Berbuka dengan yang Manis Tak Boleh Sembarangan, Begini Tips Jitunya

Setelah seharian berpuasa, rasanya sangat menyegarkan jika Anda berbuka dengan yang manis. Mulai dari es buah, kolak pisang, ubi goreng, atau bahkan hanya sekedar teh manis hangat. Namun tahukah Anda jika hal itu justru berbahaya untuk kesehatan?

Berdasarkan rekomendasi dari British Nutrition Foundation, buka puasa yang baik harus dimulai dengan mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Caranya dengan meminum setidaknya dua gelas air putih (500 ml). Setelah itu, Anda boleh mengonsumsi makanan yang mengandung gula untuk memulihkan energi.

Meski begitu, gula yang sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa bukanlah gula pasir atau gula buatan lainnya. Pilihan terbaik adalah melainkan gula alami yang terdapat dalam sayur atau buah. Dengan kata lain, mengonsumsi es buah dan kawan-kawannya bukanlah jawaban.

Efek buruk berbuka dengan yang manis

Berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis sebetulnya merupakan salah satu anjuran dalam agama Islam. Ketika manusia berpuasa, kadar gula dalam darah menurun sehingga menyebabkan Anda merasa lemas, mengantuk, dan tidak berenergi.

Untuk mengembalikan energi tersebut, Anda memang dianjurkan untuk mengonsumsi gula agar kembali bertenaga. Namun makanan manis yang menggunakan gula tambahan seperti di atas justru tidak baik bila dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, asupan gula tambahan yang tidak murni juga bisa membuat lonjakan kalori dalam tubuh Anda. Terlalu banyak kalori bisa dapat berujung pada kenaikan berat badan selepas Ramadan. Padahal jika diterapkan dengan pola makan yang benar, puasa Ramadan mampu mengurangi berat badan Anda.

Tips jitu jika ingin berbuka dengan yang manis

Tidak boleh mengonsumsi gula tambahan ketika berbuka puasa, bukan berarti Anda dilarang buka puasa dengan makanan manis. Sebaliknya, hal ini tetap dianjurkan asalkan Anda mencari sumber gula alami seperti di bawah ini:

  1. Kurma

Saat harus berbuka dengan yang manis, kurma adalah jawabannya. Kurma bahkan dikisahkan dalam hadits sebagai makanan yang dimakan oleh Rasulullah saat berbuka puasa.

Kurma memang sangat baik untuk dikonsumsi saat berbuka. Kandungan gula alami di dalamnya membuat kurma menjadi salah satu camilan terbaik untuk mengembalikan energi Anda setelah berpuasa.

Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk kurma kering yang mudah ditemukan di toko-toko terdekat, terutama di bulan Ramadan. Namun cermatilah komposisi gula yang tercantum pada kemasan. Pilih produk yang minim kandungan gula.

  1. Buah-buahan

Selain kurma, buah-buahan pada umumnya merupakan sumber gula alami yang baik dikonsumsi untuk berbuka puasa. Di samping mengandung gula alami, buah-buahan juga memiliki mineral dan kandungan air yang sekaligus bisa melepas dahaga.

  1. Jus buah (tanpa gula tambahan)

Alternatif lain dalam mengonsumsi buah-buahan ialah dengan mengolahnya menjadi jus, tapi tetap tanpa gula tambahan. Anda juga bisa mengubahnya menjadi smoothies dengan mengombinasikan susu atau yogurt dengan buah-buahan tadi.

  1. Madu

Jika terlanjur memiliki kebiasan minum teh manis saat berbuka puasa, Anda dapat memakai madu alami untuk mengganti gula pasir sebagai pemanis. Madu memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah dibanding gula, sehingga tidak membuat lonjakan kadar gula darah secepat gula biasa ketika dikonsumsi.

Berbuka dengan yang manis memang tidak dilarang. Namun ada baiknya Anda memilih makanan dengan kandungan gula yang alami saja agar kesehatan tetap terjaga selama menunaikan ibadah puasa.

British Nutrition Foundation. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
Diakses 5 Mei 2019

Medical news today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322079.php
Diakses pada 5 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-dates
Diakses 9 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed