Berdamai dengan Kesedihan Pasca-Keguguran dengan 4 Cara Ini


Kehilangan janin adalah hal yang menyedihkan. Seorang wanita dapat merasakan depresi setelahnya. Menerima kenyataan dan tidak menyalahkan diri sendiri adalah cara untuk pulih kembali.

(0)
17 Jan 2021|Azelia Trifiana
Mengatasi sedih pasca keguguranKeguguran selalu memberikan rasa sedih mendalam bagi seorang perempuan
Kehilangan janin dalam kandungan bisa menjadi salah satu momen yang sangat mengejutkan sekaligus tak diinginkan. Pasca-keguguran, ibu bisa merasakan berbagai emosi mulai dari terkejut, marah, sedih, hingga mati rasa.Apapun perasaan yang muncul, semuanya wajar karena tiap orang memproses kesedihan dengan cara berbeda. Jika kewalahan memproses seluruh emosi, tak ada salahnya mencari bantuan profesional.

Emosi yang muncul saat keguguran

seorang perempuan sedih
Depresi dapat datang pasca-keguguran
Sesaat setelah menyadari bahwa janin dalam kandungan sudah tidak lagi ada, perasaan sedih yang muncul bisa sangat kuat. Bahkan, emosi ini bisa terasa mirip dengan depresi.Faktor hormonal turut berperan dalam signifikannya emosi yang muncul. Level human chorionic gonadotropin atau hCG atau hormon kehamilan turun drastis dan membuat perasaan sedih menjadi berlipat-lipat.Cara tiap orang memproses kehilangan ini berbeda. Ada yang mengalami lima fase kesedihan seperti yang diutarakan psikiater Amerika-Swiss Elisabeth Kübler-Ross, ada pula yang tidak.Lima fase ini meliputi:
  • Penyangkalan

Dalam tahap ini, perempuan masih memegang harapan bahwa dokter salah memberikan diagnosis. Bahkan, ada keyakinan bahwa sejatinya mereka tidak keguguran. Ibu bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari informasi di internet, mengulik lebih jauh tentang gejala-gejala keguguran.Pada saat yang sama, sangat wajar jika seseorang menutup diri dari orang sekitar bahkan suami sekalipun. Orang yang berusaha mendekat justru ditolak. Itu sebabnya, bisa juga ada kecenderungan mengurung diri dan enggan mengangkat telepon atau membalas pesan.
  • Kemarahan

Ketika berada di fase kemarahan, ada kecenderungan mencari sosok yang bisa disalahkan. Sebagian besar orang menyalahkan dokter karena tidak mendeteksi gejalanya lebih awal sehingga keguguran dapat dicegah.Tak hanya itu, bisa juga menyalahkan pasangan hingga diri sendiri. Perlu diingat bahwa keguguran sangat jarang merupakan akibat dari kesalahan seseorang. Bahkan, miscarriage umumnya tidak bisa dicegah.Lebih jauh lagi, rasa marah ini juga membuat seseorang lebih emosional kepada petugas medis saat prosedur pemulihan dilakukan. Bahkan, komentar dari teman dan kerabat juga bisa dianggap menyakitkan.
  • Tawar menawar

Dalam salah satu fase menghadapi kesedihan ini, muncul keinginan untuk tawar menawar dengan kuasa yang lebih kuat yaitu Tuhan. Bisa juga muncul janji-janji untuk berlaku baik apabila bisa segera hamil dan tidak mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya.Selain itu, ibu juga bisa melakukan riset selama berjam-jam untuk mencegah terjadinya keguguran. Mereka juga tak segan melakukan hal yang dapat menghindari risiko miscarriage seperti menjalani gaya hidup sehat atau menjalani pengobatan tertentu.Orang yang berada di fase ini perlu diingatkan bahwa terjadinya keguguran adalah hal di luar kendali. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat itu bagus, namun tetap buat ekspektasi yang realistis.
  • Depresi

Pasca-keguguran, rasa depresi bisa muncul dengan merasa bahwa selamanya tidak akan pernah bisa menjadi ibu. Bahkan, ada anggapan bahwa keguguran terjadi sebagai bentuk hukuman. Bukan tidak mungkin, saat hamil lagi akan muncul kecemasan yang begitu intens, khawatir terulang kembali.Lebih jauh lagi, gambar tentang kehamilan atau bayi di media bisa mengganggu. Berkumpul dengan kerabat yang sedang hamil atau membawa bayi juga dapat menimbulkan rasa kurang nyaman.
  • Penerimaan

Biasanya, sensasi kesedihan ini akan terus berlanjut hingga siklus menstruasi telah kembali. Di saat yang sama, tubuh juga mulai pulih. Pada akhirnya, ibu akan lebih bisa menerima dan memproses semua yang dialami.Apabila mengingat cerita saat keguguran, tentu rasa sedih itu ada. Namun, emosi yang muncul tidak menimbulkan rasa kewalahan seperti ketika baru saja terjadi.Fase ini belum tentu dirasakan semua orang. Ada yang bahkan belum bisa menerima hingga hamil dan melahirkan anak berikutnya.

Cara mengatasi kesedihan pasca-keguguran

Apapun emosi yang muncul pasca-keguguran, harap ingat bahwa ini sangat normal. Segala hal yang terasa begitu intens dan membuat kewalahan pada awalnya, pada akhirnya mulai bisa diterima.Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sedih di antaranya:

1. Tahu batas diri sendiri

Kenali batasan diri sendiri. Apabila undangan menghadiri acara sosial masih terasa melelahkan secara mental, tak perlu memaksakan diri. Pemulihan emosi Anda adalah hal terpenting. Lakukan yang dirasa tepat.Di sisi lain, apabila cara untuk berdamai dengan kesedihan adalah dengan berkumpul dengan orang-orang terdekat, maka lakukanlah.

2. Berani berkata tidak

Jangan ragu juga untuk berkata tidak atau mencari cara untuk meninggalkan situasi sosial apabila sudah terasa kurang nyaman. Ketika merasa kewalahan, adalah hak Anda untuk pamit terlebih dahulu.Jika sudah merasa nyaman, sampaikan pula bahwa Anda masih merasa sedih. Memaparkan emosi yang tengah dirasakan akan membuat suasana menjadi lebih baik. Bonusnya, Anda pun tak merasa tersendiri.

3. Berbuat baik

Jika menolong orang lain terbukti bisa menimbulkan rasa bahagia, begitu pula dengan saat menghadapi fase ini. Bentuknya bisa apapun, mulai dari memberikan donasi, menjadi relawan, atau memberi makan tunawisma dapat menjadi obat pereda kesedihan Anda.

4. Bercerita

Jangan ragu untuk bercerita kepada orang terdekat atau terpercaya tentang apa yang dirasakan. Jika ini membuat perasaan lebih tenang, tak ada salahnya mencoba. Pilih orang yang dirasa bisa memberikan dukungan sesuai porsinya setelah mendengarkan cerita Anda.

Dari waktu ke waktu, akan terasa bahwa Anda adalah sosok yang lebih kuat dari yang dibicarakan. Dengan demikian, menghadapi fase ini bisa menjadi lebih mudah. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang terdekat atau profesional apabila rasa sedih sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar depresi yang muncul saat menghadapi miscarriage, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilankesehatan mentalkeguguran
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/stages-of-pregnancy-loss-grief-miscarriage-grief-2371330Healthcare Utah. https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_breococ4Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/surviving-holidays-after-miscarriage-2371331
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait