Bercak Terang Seperti Panu pada Bayi, Gejala Terjadinya Pityriasis Alba

(0)
24 Jun 2020|Azelia Trifiana
pityriasis alba menyebabkan bercak seperti panu pada bayiBercak seperti panu pada bayi diakibatkan oleh pityriasis alba
Jika ada bercak putih atau kemerahan serupa panu pada bayi, bisa jadi indikasi pityriasis alba. Ini adalah masalah kulit yang biasa dialami bayi, anak-anak, dan juga orang dewasa. Penyebab pastinya belum diketahui, namun risiko terjadinya akan meningkat jika menderita eksim.Bentuk bercak pada orang yang mengalami pityriasis alba adalah bulat atau oval, dengan warna merah atau pink. Bercak ini bisa hilang dengan sendirinya atau dengan memberi krim khusus. Namun, terkadang ada bekas pucat di kulit setelah bercak kemerahan ini mereda.

Penyebab pityriasis alba

Pityriasis alba kerap disebut panu pada bayi karena ciri-cirinya yang mirip. Istilah medis ini diambil dari kata pityriasis yang berarti “bersisik atau berkerak” dan alba yang berarti “putih”.Bercak pityriasis alba berwarna lebih terang dari kulit sekitarnya atau hipopitmentasi dengan ukuran antara 1-4 cm. Permukaannya bisa bersisik dan sesekali terasa gatal.Bercak seperti panu ini paling sering muncul di pipi, lengan atas, leher, dada, dan juga punggung. Setelah beberapa minggu, bercak ini akan memudar dengan warna lebih pucat.Namun pada beberapa kasus, bekas ini bisa bertahan selama beberapa bulan hingga tahunan. Tidak diketahui penyebab pasti terjadinya pityriasis alba, namun sering dianggap salah satu risiko terjadinya jika menderita eksim yaitu dermatitis atopik yang ringan.Jika berkaitan dengan eksim, panu pada bayi bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bereaksi agresif terhadap pemicunya. Pada orang dewasa atau bayi yang mengalami eksim, kemampuan kulit sebagai pelindung tubuh menurun.Idealnya, sistem kekebalan tubuh hanya akan menyerang protein substansi berbahaya seperti bakteri dan virus. Namun jika menderita eksim, sistem kekebalan tubuh tidak bisa membedakan mana yang berbahaya dan tidak. Justru, sistem imun menyerang substansi sehat dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya pityriasis alba.Pityriasis alba kerap terjadi pada anak-anak dan remaja, paling sering pada usia 6-12 tahun. Anak yang memiliki kondisi kulit ronis atau eksim juga berisiko lebih tinggi mengalami pityriasis alba. Namun kondisi ini tidak menular pada orang di sekitarnya.

Cara mengatasi pityriasis alba

Tidak semua pityriasis alba perlu ditangani dengan obat karena bisa mereda dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Meski demikian, dokter bisa meresepkan krim pelembap atau krim steroid seperti hydrocortisone untuk mengatasinya.Pada beberapa kasus tertentu, dokter juga mungkin meresepkan krim nonsteroid seperti pimecrolimus. Jenis-jenis krim yang diresepkan ini bisa menyamarkan terjadinya perubahan warna kulit. Tak hanya itu, juga melegakan kulit yang terasa kering, gatal, atau pecah-pecah.Perlu diingat bahwa meskipun sudah diatasi dengan obat tertentu, panu pada bayi ini bisa kembali terjadi di masa depan. Namun pada sebagian besar kasus, pityriasis alba akan mereda dengan sendirinya ketika anak menginjak usia dewasa.

Merawat kulit yang mengalami pityriasis alba

Jika bayi mengalami pityriasis alba, pastikan kelembapan kulitnya tetap terjaga. Beberapa cara perawatannya seperti:
  • Gunakan sabun khusus yang menjaga kelembapan kulitnya
  • Aplikasikan pelembap seperti petroleum jelly
  • Aplikasikan krim yang tidak memakai pengharum tambahan
  • Hindari paparan sinar matahari langsung
  • Gunakan tabir surya untuk anak saat terkena matahari langsung
Mengingat pityriasis alba adalah masalah kulit ringan dan bisa memudar dengan sendirinya, terkadang tidak perlu perawatan medis apapun. Namun apabila kondisi ini tidak kunjung membaik setelah beberapa hari atau semakin menyebar ke bagian lain tubuh, konsultasikan kepada dokter
penyakitbayi & menyusuiibu dan anak
Skin Sight. https://www.skinsight.com/skin-conditions/infant/pityriasis-alba
Diakses pada 8 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pityriasis-alba
Diakses pada 8 Juni 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/910770-overview#a1
Diakses pada 8 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait