Berbeda dengan Depresi, Languishing Bisa Terjadi Selama Pandemi COVID-19


Languishing adalah kondisi saat semangat hilang dan merasa hampa dalam menjalani aktivitas. Memberikan hari libur bisa membantu Anda untuk mengembalikan motivasi yang hilang tersebut.

0,0
02 Jun 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pandemi COVID-19 yang sudah terjadi sejak 2020 lalu mengubah pola hidup banyak orang. Muncul juga ketidakpastian akan berakhirnya pandemi ini sehingga membuat semangat hilang dan gelisah datang. Kondisi ini pun memunculkan languishing atau merana dalam kehampaan.
Saat mengalami languishing, Anda akan merasa kurang bergembira saat menjalani sesuatu. Selain itu, hidup Anda pun serasa berjalan di tempat dan tidak berkembang. Sayangnya, kondisi mental ini tidak memiliki tanda untuk didiagnosis.Meskipun begitu, Anda tetap bisa melihat dari beberapa ciri yang dirasakan setiap harinya. Anda pun perlu mencari tahu cara mengatasinya agar tidak berujung pada depresi.

Kondisi languishing pada seseorang

Istilah languishing dicetuskan oleh sosiolog bernama Corey Keyes. Dia melihat ada banyak orang yang seperti depresi, tapi tidak berkembang. Menurutnya, languishing bisa diartikan sebagai kondisi stagnan, monoton, dan hampa.Namun, kondisi kurang menyenangkan ini bukanlah bagian dari depresi—meskipun bisa mengarah ke sana nantinya. Languishing hanya sekadar bagian dari emosi yang ada dalam diri dan bukan gangguan mental.Pandemi yang sedang berlangsung menjadi salah satu penyebabnya. Banyak orang yang merasa takut tertular atau hal buruk terjadi padanya sehingga mereka menjadi sedih. Anda mungkin menjadi salah satu orang yang merasa bahwa hidup telah kacau. Buat sebagian orang yang belum mendapatkan vaksin pun, ketakutan ini pun bisa muncul dan bertanya-tanya kapan akan mendapatkannya.Anda mungkin merasa sulit untuk fokus dan kurang termotivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Pasalnya, Anda hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari.

Cara mengatasi languishing

Percaya pandemi akan berakhir menjadi salah satu sikap optimis yang harus Anda miliki. Di sisi lain, Anda pun harus bisa keluar dari kondisi languishing dalam menjalani hari selama pandemi. Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi languishing:

1. Memberikan diri Anda libur sejenak

Kebiasaan bekerja di rumah—populer dengan sebutan WFH—membuat banyak orang jadi lupa waktu. Banyak orang seolah-olah bisa melakukan banyak hal, padahal nyatanya tidak seperti itu. Setiap orang harus tetap memiliki waktu libur dan sama sekali tidak memikirkan pekerjaan.Memberikan diri waktu luang untuk bersantai malah akan membuat Anda lebih baik. Otak manusia itu layaknya mesin yang harus digunakan dengan baik dan diistirahatkan secara teratur. Membiarkan otak beristirahat sejenak akan membuat pikiran lebih efektif untuk digunakan memikirkan banyak hal nantinya.

2. Membiarkan diri Anda bersenang-senang

Lakukanlah hal-hal yang membuat Anda senang selama hal tersebut tidak terlalu berbahaya untuk dijalani. Jika memungkinkan, Anda bisa menonton film seri sepanjang hari hingga selesai. Anda pun bisa meluangkan waktu berjalan-jalan di sekitar rumah dengan hewan peliharaan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan.Coba juga hal baru yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya, misalnya memulai hobi bercocok tanam, melukis, atau mencoba resep masakan baru. Biarkan diri Anda untuk larut dalam aktivitas tersebut.

3. Memperindah ruang kerja

Melihat pemandangan yang sama setiap hari akan menimbulkan kejenuhan. Untuk itu, Anda dapat mempercantik ruang kerja Anda agarberbeda untuk santai dan bekerja. Hal ini pun mengubah kondisi mental Anda saat berada di ruang kerja maupun saat di ruang untuk bersantai.Jika sudah terlalu lama berada di dalam rumah, cobalah untuk keluar sejenak—pastikan Anda memakai masker. Luangkan waktu setidaknya 30 menit berada di area terbuka di sekitar rumah Anda. Jalan-jalan kecil ini juga bisa melepaskan hormon endorfin untuk membantu meningkatkan suasana hati.

4. Fokus pada tujuan kecil

Berbicara dengan keluarga tentang sebuah rencana yang bisa dijalani akan membuat Anda lebih bersemangat. Mungkin juga Anda bisa memulai untuk merencanakan pertemuan online singkat dengan teman dekat di waktu santai.Hal-hal sederhana ini yang bisa membuat Anda keluar dari rasa hampa dan tidak merasa sendirian menghadapinya. Hanya melakukan kegiatan kecil bukan berarti Anda tidak berusaha. Namun, fokus pada hal dan tujuan kecil tidak akan membuat Anda merasa kewalahan untuk menjalaninya.

5. Konsultasi dengan profesional

Melakukan terapi dengan melibatkan profesional mungkin perlu dilakukan untuk menghilangkan rasa languishing ini. Anda bisa mulai dengan berkonsultasi dengan dokter secara online dulu untuk mengetahui kondisi awal yang dirasakan.

Catatan dari SehatQ

Biarpun mungkin ini bukan bagian dari gejala depresi, languishing tetap perlu mendapatkan perhatian. Luangkan waktu untuk berlibur supaya pikiran lebih segar sekaligus mengembalikan motivasi. Selain itu, Anda pun perlu melampiaskan kesenangan pada aktivitas yang menarik dan menyenangkan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar languishing dan gejala-gejala lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
depresicoronavirus
Very Well Mind https://www.verywellmind.com/languishing-is-the-mood-of-2021-5180999
Diakses pada 18 Mei 2021
Very Well Health https://www.verywellhealth.com/what-is-languishing-5181172
Diakses pada 18 Mei 2021
The New York Times https://www.nytimes.com/2021/04/19/well/mind/covid-mental-health-languishing.html
Diakses pada 18 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait