Berbagi Penggunaan Alat Makan Menjadi Penyebab Penularan Virus Gondongan

Salah satu penularan virus gondongan adalah berbagi alat makan
Jika anak Anda terinfeksi gondongan, virus gondong akan bergerak dari saluran pernapas ke kelenjar parotis.

Gondongan pada anak terjadi secara tiba-tiba. Pada awalnya, mungkin Anda tidak sadar kalau anak Anda telah terkena gondongan. Akan tetapi, saat pipinya mulai membengkak, barulah Anda mencurigai adanya gondongan atau gondok. Sebenarnya, ada penyebab gondongan yang bisa Anda cegah, sebagai orangtua.

Seringkali orangtua, mungkin termasuk Anda, penasaran dengan penyebab gondongan pada anak. Ternyata, gondongan, disebabkan oleh virus!

[[artikel-terkait]]

Penyebab gondongan pada anak

Gondongan pada anak disebabkan oleh virus gondong atau Rubulavirus, yang termasuk dalam keluarga virus paramyxovirus. Jika anak terinfeksi, virus akan bergerak dari saluran pernapasan yaitu, mulut, hidung atau tenggorokan ke kelenjar parotis, yang merupakan kelenjar penghasil air liur.

Virus gondongan pun mulai bereproduksi, dan menyebabkan kelenjar membengkak. Pembengkakan kelenjar membuat pipi anak menjadi lebih besar dan hal ini merupakan tanda utama dari penyakit gondongan. Virus gondongan ternyata sangat mudah menyebar.

Virus ini dapat menyebar melalui air liur orang yang terinfeksi. Jika tidak cukup kebal, maka anak bisa tertular gondongan hanya dengan terpapar air liur yang keluar dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi. Anak Anda juga dapat terkena gondongan jika berbagi peralatan makan, seperti gelas atau sendok dengan orang yang terinfeksi.

Anda harus selalu memperhatikan anak, dan memberinya pengertian untuk tidak dekat-dekat dengan orang yang bersin atau batuk karena bisa saja orang tersebut terinfeksi virus gondongan.

Selain itu, berikan pula pengertian kepada anak untuk tidak menggunakan barang bersama dengan orang lain, agar menghindari terjadinya pertukaran virus maupun bakteri. Sebab, virus gondongan dapat terjadi di berbagai waktu dan tempat.

Penularan virus gondongan sama seperti pilek dan flu

Gondong menyebar dengan cara yang sama, seperti pilek dan flu. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan orang yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus melalui:

  • Batuk atau bersin
  • Penggunaan barang bersama yang mengandung air liur, seperti gelas atau botol air
  • Kontak yang begitu dekat, seperti berciuman
  • Menyentuh benda atau suatu permukaan tanpa cuci tangan, yang kemudian disentuh orang lain

Gondok dapat ditularkan, mulai dari beberapa hari sebelum kelenjar ludah mulai membengkak, hingga lima hari setelah pembengkakan  dimulai. Jika anak mengalami gondongan, ajaklah untuk melakukan pencegahan penyebaran infeksi, dengan cara-cara berikut ini.

  • Cuci tangan menggunakan sabun secara teratur
  • Membuang tisu yang sudah dipakai untuk bersin
  • Tidak ke sekolah, setidaknya selama 5 hari setelah gejala muncul

Sebisa mungkin jauhkan anak Anda dari orang yang terinfeksi virus gondong. Akan tetapi, jika anak terlanjur dekat dengan orang yang terinfeksi virus gondong, lakukanlah pemeriksaan ke dokter sesegera mungkin.

Tujuannya, agar dokter dapat memastikan bahwa anak Anda terkena gondongan atau tidak. Sebagai orangtua, Anda tentu harus selalu siap siaga dalam menjaga anak. Jika anak memang terkena gondongan, berikan perawatan maksimal di rumah, selain berobat ke dokter.

Jangan biarkan anak bermain di luar rumah untuk menghindari terjadinya penyebaran infeksi kepada orang lain.

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673608604195
Diakses 20 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361
Diakses pada 4 Mei 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/mumps/causes/
Diakses pada 4 Mei 2019

CDC. https://www.cdc.gov/mumps/about/transmission.html
Diakses pada 4 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed