persalinan karena gejala khas tertentu.

Bayi yang lahir dengan cacat jantung biasanya menunjukkan beberapa gejala berikut:
o Kulit, kuku, bibir, dan jari yang kebiruan
o Berat badan rendah
o Sulit bernapas
o Sulit menyusu
o Pertumbuhan anak yang lambat

Ada pula kasus cacat jantung bawaan terjadi beberapa tahun setelah kelahiran anak. Pada kasus ini, anak dapat mengalami gejala seperti detak jantung yang tidak normal, merasa pusing, pingsan, serta sulit bernapas.

Anak yang menderita penyakit jantung bawaan biasanya membutuhkan perawatan jangka panjang. Penanganan dari dokter dapat berupa pemberian obat-obatan, tindakan pembedahan, atau prosedur kateter. Jika cacat jantung anak sangat parah, tindakan transplantasi jantung mungkin perlu dilakukan.

  • Penyakit Kawasaki

Langka namun serius, begitulah penyakit Kawasaki. Penyakit jantung ini kerap menyerang anak-anak, terutama anak laki-laki Asia. Diperkirakan 75% kasus Kawasaki diderita oleh anak laki-laki di benua Asia.

Penyakit Kawasaki terjadi ketika adanya peradangan pada pembuluh darah yang ada di tangan atau kaki. Penyakit ini juga dapat menyerang bagian kelenjar getah bening, sehingga anak akan mengalami peradangan pada mulut, hidung dan tenggorokan.

Gejala penyakit Kawasaki terdiri atas beberapa fase. Namun tanda-tanda kunci dari penyakit jantung anak ini dapat berupa:
o Demam
o Ruam kulit
o Pembengkakan pada tangan dan kaki
o Iritasi pada mata, sehingga mata menjadi merah
o Pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher
o Iritasi dan peradangan pada mulut, bibir, dan tenggorokan

Penanganan utama pada anak penderita Kawasaki biasanya berupa pemberian antibodi atau terapi Imunoglobulin Intravena untuk melawan infeksi. Terapi ini dilakukan pada sepuluh hari pertama demam yang melanda anak. Setelah itu, penderita mungkin juga akan diberikan aspirin untuk meredakan inflamasi atau peradangan tersebut.

  • Aterosklerosis

Gangguan medis aterosklerosis dapat terjadi jika pembuluh darah mengalami penyumbatan, sebagai akibat dari penumpukan plak (berupa lemak, kolesterol, kalsium, atau sampah sel tubuh). Penyempitan tersebut menghambat aliran darah, sehingga juga menyulitkan persebaran oksigen dan nutrisi ke tubuh anak.

Kondisi aterosklerosis biasanya menyerang akibat faktor usia. Namun anak dapat menderita penyakit ini jika menyandang beberapa faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, kondisi obesitas, atau penyakit diabetes.

Anak dan penderita dewasa yang terkena aterosklerosis biasanya akan menunjukkan gejala berupa sakit di bagian dada, sulit bernapas, kelelahan, serta lemah otot karena terhambatnya aliran darah. Anak mungkin juga akan memperlihat tanda seperti sakit pada bagian kaki dan tangan, serta sering terlihat kebingungan.

Kondisi aterosklerosis pada anak dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan dan tindakan pembedahan.

Selain tiga penyakit jantung pada anak di atas, Buah Hati mungkin juga mengalami beberapa gangguan jantung lain, seperti aritmia atau detak jantung yang tidak normal, penyakit bising jantung atau murmur, serta infeksi virus pada jantung anak.

Menurunkan risiko penyakit jantung pada anak

Beberapa penyakit jantung anak tidak diketahui penyebabnya, tetapi Anda tetap dapat menurunkan faktor risiko yang boleh jadi memicu penyakit jantung pada anak. Beberapa cara mengurangi faktor risiko tersebut yakni mencegah anak dari berat badan berlebih, menjaga anak agar terhindari dari paparan asap rokok, dan mengajak anak untuk berolahraga sejak dini.

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/kawasaki-disease
Diakses pada 19 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/atherosclerosis
Diakses pada 19 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/in-children
Diakses pada 19 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/kawasaki-disease
Diakses pada 19 Juli 2019

Texas Heart. https://www.texasheart.org/heart-health/heart-information-center/topics/heart-disease-risk-factors-for-children-and-teenagers/
Diakses pada 19 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed