Berbohong demi kebaikan kerap terjadi dalam hubungan pertemanan
Seorang wanita mencoba menjelaskan sesuatu kepada temannya

Banyak orang bilang ada satu jenis kebohongan yang boleh dilakukan oleh semua orang, yaitu berbohong demi kebaikan alias white lie. Apa sebetulnya yang dimaksud dengan white lies? Apa pula dampaknya bila Anda terlalu sering melakukannya?

Menurut Kamus Cambridge, white lie adalah kebohongan yang dilakukan seseorang sebagai bentuk kesopanan. White lie juga kerap dilakukan untuk mencegah orang lain menjadi marah karena kenyataan yang pahit atau menyakitkan.

Contoh konkret dari berbohong untuk kebaikan adalah ketika Anda menyetujui teman Anda ikut ajang pencarian bakat menyanyi karena takut menyakiti perasaannya. Padahal, Anda tahu bahwa suara teman Anda tidak terlalu bagus, bahkan cenderung sumbang.

Mengapa seseorang berbohong demi kebaikan?

Seperti namanya, berbohong demi kebaikan biasanya dilakukan karena Anda tidak ingin melukai perasaan orang lain. Anda merasa memberitahu kebenaran pada orang tersebut akan mendatangkan lebih banyak kerugian dibanding manfaatnya.

Ada juga orang yang melakukan white lie karena tidak ingin melihat orang lain bersikap destruktif jika mengetahui kebenaran di balik kebohongan tersebut. Pembenaran ini kerap dijadikan landasan seseorang untuk berbohong demi kebaikan.

Tidak jarang white lie dilakukan hanya sebagai konsensus sosial, artinya Anda melakukan white lie hanya karena ikut-ikutan. Dalam kasus suara sumbang di atas, misalnya, pendapat Anda hanyalah memperkuat anggukan orang lain.

Meskipun demikian, white lie sebaiknya hanya dilakukan sesekali saja. Terlalu sering berbohong demi kebaikan bisa mengaburkan pola pikir Anda sendiri sehingga Anda akan selalu mencari pembenaran atas setiap kebohongan yang keluar dari mulut maupun diekspresikan dengan gestur badan.

Pro dan kontra berbohong demi kebaikan

Psikolog menyatakan berbohong demi kebaikan bisa jadi positif ketika hal tersebut dilakukan atas dasar empati. Anda mengerti bahwa kebohongan kecil dapat menyelamatkan perasaan orang, bahkan membuat mereka merasa lebih percaya diri.

Pada situasi tertentu, berbohong demi kebaikan memang perlu dilakukan. Tetapi jangan lupa bahwa berbohong demi kebaikan, apa pun alasannya, tetaplah merupakan bentuk dari kebohongan.

Ketika Anda terlalu sering berbohong demi kebaikan, akan ada konsekuensi yang harus Anda tanggung, misalnya:

  • Kedekatan Anda dengan orang lain secara emosional akan berkurang, bahkan Anda bisa mendapat predikat pengkhianat karenanya.
  • Anda harus melakukan kebohongan yang lain secara terus-menerus sehingga mengaburkan fakta yang seharusnya Anda sampaikan secara jujur. Semakin lama Anda menutupi kebenaran tersebut, semakin fakta tersebut akan menyakitkan orang lain saat terungkap.
  • Muncul rasa tidak nyaman atau bersalah pada diri sendiri. Anda pun mungkin akan menghindari topik tertentu agar tidak memicu berbohong demi kebaikan tersebut, bahkan rela berdebat demi menutupi fakta sebenarnya.
  • Berbohong demi kebaikan yang dilakukan terus-menerus juga akan menggerus harga diri Anda, terutama karena Anda akan mencap diri sendiri sebagai orang yang tidak jujur dan tidak memiliki integritas.
  • Di pihak lain, berbohong demi kebaikan akan membawa dampak buruk bagi orang yang Anda bohongi. Tidak jarang, ia akan bingung, cemas, marah, curiga, bahkan merasa tidak dipedulikan oleh Anda. Dalam jangka panjang, harga diri orang yang Anda bohongi juga akan terluka dan sulit menyembuhkannya seperti sedia kala.

Cara menyudahi berbohong demi kebaikan

Setiap kali Anda akan mengutarakan kebohongan, sekalipun itu berbohong demi kebaikan, cobalah tahan diri selama beberapa detik untuk berpikir. Usahakan untuk mengutamakan kejujuran, sekalipun fakta itu terasa menyakitkan.

Jika memang fakta itu dirasa menyakitkan, coba pilih kata-kata yang lebih enak didengar. Contohnya adalah seperti ini:

  • Ketika masakan pasangan Anda tidak enak, coba katakan bahwa “rasanya unik” atau “tidak seperti biasa” dibanding harus berbohong demi kebaikan. Kata-kata itu diharapkan membuatnya lebih terbuka dan akan memasak dengan takaran yang berbeda demi memperbaiki rasanya di kemudian hari.
  • Ketika mendengar suara teman Anda sumbang, coba katakan bahwa dia “masih butuh latihan” saat Anda dimintai pendapat.
  • Ketika ada orang bertanya tentang bentuk tubuh, coba katakan bahwa dia “semua orang cantik/tampan dengan caranya masing-masing” dibanding berbohong demi kebaikan.

Selalu berempati terhadap orang lain memang merupakan tindakan yang diperlukan dalam menjalin persahabatan erat. Namun, jika Anda dihadapkan pada pilihan untuk berbohong demi kebaikan atau berkata jujur meski menyakitkan, sebisa mungkin dahulukan opsi yang kedua.

Cambridge Dictionary. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/white-lie
Diakses pada 24 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/balance/features/stop-telling-white-lies
Diakses pada 24 April 2020

Psych Central. https://psychcentral.com/lib/the-cost-of-secrets-and-lies/
Diakses pada 24 April 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/human-kind/201808/white-lies-kind-or-cruel
Diakses pada 24 April 2020

Artikel Terkait