Berhubungan Setelah Melahirkan, Kapankah Waktu yang Tepat?

08 Agt 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Mencoba berhubungan setelah melahirkan seringkali menimbulkan kecemasan pada pasutri
Berhubungan setelah melahirkan bisa saja menjadi tantangan tersendiri bagi ibu dan ayah baru

Setelah bayi lahir, tubuh sang ibu akan melalui proses pemulihan. Proses ini berupa perdarahan pascamelahirkan yang berhenti, robekan jalan lahir yang sembuh, dan mulut rahim yang menutup kembali.

Pada masa tersebut, hubungan intim menjadi sesuatu yang dikhawatirkan untuk kembali dilakukan. Jadi, kapankah waktu yang tepat untuk mulai berhubungan setelah melahirkan?

Saatnya kembali berhubungan setelah melahirkan

Suami-istri biasanya disarankan untuk menunda hubungan seksual selama empat sampai enam minggu setelah persalinan. Durasi waktu ini berlaku pada persalinan normal maupun persalinan lewat operasi caesar.

Jika ada luka persalinan, misalnya luka operasi, episiotomi, atau robekan di perineum, lebih baik menunggu sampai masa enam minggu pascapersalinan untuk berhubungan setelah melahirkan. Hubungan intim pascapersalinan yang dilakukan terlalu cepat, dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko perdarahan pascapersalinan atau infeksi pada rahim.

Pada sebagian pasangan, hubungan intim mungkin akan terasa berbeda selama beberapa bulan setelah persalinan. Meski telah lewat masa pemulihan selama enam minggu, banyak wanita yang mengalami vagina kering sebagai dampak rendahnya kadar hormon estrogen selama masa post-partum. Sebagai akibatnya, berhubungan intim menjadi tidak nyaman.

Robekan pada jalan lahir atau luka bekas operasi terkadang menimbulkan rasa sakit saat berhubungan intim. Selain itu, nyeri juga bisa muncul akibat perubahan kondisi otot vagina, sehingga kemampuannya meregang jadi terbatas setelah persalinan. Namun kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan pulih seperti semula dalam waktu beberapa bulan.

Secara umum, faktor-faktor seperti genetik, ukuran bayi yang dilahirkan, jumlah persalinan sebelumnya, serta praktek latihan kegel akan memengaruhi kondisi vagina setelah melahirkan.

Keluhan umum setelah persalinan dan cara mengatasinya

Beberapa keluhan di bawah ini tergolong normal terjadi ketika pasangan kembali mulai berhubungan setelah melahirkan:

1. Rendahnya dorongan seksual

Seringkali terjadi, istri tetap tidak berminat melakukan hubungan intim meskipun sudah lewat enam minggu masa pemulihan setelah persalinan. Para istri tak perlu merasa bersalah bila mengalaminya. Kenapa?

Pasalnya, tubuh Anda telah mengalami perubahan hormon secara drastis, ukuran rahim yang kembali mengecil, dan luka persalinan baru saja sembuh. Hormon menyusui pun dapat membuat dorongan seksual menjadi rendah.

Lebih baik santai saja dan terus terang pada suami mengenai perasaan Anda tersebut. Coba tetap jalin kemesraan dengan cara di luar hubungan intim. Anda dapat berpelukan, berciuman, atau bersama-sama menikmati keberadaan Buah Hati.

Yakinkan diri Anda dan suami bahwa kondisi ini hanya berlangsung sementara, Anda masih butuh waktu untuk kembali jadi diri Anda yang dulu.

2. Struktur vagina yang berubah

Saat mengeluarkan bayi, otot vagina teregang luar biasa. Karena itu, butuh beberapa waktu sampai vagina kembali ke kondisi sebelumnya.

Tak heran banyak wanita yang mengeluhkan kondisi vagina menjadi berbeda saat berhubungan intim dibanding sebelum melahirkan. Jangan terlalu memikirkannya, perbedaan ini hanyalah sementara dan akhirnya akan menjadi samar.

Para ibu baru mungkin bisa mencoba senam kegel untuk membantu mengembalikan kondisi otot vagina. Caranya adalah dengan mengencangkan otot dasar panggul seakan-akan menahan buang air kecil, tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan.

Latihan kegel dapat Anda lakukan berulang kali, kapanpun dan di manapun secara diam-diam. Misalnya, sambil menyusui maupun menonton televisi. Tak akan ada yang tahu bahwa Anda sedang melakukannya.

3. Rasa sakit saat berhubungan intim

Perubahan hormon yang terjadi pascakehamilan akan membuat vagina terasa kering. Hormon menyusui juga mengurangi lubrikasi vagina, sehingga hubungan intim pun terasa menyakitkan. Apalagi jika Anda mengalami luka pada jalan lahir yang masih dalam proses pemulihan.

Berikan pemahaman pada suami mengenai perubahan fisik dan hormonal Anda. Gunakan banyak pelumas berbahan dasar air ketika Anda dan pasangan kembali berhubungan setelah melahirkan.

Jika rasa sakit disebabkan oleh luka pada jalan lahir atau luka bekas operasi yang belum sembuh sepenuhnya, tunda dulu hubungan intim sampai luka benar-benar sembuh.

Perlukah langsung pasang alat kontrasepsi?

Ketika berhubungan setelah melahirkan, Anda perlu menggunakan alat kontrasepsi. Memang, memberikan ASI eksklusif pada bayi selama enam bulan bisa memberikan efek kontrasepsi, terutama bagi ibu yang belum kembali menstruasi. Namun efektivitas kontrasepsi dengan ASI eksklusif ini sangat bervariasi.

Untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan lainnya, ibu yang baru melahirkan disarankan untuk menunggu setidaknya 18 bulan sebelum memutuskan untuk hamil kembali. Karena itu, dibutuhkan alat KB yang andal untuk mencegah kehamilan.

Beberapa metode kontrasepsi yang bisa digunakan ketika kembali berhubungan setelah melahirkan meliputi:

  • Intrauterine device (IUD) berbahan tembaga, atau dikenal juga dengan istilah KB spiral.
  • Pil KB.
  • Alat kontrasepsi implan (KB susuk).
  • KB suntik.

Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk memilih alat KB yang paling cocok dengan kondisi dan kenyamanan Anda. Dengan ini, proses menyusui tidak akan terganggu dan risiko kehamilan ketika berhubungan setelah melahirkan bisa dihindari.

Referensi

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/308480.php
Diakses pada 5 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/sex-after-pregnancy/art-20045669
Diakses pada 5 Agustus 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/family/6-common-sex-after-pregnancy-problems-and-solutions
Diakses pada 5 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top