logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Berbagai Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Mengatasinya

open-summary

Ada beberapa tanda bayi kurang ASI yang bisa Anda identifikasi, mulai dari berat badan bayi yang tidak naik, jumlah popok kotor yang berkurang, kelelahan dan kantuk terus-menerus, hingga dehidrasi.


close-summary

3 Feb 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Tidur terus-menerus dapat menjadi tanda bayi kurang ASI

Salah satu tanda bayi kurang ASI adalah tidur terus-menerus

Table of Content

  • Berbagai tanda bayi kurang ASI
  • Cara mencegah bayi kurang ASI
  • Cara mengatasi bayi kurang ASI

Jika kurang menyusu, biasanya akan terlihat tanda bayi kurang asupan ASi. Padahal, ASI berperan penting dalam tumbuh kembang bayi baru lahir.

Advertisement

Namun, beberapa kondisi tertentu dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Bayi kurang ASI dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti durasi menyusu kurang lama, tidak mampu menyusu lama, bayi tidak dapat mengisap dengan baik, atau bayi memiliki kondisi yang membuatnya kesulitan minum ASI.

Berbagai tanda bayi kurang ASI

Mengutip Healthy Children, ada masalah yang biasa muncul dalam proses menyusui. Tentunya, hal ini bisa mengganggu produksi ASI dan bayi bisa tidak mendapatkan kebutuhan nutrisinya.

Apabila berlangsung begitu lama, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional untuk mencegah bayi baru lahir rewel akibat kekurangan asupan ASI.

Tanda bayi kurang ASI harus diwaspadai karena kondisi ini dapat sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan tumbuh kembangnya. Berikut ini adalah ciri-ciri bayi kurang mendapatkan cukup ASI:

1. Berat badan bayi tidak naik

Pada beberapa hari pertama, bayi dapat kehilangan 5-7% berat lahir. Bahkan, ada juga kasus bayi kehilangan 10% berat lahirnya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini masih normal dan bukan tanda bayi kurang ASI.

Setelah mengalami penurunan, berat badan bayi diharapkan mengalami kenaikan setidaknya 20-30 gram per harinya dan kembali pada berat lahirnya pada hari ke-10 hingga 14 setelah kelahiran.

Jika pada hari kelima hingga keenam berat badan bayi belum bertambah, ondisi ini dapat menjadi tanda bayi kurang ASI. Orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter guna menghindari berbagai potensi masalah yang bisa terjadi.

2. Jumlah popok kotor yang berkurang

Tanda atau ciri-ciri bayi kurang ASI juga dapat terlihat dari seberapa banyak jumlah popok kotor setiap harinya.

Jarang atau seringnya bayi buang air besar atau pipis memang bisa berbeda-beda pada setiap bayi.

Biasanya, semakin banyak ASI yang dikonsumsi, semakin sering popoknya kotor.

Umumnya, bayi akan buang air besar sebanyak 3-4 kali sehari saat berusia 4 hari. Pada hari kelima kehidupannya, popok bayi akan basah sebanyak 6-8 kali per hari.

Salah satu tanda bayi kurang ASI adalah berkurangnya jumlah popok kotor karena intensitas buang air besar dan buang air kecil pun ikut menutun. Jika hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menghindari akibat dan juga mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Mengalami dehidrasi

Orangtua perlu waspada apabila bayi mengalami tanda kurang ASI yang cukup parah, karena akibatnya si kecil bisa mengalami dehidrasi. Gejala dehidrasi yang dapat terjadi pada bayi, di antaranya:

  • Urine bayi berwarna gelap.
  • Mulut kering.
  • Penyakit kuning (mata dan kulit kuning).
  • Lesu dan enggan menyusu.
  • Demam.
  • Diare.
  • Muntah.
  • Kepanasan.

