Dampak Perceraian, dari Diabetes hingga Meningkatkan Resiko Kematian!

Perceraian bisa meningkatkan risiko terhadap penyakit kronis dan kematian.
Dampak perceraian bagi kesehatan, tak bisa dipandang sebelah mata.

Perceraian kadang menjadi satu-satunya solusi yang bisa ditempuh sebagai jalan keluar dari masalah yang dialami pasangan. Namun sering tidak disadari, perceraian juga ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan, bahkan mengakibatkan penyakit kronis.

Mulai dari dampak psikologis hingga fisik, efek perceraian terhadap kesehatan ternyata tidak bisa dianggap sepele. Secara ilmiah, berikut adalah efek yang dapat timbul akibat proses perceraian terhadap kesehatan Anda.

[[artikel-terkait]]

Dampak perceraian berupa penyakit kronis

Saat perceraian terjadi, risiko menurunnya kesehatan menjadi lebih besar. Di sisi lain, risiko kematian meningkat sebesar 23 persen. Meski begitu, sebagian besar orang yang bercerai, dapat melewati proses ini dengan baik.

Hanya sebagian kecil orang yang harus melewati proses perceraian (sekitar 10-15 persen), merasa kesulitan sehingga berpengaruh terhadap kesehatannya. Posisi tidak terikat komitmen dengan orang lain, dapat memudahkan seseorang untuk menjalani gaya hidup yang kurang sehat

Bagi orang yang kesulitan melewati proses perceraian, rasa kesepian dapat menjadi faktor yang memperparah kondisi kesehatannya. Hal tersebut dapat memicu perilaku yang merugikan kesehatan, seperti pola makan yang tidak sehat, siklus tidur yang berantakan, kurangnya olahraga dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Selain itu, bagi orang yang kesulitan melewati proses perceraian, setidaknya memiliki risiko terhadap 3 penyakit kronis, dan kematian.

1. Peningkatan risiko 3 penyakit

Risiko penyakit kronis berupa penyakit jantung, diabetes, dan kanker, meningkat sebesar 20 persen.

2. Peningkatan risiko kematian

Orang yang sudah pernah bercerai kemudian kembali menikah, masih memiliki risiko terkena penyakit kronis lebih besar 12 persen, dan risiko kematian sebesar 19 persen lebih tinggi.

Tidak semua perceraian timbulkan masalah kesehatan

Melihat fakta di atas, Anda juga perlu memahami, bahwa tidak semua perceraian pasti menimbulkan masalah kesehatan. Pada kasus ketika pernikahan justru menjadi penyebab stres, perceraian bisa memberikan efek yang baik bagi kesehatan.

Salah satu jalan utama untuk dapat melewati perceraian dengan baik adalah dengan menjaga kadar stres.

Jika kadar stres sudah mencapai 7-10, maka ini saat yang tepat bagi Anda untuk segera merawat diri secara mental maupun fisik. Saat tingkat stres mencapai nilai di atas 6, maka akan sulit bagi Anda untuk membuat keputusan yang rasional.

Dengan menjaga tingkat stres, interaksi yang terjadi antara Anda dan mantan pasangan, dapat lebih produktif dan keputusan yang dibuat juga dapat lebih tepat. Beberapa hal di bawah ini dapat membantu Anda mengendalikan stres.

  • Tingkatkan intensitas interaksi dengan teman
  • Lebih sering mendengarkan lagu kesukaan sambil menari
  • Relaksasi dengan yoga

Bagi Anda yang sedang menjalaninya proses perceraian, efek perceraian terhadap kesehatan merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan.

Jika merasa kesulitan secara fisik maupun mental saat melewati proses ini, konsultasikan kondisi Anda dengan psikolog maupun psikiater terpercaya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pendampingan yang diperlukan, untuk bisa kembali sehat.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4397145/
Diakses 4 Februari 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/talking-apes/201704/is-divorce-bad-your-health
Diakses 4 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/balance/news/20090728/divorce-has-lasting-toll-on-health#1
Diakses 4 Februari 2019

Health. https://www.health.com/relationships/how-divorce-stress-affects-health
Diakses 4 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed