Bercak darah saat hamil dapat menimbulkan ketakutan pada bumil, tetapi tidak semua bercak darah mengindikasikan keguguran
Bercak darah saat kehamilan memang membuat khawatir, namun tidak semua penyebabnya berbahaya

Bagi Anda yang sedang hamil, tentu munculnya bercak darah dapat menimbulkan kekhawatiran bagi bayi yang dikandung dan keselamatan Anda sendiri. Namun tidak semua bercak darah mengindikasikan keguguran atau masalah kandungan. Ada beberapa hal yang dapat menimbulkan bercak darah pada masa kehamilan.

Apakah bercak darah saat hamil berbahaya?

Bercak darah saat hamil tidak selalu berbahaya dan sekitar 50 persen wanita hamil yang pernah mengalaminya akhirnya dapat melahirkan bayi yang sehat. Namun, bukan berarti hal ini membuat Anda tidak perlu khawatir.

Umumnya, bercak darah muncul di trimester pertama kehamilan. Namun jika hal ini muncul di trimester kedua maupun ketiga. Segera konsultasi ke dokter karena dikhawatirkan ada masalah pada kandungan Anda.

Penyebab bercak darah saat hamil

Bercak darah saat hamil sering dihubungkan dengan kemungkinan mengalami keguguran, tetapi Anda tidak perlu langsung panik, karena masih ada juga penyebab lain kemunculan bercak darah yang tidak berakibat fatal.

  • Pendarahan akibat pembuahan

Penyebab umum dari bercak darah saat hamil adalah karena penempelan sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim. Bercak darah ini akan berlangsung selama beberapa jam atau hari hari dan timbul enam sampai 12 hari setelah pembuahan. Peristiwa ini sering disebut Hartman’s Sign.

  • Perubahan pada rahim

Saat sedang hamil, tubuh akan menyalurkan tambahan darah ke rahim. Terkadang, melakukan hubungan intim ataupun menjalani pap smear dapat menimbulkan bercak darah saat hamil. Hal ini bukanlah kondisi yang serius.

  • Infeksi

Infeksi di rahim, vagina, ataupun infeksi akibat penyakit menular secara seksual dapat menjadi biang kerok dari bercak darah saat hamil saat trimester pertama. Meski terjadi di trimester pertama, kondisi umum yang dialami para wanita, sebagai langkah agar tidak ada komplikasi lebih lanjut Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

  • Polip di rahim

Polip atau tumor jinak dapat muncul di rahim saat trimester kedua dan memicu bercak darah di masa kehamilan. Biasanya, polip muncul karena kadar estrogen yang tinggi atau pertambahan pembuluh darah di jaringan rahim.

  • Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik merupakan kondisi medis yang perlu segera ditangani dan diakibatkan oleh menempelnya sel telur yang sudah dibuahi di luar rahim.

Bumil yang mengalami kehamilan ektopik dapat merasa pusing, lemas atau pingsan, adanya tekanan di dubur, dan rasa sakit yang tajam atau tumpul di perut atau pinggul.

  • Hamil anggur

Meskipun jarang terjadi, tetapi kondisi hamil anggur atau pertumbuhan jaringan abnormal di rahim yang dapat memicu bercak darah saat hamil. Alih-alih mengandung bayi, Anda malah memiliki tumor yang berpotensi menjadi kanker.

Beberapa indikasi lainnya dari kondisi ini adalah pembesaran rahim yang cepat, mual, dan muntah.

  • Plasenta previa

Plasenta previa adalah kondisi yang membutuhkan perhatian medis dan muncul ketika plasenta terletak terlalu rendah di rahim atau memblokir akses bayi untuk keluar.

Gangguan yang jarang terjadi ini dapat memicu bercak darah dari vagina yang tidak terasa sakit.

  • Rahim robek

Apabila Anda pernah menjalani operasi sesar, maka bercak darah yang muncul saat kehamilan dapat menandakannya robeknya luka dari operasi sesar yang sebelumnya.

Kondisi ini sangat berbahaya dan ditandai dengan rasa nyeri dan lunak pada perut. Namun, bumil tidak perlu langsung panik karena robeknya rahim merupakan peristiwa yang juga jarang terjadi.

  • Plasenta terlepas

Terlepasnya plasenta dari rahim dapat mengakibatkan penumpukan darah di antara plasenta dan rahim. Kondisi ini sangat berbahaya bagi Anda dan janin.

Selain bercak darah, Anda dapat mengalami nyeri di perut dan punggung, adanya gumpalan yang keluar dari vagina, dan rahim yang terasa lunak.

  • Keguguran

Pada kasus tertentu, bercak darah saat masa kehamilan dapat mengindikasikan keguguran, khususnya saat sedang minggu ke-12 awal kehamilan.

Saat keguguran, Anda dapat mengalami adanya penurunan berat badan, kemunculan lendir berwarna putih-merah muda dari vagina, pendarahan yang cukup banyak dari vagina, nyeri punggung, kontraksi atau kram perut, tidak merasakan gerakan janin, dan adanya gumpalan jaringan yang keluar dari alat kelamin.

  • Kelahiran awal

Jangan salah, bercak darah saat hamil tidak selalu ciri dari keguguran, karena terkadang bercak darah justru menunjukkan bahwa sebentar lagi Si Kecil akan lahir, khususnya jika bumil berada di minggu ke-37 kehamilan.

Peristiwa ini sering terjadi beberapa hari atau minggu sebelum persalinan yang disebabkan oleh terlepasnya sumbatan lendir pada lubang di rahim tempat keluarnya bayi.

  • Penyebab lainnya

Selain penyebab-penyebab di atas, masih ada pemicu lain dari bercak darah saat hamil, seperti perubahan hormon dan melakukan olahraga yang terlalu berat.

Catatan dari SehatQ

Saat ada bercak darah dari vagina, Anda perlu menenangkan diri terlebih dahulu karena bercak darah saat kehamilan belum tentu berbahaya. Setelahnya, coba konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/spotting-during-pregnancy/
Diakses pada 27 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/spotting-in-pregnancy#seek-help
Diakses pada 27 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy#1
Diakses pada 27 Februari 2020

Artikel Terkait