Jika bayi enggan menyusu dan disertai dengan tanda-tanda dehidrasi di atas, segera bawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Bayi terlihat lesu

Selalu lesu, tidak bersemangat, dan mengantuk juga bisa menjadi tanda bayi kurang ASI. Biasanya, bayi sering tertidur sejak awal sesi menyusu, sehingga akibatknya ia pun tidak mendapatkan cukup ASI.

5. Mengalami kondisi tertentu

ASI memiliki kandungan foremilk (lemak yang lebih rendah) dan hindmilk (lemak yang lebih tinggi). Berat badan bayi serta kondisi kesehatannya tergantung pada volume susu yang ia konsumsi.

Namun, ada beberapa ciri yang bisa terlihat jika bayi kekurangan asupan hindmilk, seperti:

Baca Juga

  • 9 Ciri-Ciri Bayi Sehat yang Penting Diperhatikan Oleh Orangtua
  • 10 Makanan agar Bayi Cerdas Sejak dalam Kandungan yang Perlu Ibu Tahu
  • 7 Cara Menggendong Bayi Baru Lahir yang Benar dan Aman Sesuai Usia

Cara mencegah bayi kurang ASI

Frekuensi bayi saat menyusu berbeda-beda. Beberapa bayi mungkin lebih banyak tidur, sementara yang lainnya sering, dan banyak menyusu. Untuk mencegah bayi mengalami ciri-ciri kekurangan ASI, coba lakukan:

  • Segera berikan ASI dalam satu jam pertama sejak bayi lahir untuk mengaktifkan sel-sel di payudara dalam menyuplai ASI.
  • Pastikan posisi menyusui tepat agar Anda dan bayi merasa nyaman. Arahkan puting susu ke arah langit-langit mulut bayi dan bukan lidahnya.
  • Tidak perlu membuat jadwal khusus menyusui. Segera berikan ASI saat bayi memperlihatkan tanda-tanda lapar.
  • Lakukan lebih banyak kontak dengan bayi untuk meningkatkan hormon oksitoksin yang dapat membantu meningkatkan jumlah ASI.
  • Apabila jumlah ASI tidak mencukupi, konsultasikan ke konselor laktasi.

Cara mengatasi bayi kurang ASI

Pompa ASI
Memompa ASI dapat membantu memenuhi kebutuhan ASI bayi

Bayi yang menunjukkan tanda-tanda kurang ASI perlu segera mendapatkan penanganan. Berikut adalah beberapa tips menyusui agar bayi kenyang serta tindakan yang bisa Anda lakukan.

1. Memerah atau memompa ASI

Jika bayi kesulitan untuk meminum ASI langsung, cobalah untuk memerah atau memompa ASi terlebih dahulu. Lalu, berikan ASI perah dengan menggunakan cup feeder atau botol susu ke dalam mulut bayi.

2. Hubungi konselor laktasi

Anda juga dapat mengunjungi konselor laktasi yang dapat membantu mengatasi tanda bayi kurang ASI.

Para ahli akan membantu memberikan saran mengenai cara memberikan ASI sesuai kebutuhan bayi.

Konselor laktasi dapat menilai jika ada kondisi yang harus ditangani dalam sesi menyusui.  Misalnya, apakah posisi saat menyusui membuat bayi nyaman atau masih kurang tepat.

Mereka juga dapat melakukan pemeriksaan penyebab bayi mengalami kesulitan mengisap atau meminum ASI.

Jadi, selain mencari tahu masalah atau penyebab tanda bayi kurang ASI, Anda juga akan mendapatkan saran-saran untuk meningkatkan kualitas ASI.

3. Hubungi dokter jika ada gejala gangguan kesehatan

Jika tanda bayi kurang ASI disertai gejala gangguan kesehatan, seperti sakit kuning atau dehidrasi, segera membawanya ke rumah sakit. Anda juga mungkin disarankan untuk melakukan beberapa perawatan di rumah yang dapat membantu meningkatkan kondisi bayi.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai akibat bayi mengalami kurang ASI? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

produksi asibayi dehidrasibayi baru lahirbayi & menyusui

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved