Berfungsi Redakan Stres Psikologis, Begini Canggihnya EMDR Therapy


EMDR therapy dianggap sebagai salah satu penanganan PTSD paling efektif. Ada 8 fase yang akan dilalui oleh pasien dalam 12 kali pertemuan. Mulai dari ulasan masa lalu, penanganan, hingga evaluasi.

0,0
17 Feb 2021|Azelia Trifiana
EMDR dianggap efektif untuk menangani PTSDEMDR dianggap efektif untuk menangani PTSD
Salah satu teknik psikoterapi interaktif yang bertujuan untuk meredakan stres psikologis adalah EMDR therapy. EMDR berarti eye movement desensitization and reprocessing. Metode ini dinilai efektif untuk penanganan orang yang mengalami trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD).Dalam sesi terapi EMDR, klien akan diminta mengingat pengalaman yang traumatis dengan cepat. Di saat yang sama, terapis akan mengarahkan pergerakan mata. Dengan demikian, fokus akan teralihkan dan respons psikologis pun lebih tenang.

Manfaat melakukan EMDR therapy

Secara berkala, harapannya orang yang mengikuti terapi EMDR akan lebih stabil saat terpapar pikiran atau memori tertentu. Respons yang muncul tidak akan terlalu emosional.Lebih detail lagi, berikut manfaat dari melakukan terapi EMDR:
  • Bisa berbicara atau mengenang pengalaman masa lalu dengan lebih baik
  • Digunakan untuk mengatasi depresi dan cemas berlebih
  • Digunakan sebagai salah satu metode untuk menangani serangan kepanikan, gangguan makan, dan ketergantungan pada substansi tertentu
  • Efektivitasnya berlaku jangka panjang meski sesi terapi telah usai
  • Klien lebih sadar akan pikirannya sendiri

Bagaimana cara kerjanya?

konseling
EMDR Therapy pada anak
EMDR therapy diklasifikasikan dalam 8 fase berbeda. Artinya, klien perlu hadir beberapa kali untuk merampungkan seluruh sesinya. Rata-rata, terapi ini dilakukan dalam 12 sesi berbeda.Apa saja isi dari fase itu?

1. Fase 1: Ulasan masa lalu

Dalam fase pertama ini, terapis akan mengulas masa lalu sekaligus evaluasi kondisi kliennya. Sesi ini juga meliputi berbicara tentang trauma dan mengidentifikasi kenangan traumatis agar bisa ditangani secara spesifik.

2. Fase 2: Persiapan

Terapis kemudian akan membantu klien mempelajari beberapa cara berbeda untuk menghadapi stres psikologis atau emosional yang dialami. Dalam fase ini, digunakan metode mengelola stres seperti teknik pernapasan dan mindfulness.

3. Fase 3: Penilaian

Dalam fase ketiga terapi EMDR, terapis akan mengidentifikasi memori spesifik yang menjadi target. Komponen terkait seperti sensasi fisik yang muncul ketika mengingat hal itu juga akan menjadi target.

4. Fase 4-7: Penanganan

Terapis mulai menerapkan teknik terapi EMDR untuk menangani memori tertentu. Dalam sesi-sesi ini, klien diminta fokus pada pikiran, kenangan, atau gambaran yang negatif.Secara simultan, terapis akan meminta klien melakukan gerakan mata spesifik. Tak hanya itu, terapis juga bisa memberikan stimulasi seperti menepuk atau gerakan lain, bergantung pada kasus masing-masing.Setelah stimulasi bilateral diberikan, terapis akan meminta klien mengosongkan pikiran dan mengenali apa perasaan yang muncul mendadak. Setelah pikiran teridentifikasi, terapis akan meminta klien kembali fokus pada kenangan traumatis itu atau pindah ke memori lain.Apabila klien merasa kurang nyaman, terapis akan mengajak kembali ke masa kini sebelum mulai mengingat pengalaman traumatis lagi. Dari waktu ke waktu, rasa tidak nyaman saat mengenang hal tertentu akan memudar.

5. Fase 8: Evaluasi

Fase terakhir ini berisi evaluasi setelah seluruh sesi rampung. Bukan hanya klien, terapis juga akan melakukan hal yang sama.

Seberapa efektif EMDR therapy?

Ada banyak penelitian dan studi komparatif yang menunjukkan terapi EMDR merupakan metode yang efektif untuk PTSD. Bahkan, ini merupakan salah satu opsi penyembuhan yang sangat direkomendasikan oleh Department of Veterans Affairs’ di Amerika Serikat dalam menangani PTSD.Selain itu, dalam studi pada tahun 2012 terhadap 22 orang, diketahui bahwa terapi ini membantu 77% individu yang mengalami masalah psikologis. Halusinasi, delusi, dan kecemasan berlebih yang dialami jauh membaik setelah merampungkan proses ini.Tak hanya itu, gejala-gejala terjadinya depresi juga berkurang berkat terapi EMDR.Sedikit mundur ke tahun 2002, ada studi yang membandingkan EMDR therapy dengan terapi paparan berkelanjutan. Hasilnya, terapi EMDR lebih efektif dalam meredakan gejala. Bahkan, klien EMDR lebih banyak yang mengikuti sesi hingga akhir. Dropout rate dari partisipan lebih rendah.Menariknya lagi, ada studi-studi lain yang menyebut EMDR therapy tak hanya efektif untuk jangka pendek saja, tapi juga jangka panjang. Ketika dipantau lagi 3-6 bulan berikutnya, partisipan tetap merasakan manfaatnya.

Penting diketahui sebelum ikuti terapi

Terapi ini termasuk salah satu yang aman dan hanya menimbulkan sedikit efek samping ketimbang konsumsi obat. Meski demikian, klien yang akan mengikuti terapi ini perlu ingat bahwa perlu beberapa sesi dan mustahil rampung hanya dalam satu kali pertemuan.Beberapa hal yang mungkin juga perlu diantisipasi adalah:
  • Ketika sesi selesai, bisa terjadi vivid dream yang terasa nyata
  • Sesi awal terapi bisa terasa mengganggu karena dituntut untuk fokus
  • Diskusikan dengan terapis tentang perasaan yang mengganggu agar tahu bagaimana mengatasinya
Beberapa orang mungkin saja memilih terapi EMDR ketimbang mengonsumsi obat yang efek sampingnya tak bisa ditebak. Ada pula yang memadukan terapi ini dengan konsumsi obat atau jenis terapi lain seperti desensitisasi sistematis.

Manapun yang dipilh, kembali lagi pada kondisi setiap individu. Kenali apa yang memicu stres atau trauma secara perlahan. Tujuannya agar penanganan bisa efektif.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala depresi atau stres yang dipicu pengalaman traumatis lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/emdr-therapy
Diakses pada 4 Februari 2021
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11748600/
Diakses pada 4 Februari 2021
Department of Veterans Affairs’. https://www.healthquality.va.gov/guidelines/MH/ptsd/cpg_PTSD-full-201011612.PDF
Diakses pada 4 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait