Beberapa Kemungkinan ‘Tamu’ yang Mengintai Anda, Sebagai Arti Telinga Berdenging

Telinga berdenging merupakan salah satu tanda adanya tumor neuroma akustik
Banyak penyakit yang menjadi arti telinga berdenging, kondisi yang kerap menyerang lansia

Telinga yang berdenging sering dikaitkan dengan mitos-mitos. Misalnya, Anda mungkin pernah mendengar arti telinga berdenging sebagai tanda akan adanya orang yang bertamu ke rumah. Ini tidak sepenuhnya salah, karena telinga berdenging dapat menjadi pertanda dari berbagai ‘tamu’ yang mengganggu alias penyakit, seperti tumbuhnya tumor neuroma akustik.

Dalam dunia medis, telinga berdenging disebut dengan kondisi tinnitus, yang diartikan sebagai persepsi suara yang Anda dengar pada organ telinga. Jenis suara yang mungkin Anda dengar bermacam-macam, misalnya siulan, kicauan, dengungan, desisan, dan suara lain. Telinga berdenging bisa menyerang siapa saja, namun kerap dialami oleh para lansia.

[[artikel-terkait]]

Tumor neuroma akustik, salah satu arti telinga berdenging

Neuroma akustik merupakan tumor jinak, yang dapat menjadi arti telinga berdenging. Tumor ini tumbuh pada saraf penghubung otak dan telinga bagian dalam, yang disebut sebagai saraf pendengaran dan keseimbangan (saraf vestibulokoklear). Walaupun jinak, neuroma akustik tetap dapat menimbulkan komplikasi, apabila tidak ditangani dengan baik.

Malfungsi gen di kromosom 22 diperkirakan menjadi penyebab neuroma akustik. Dalam keadaan normal, gen ini menghasilkan protein untuk menekan pertumbuhan sel Schwann, yang menutupi saraf.

Selain telinga berdenging, ada tanda-tanda lain yang menjadi gejala neuroma akustik. Gejala tersebut seperti gangguan pendengaran, sensasi berputar atau vertigo, maupun mati rasa pada wajah.

Penyakit lain yang juga dapat menjadi arti telinga berdenging

Tidak hanya neuroma akustik, yang menjadi arti telinga berdenging. Berikut ini beberapa kondisi medis dan penyakit lain, yang juga dapat menjadi penyebab telinga berdenging.

  • Penumpukan cairan di telinga (penyakit Meniere)

Kondisi medis ini terjadi ketika adanya penumpukan cairan di telinga bagian dalam (labirin). Gangguan ini dapat mengakibatkan perasaan pengap pada telinga, pusing berlebihan, sensasi berputar atau vertigo, penurunan fungsi pendengaran, dan tentunya telinga berdenging.

Penyebab dari penyakit Meniere masih belum dapat dipastikan. Namun para ahli percaya, kondisi ini disebabkan oleh perubahan cairan di telinga bagian dalam, alergi, faktor genetik, atau penyakit autoimun. Orang dengan usia 40-50 tahun paling sering mengalami kondisi ini.

  • Kehilangan pendengaran karena faktor umur (presbikusis)

Kondisi presbikusis adalah gangguan telinga yang umum dialami lansia. Kondisi ini berupa menghilangnya kemampuan mendengar secara perlahan-lahan, seiring pertambahan umur. Kehilangan pendengaran ini dapat menyerang kedua telinga, dan umumnya terjadi secara perlahan.

Pertambahan usia memang menjadi faktor risiko utama. Selain itu, sejumlah faktor risiko lain, seperti kebiasaan merokok, paparan suara bising secara berulang, faktor keturunan, dan penyakit lain seperti penyakit diabetes, bisa memengaruhi.

  • Pertumbuhan tulang secara abnormal di telinga (otosklerosis)

Kondisi ini terjadi ketika tulang telinga tumbuh memanjang, membentuk spons dengan tidak normal. Pertumbuhan tersebut menyulitkan tulang telinga untuk bergetar, dan merespons gelombang suara. Akibatnya, penderita otosklerosis mengalami kehilangan pendengaran.

Kondisi ini kerap diderita oleh orang dewasa muda, dan cenderung lebih menyerang perempuan daripada pria. Selain itu, osteklerosis lebih sering dialami oleh orang berkulit terang, dibandingkan ras lain.

  • Peradangan pada telinga bagian dalam (labirinitis)

Pada kondisi ini, bagian telinga dalam yang disebut labirin, mengalami peradangan. Kondisi labirinitis dapat menimbulkan gejala seperti sensasi vertigo, mual dan muntah, kehilangan keseimbangan, serta telinga berdenging.

Penyebab dari labirinitis juga tidak diketahui dengan pasti. Faktor-faktor yang mungkin berkontribusi membuat labirin meradang adalah alergi, infeksi virus, infeksi bakteri, tumbuhnya tumor di telinga bagian tengah, atau kondisi fisik seperti flu.

Beberapa penyebab dan kondisi medis lain, seperti bunyi-bunyian yang berisik dan terlalu menumpuknya kotoran telinga, juga dapat menjadi arti telinga berdenging. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh berbagai penyakit lainnya, seperti tekanan darah tinggi, sindrom fibromyalgia, atau luka pada leher dan kepala.

Jangan lekas mempercayai mitos, apabila telinga terus berdenging. Kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada telinga dan organ lain di tubuh Anda. Sehingga, sangat disarankan untuk sesegera mungkin berkonsultasi dengan dokter, untuk mengetahui arti telinga berdenging.

Untuk mencari tahu arti telinga berdenging yang Anda alami, dokter mungkin akan melakukan beberapa jenis tes. Misalnya, tes dengan menggerakkan telinga Anda, tes pencitraan seperti magnetic resonance imaging (MRI), serta melakukan tes pendengaran atau audiologi, menggunakan earphone.

Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/labyrinthitis/article_em.htm#what_causes_labyrinthitis
Diakses pada 11 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/menieres-disease
Diakses pada 11 Juli 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acoustic-neuroma/symptoms-causes/syc-20356127
Diakses pada 11 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinnitus/diagnosis-treatment/drc-20350162
Diakses pada 11 Juli 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001036.htm
Diakses pada 11 Juli 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001045.htm
Diakses pada 11 Juli 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/tinnitus-in-older-people-2223696
Diakses pada 11 Juli 2019

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/tinnitus-lifestyle#1
Diakses pada 11 Juli 2019

Web MD. https://www.webmd.com/brain/acoustic-neuroma-causes-symptoms-treatments#1
Diakses pada 11 Juli 2019

Web MD. https://www.webmd.com/brain/what-is-meniere-disease
Diakses pada 11 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed