Berbagai Terapi Anak Autis untuk Meningkatkan Keterampilannya

0,0
14 Jun 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Terapi anak autis dapat membantunya menguasai berbagai keterampilanTerapi anak autis dapat meningkatkan perkembangan anak
Terapi anak autis dapat membantu anak menguasai berbagai keterampilan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang bisa menimbulkan masalah pada keterampilan interaksi sosial, komunikasi, dan pola perilaku anak. Anak-anak biasanya menunjukkan gejala autis dalam tahun pertama kehidupannya. Sementara itu, sebagian kecil anak baru mengembangkan gejala di antara usia 18-24 bulan. Tingkat keparahan kondisi ini berkisar dari ringan hingga berat. Lantas, terapi apa saja yang diperlukan dalam penanganan anak autis?

Terapi anak autis

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 54 anak diidentifikasi dengan autisme. Gangguan ini dapat ditandai dengan terlambat berbicara, sulit berinteraksi dengan orang lain, menghindari kontak mata, tampak tidak menyadari saat diajak berbicara, bertingkah laku tak biasa, hingga sulit beradaptasi saat rutinitas berubah.Adapun jenis terapi autisme yang bisa dilakukan untuk membantu si kecil, yaitu:

1. Terapi perilaku dan komunikasi

Karena gangguan autisme dapat menyebabkan masalah pada keterampilan komunikasi dan perilaku anak, maka terapi untuk anak autis ini diperlukan. Terapi perilaku dan komunikasi bisa membantu mengurangi perilaku bermasalah dan mengajarkan keterampilan baru pada anak.Terapi ini akan mengajarkan anak bagaimana bertindak dalam situasi sosial atau berkomunikasi lebih baik dengan orang lain. Selain itu, anak juga mempelajari keterampilan baru dan mempraktikkannya ke berbagai situasi.

2. Terapi wicara

terapi wicara
Terapi wicara membantu anak berbicara lebih baik
Penyandang autisme dapat mengalami gangguan bicara sehingga sulit untuk berbahasa. Namun, terapi wicara bisa membantu anak berbicara dan menjadi lebih baik dalam berkomunikasi.Selain itu, terapi autis ini dapat melibatkan kemampuan nonverbal, seperti kontak mata, bergiliran dalam bercakap, menggunakan dan memahami gerakan. Mungkin anak juga belajar mengekspresikan dirinya menggunakan simbol gambar atau bahasa isyarat.

3. Terapi okupasi

Terapi okupasi mengajarkan aktivitas kehidupan  dan penggunaan benda sehari-sehari, seperti memegang sendok atau mengancingkan baju dengan benar. Terapi anak autis ini berfokus pada kebutuhan dan tujuan anak, misalnya melakukan perawatan diri, pengembangan diri, atau kegiatan lainnya.

4. Applied Behavior Analysis (ABA)

Applied Behavior Analysis (ABA) dapat memperkuat perilaku positif dan mencegah perilaku negatif untuk meningkatkan berbagai keterampilan. Kemajuan anak penyandang autis pun akan dilacak dan diukur. ABA terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

5. Terapi visual

Penanganan anak autis selanjutnya adalah terapi visual. Metode pembelajaran komunikasi ini dilakukan melalui gambar. Sistem Komunikasi Pertukaran Gambar (PECS) menggunakan simbol gambar untuk mengajarkan keterampilan komunikasi.Anak akan menggunakan simbol gambar tersebut untuk untuk bertanya dan menjawab pertanyaan atau melakukan percakapan. Terapi ini dirancang untuk anak autis yang tidak dapat berbicara, tidak dapat memahami, atau sulit dipahami.

6. Terapi keluarga

terapi keluarga
Terapi keluarga bermanfaat untuk mempelajari cara berinteraksi dengan anak autisme
Terapi keluarga memungkinkan orangtua atau anggota keluarga lainnya untuk mempelajari cara bermain dan berinteraksi dengan anaknya yang memiliki autisme. Terapi anak autis ini akan meningkatkan keterampilan interaksi sosial, mengelola perilaku bermasalah, serta mengajarkan keterampilan dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

7. Terapi keterampilan sosial

Terapi keterampilan sosial mengajarkan anak keterampilan yang dibutuhkannya untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk dalam melakukan percakapan atau memecahkan masalah. Terapi anak autis ini dilakukan dalam kelompok atau hanya empat mata.

8. Terapi pendidikan

Penanganan anak autis selanjutnya dapat dilakukan dengan terapi pendidikan. Terapi ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan perilaku anak. Dalam terapi pendidikan, anak akan diberikan program pendidikan yang sangat terstruktur. Anak-anak prasekolah yang menerima terapi ini sering menunjukkan kemajuan yang baik.

9. Terapi sensori

Penyandang autisme disinyalir memiliki gangguan pemrosesan sensorik yang menyebabkan masalah dalam memproses informasi sensorik, seperti sentuhan, keseimbangan, dan pendengaran. Terapi sensori akan menggunakan sikat, mainan, trampolin, dan benda lainnya untuk merangsang berbagai indra yang dimiliki anak.

Tujuan penanganan anak autis

Memang belum ada obat khusus untuk autisme sampai saat ini. Namun, berbagai terapi anak autis di atas dapat meningkatkan perkembangan anakTujuan penanganan anak autis adalah untuk memaksimalkan kemampuan anak, mengurangi gejala autisme, dan serta mendukung perkembangan dan pembelajarannya. Semakin dini penanganan yang dilakukan, semakin terbantu anak dalam mempelajari keterampilan sosial, komunikasi, fungsional, dan perilaku dengan baik.Jika anak Anda didiagnosis menyandang autisme, konsultasikan pada dokter mengenai strategi penanganan yang tepat untuknya.Untuk bertanya lebih lanjut seputar terapi anak autis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gejala autisautisme
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/facts.html
Diakses pada 31 Mei 2021
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/treatment.html
Diakses pada 31 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/symptoms-causes/syc-20352928
Diakses pada 31 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/diagnosis-treatment/drc-20352934
Diakses pada 31 Mei 2021
Web MD. https://www.webmd.com/brain/autism/therapies-to-help-with-autism
Diakses pada 31 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait