logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Berhubungan saat Janin Sudah Masuk Panggul (Hamil Tua), Apakah Aman?

open-summary

Berhubungan intim saat hamil tua tidak berbahaya dan justru dianjurkan. Selain bisa membuat lebih rileks, hubungan seks bisa memicu kontraksi rahim, sehingga persalinan berjalan lebih lancar.


close-summary

8 Sep 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Berhubungan saat janin sudah masuk panggul atau hamil tua tidak berbahaya

Berhubungan intim saat hamil tua tidak berbahaya

Table of Content

  • Menimbang keamanan berhubungan saat janin sudah masuk panggul
  • Siapa saja yang tidak boleh berhubungan seks saat hamil tua?
  • Cara berhubungan saat hamil tua
  • Manfaat hubungan seks di akhir kehamilan
  • Catatan dari SehatQ

Selama hamil, hubungan seksual masih bisa dilakukan, bahkan saat mendekati persalinan atau saat usia kandungan masuk 40 minggu sekalipun. Berhubungan saat janin sudah masuk panggul dinilai aman selama ketuban belum pecah dan dokter tidak melarangnya.

Advertisement

Berhubungan intim saat hamil tua bahkan juga dinilai bisa mempercepat kelahiran dan memberikan beberapa manfaat lainnya. Meski begitu, kegiatan ini bukan tanpa risiko. Pada kondisi-kondisi tertentu, berhubungan seks saat hamil 9 bulan tidak dianjurkan.

Menimbang keamanan berhubungan saat janin sudah masuk panggul

Banyak pasangan yang masih bingung, bolehkah mereka kembali merasakan keseruan di ranjang sebelum persalinan? Sebab setelah melahirkan, ibu disarankan untuk tidak berhubungan seks selama beberapa waktu.

Jawabannya adalah boleh. Dikutip dari Baby Centre, selama dokter tidak memberikan larangan spesifik kepada Anda, maka hubungan seks masih boleh dilakukan, meski kehamilan sudah mencapai fase akhir.

Berikut ini adalah hal-hal seputar berhubungan intim saat hamil tua atau berhubungan intim hamil 9 bulan yang perlu Anda perhatikan.

  • Melakukan hubungan seks dengan penetrasi penis juga tidak akan mengganggu bayi di dalam kandungan, karena Si Kecil sudah terlindungi oleh kantung ketuban.
  • Hubungan seks di masa akhir kehamilan tidaklah memicu keguguran. Biasanya, keguguran disebabkan oleh kelainan perkembangan janin.
  • Pada kehamilan yang sehat, hubungan seks juga tidak memicu kelahiran prematur.

Bukan hanya kehamilan tua yang sudah memasuki usia 9 bulan, bagaimana jika berhubungan saat hamil 7 bulan atau berhubungan saat hamil 8 bulan? Tentu berhubungan saat janin sudah masuk panggul di usia kehamilan ini boleh dilakukan.

Namun, tidak semua ibu hamil bisa melakukan aktivitas ini. Pasalnya, sejumlah keadaan seperti pernah keguguran, keluar flek atau perdarahan dari vagina, ketuban pecah dini hingga inkompetensi serviks, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan intim saat hamil tua.

Baca juga: Kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua, berbahayakah?

Siapa saja yang tidak boleh berhubungan seks saat hamil tua?

Meski secara keseluruhan aman dilakukan, beberapa kondisi ini tidak memungkinkan untuk berhubungan seks saa hamil tua.

1. Plasenta previa

Plasenta previa adalah posisi plasenta terbalik sehingga menghadap bagian depan bayi. Pada kondisi ini, hubungan seks bisa menyebabkan perdarahan pada plasenta dan berbahaya bagi bayi.

2. Air ketuban pecah dini

Saat air ketuban pecah dini sebelum waktunya, lendir atau mucus plug yang melindungi leher rahim akan terlepas dan membuat janin terpapar oleh dunia luar. Hal ini membuat risiko terjadinya infeksi meningkat.

Selama ketuban belum pecah, maka Anda dan pasangan masih bisa melakukan hubungan seks. Namun jika air ketuban sudah keluar dan Anda masih melakukan kegiatan ini, risiko terjadinya infeksi akan meningkat.

3. Riwayat persalinan prematur

Pada ibu yang pernah punya riwayat persalinan prematur, dokter biasanya akan melarang berhubungan seks di trimester akhir kehamilan. Sebab, hormon yang keluar saat berhubungan seks bisa memicu kelahiran prematur lagi.

4. Mengandung bayi kembar

Ibu yang mengandung bayi kembar, berisiko lebih besar melahirkan prematur. Sehingga, berhubungan seks saat janin sudah masuk panggul tidaklah disarankan.

Aman atau tidaknya berhubungan seks saat hamil tua bisa didiskusikan lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda. Sebab, tidak semua ibu hamil punya kondisi yang sama.

Jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka dokter biasanya akan menyarankan aktivitas tersebut. Namun jika sebaliknya, maka larangan dari dokter ini bisa menjaga janin di dalam kandungan agar bisa berkembang dengan tenang dan senantiasa sehat.

Baca Juga

  • Berhubungan Saat PMS, Benarkah Sudah Pasti Tidak Bisa Hamil?
  • Pilihan Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil
  • Wajib Dicoba, Inilah 10 Manfaat Olahraga saat Hamil

Cara berhubungan saat hamil tua

Berhubungan saat janin sudah masuk panggul atau hamil tua boleh saja dilakukan, tapi tetap dengan memperhatikan sejumlah hal tertentu, termasuk posisi dan durasi berhubungan seks saat hamil.

Adapun beberapa posisi yang aman untuk berhubungan saat hamil tua salah satunya seperti:

  • Wanita di atas (woman on top)
  • Penetrasi di belakang
  • Penetasi menyamping
  • Posisi missionary
  • Posisi duduk dengan ibu hamil berada di atas paha suaminya

Selain posisi, Anda juga perlu memperhatikan seberapa sering Anda berhubungan seksual saat hamil. Anda sebenarnya boleh saja melakukan hubungan seksual kapanpun. Namun, tidak disarankan untuk berhubungan intim terlalu sering saat hamil (lebih dari 3 kali dalam seminggu), karena bisa memicu infeksi saluran kencing (ISK).

Manfaat hubungan seks di akhir kehamilan

Tidak hanya aman dilakukan, berhubungan seks di akhir masa kehamilan juga bisa memberikan beberapa manfaat untuk ibu hamil, seperti:

  • Membantu menguatkan panggul dan membuat tubuh lebih siap untuk melahirkan karena orgasme yang dirasakan
  • Menejadi lebih rileks dalam menghadapi persalinan
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Membuat tubuh terasa lebih segar
  • Menambah ikatan dan kedekatan dengan pasangan
  • Melembutkan leher rahim dan bantu memicu terjadinya kontraksi, akibat hormon prostaglandin pada sperma
  • Memicu kontraksi, akibat hormon oksitosin yang keluar dari tubuh ibu saat berhubungan seks

Kontraksi-kontraksi tersebut tidak akan membuat bayi lahir prematur. Jika tubuh memang belum siap untuk melahirkan, maka bayi tetap tidak akan keluar. Sebaliknya, jika tubuh sudah siap menghadapi persalinan, kontraksi-kontraksi ini akan membantu memperlancar prosesnya.

Catatan dari SehatQ

Berhubungan intim saat hamil 40 minggu tidaklah dilarang. Bahkan, ibu disarankan untuk melakukannya jika memang kondisi kandungannya sehat.

Namun ingat, tidak dilarang bukan berarti harus melakukan. Sebab, dengan adanya berbagai perubahan selama kehamilan seperti pembengkakan beberapa bagian tubuh hingga nyeri punggung, beberapa wanita merasa tidak nyaman untuk berhubungan seks.

Jika Anda ingin berkonsultasi secara langsung perihal seks saat hamil tua, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

menjaga kehamilanhubungan sekshubungan seksualmanfaat hubungan seksibu hamil

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved