Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter

Dokter akan meminta Anda mengubah gaya hidup jika Anda berisiko mengidap hipertensi
Sebelum meresepkan obat hipertensi, dokter akan memeriksa tekanan darah Anda terlebih dahulu

Semua orang yang tekanan darahnya tinggi akan disarankan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Perlu atau tidaknya penggunaan obat hipertensi tergantung dari tingkat hipertensi dan seberapa besar risiko mengalami serangan jantung atau stroke.

Kategori hipertensi

Dokter akan melakukan pemeriksaan cukup lengkap untuk menentukan apakah seorang pengidap hipertensi berisiko mengalami masalah kesehatan lainnya.

Jika tekanan darah Anda selalu berada di atas 140/90mmHg akan tetapi risiko komplikasi dan masalah kesehatan lain masih rendah, biasanya dokter menyarankan perubahan gaya hidup terlebih dahulu. 

Jika tekanan darah 140/90mmHg dengan risiko gangguan kesehatan yang tinggi, maka akan diresepkan obat selain harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Namun jika angka tekanan darah Anda secara konsisten mencapai 160/100mmHg atau lebih, Anda akan diresepkan obat hipertensi untuk menurunkan tekanan darah sekaligus disarankan untuk mengubah gaya hidup dan pola makan. 

Modifikasi gaya hidup yang diperlukan untuk menurunkan tekanan darah adalah:

  • Mengurangi konsumsi garam hingga tidak lebih dari 6 gram atau 1 sendok teh setiap hari
  • Menghindari konsumsi makanan berlemak dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah
  • Berolahraga secara rutin, minimal 30 menit olahraga dengan intensitas sedang setiap hari 
  • Kurangi berat badan hingga mencapai berat badan ideal, gunakan perhitungan indeks massa tubuh untuk memperkirakan berat badan yang ideal sesuai tinggi tubuh.
  • Hindari konsumsi alkohol dan kurangi konsumsi kafein yang terdapat dalam kopi, teh serta minuman ringan. 
  • Berhenti merokok
  • Beristirahat atau tidur setidaknya selama 6 jam setiap malam dan cobalah untuk mengontrol tingkat stres Anda

Obat hipertensi yang umum diresepkan

Bila modifikasi gaya hidup tidak berhasil menurunkan tekanan darah, dokter akan meresepkan obat-obatan yang bisa mengontrol tekanan darah. Biasanya salah satu atau kombinasi dari jenis obat berikut ini:

  • Diuretik

Obat ini bekerja mengeluarkan kelebihan air dan garam dari tubuh sehingga cairan yang mengalir di pembuluh darah jadi berkurang. Dampaknya, tekanan pada dinding pembuluh darah juga akan berkurang. Contoh obat berupa furosemide, hydrochlorothiazide dan indapamide

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors

Obat ini membantu pembuluh darah supaya rileks dengan cara mencegah pembentukan angiotensin, senyawa kimia di tubuh yang membuat pembuluh darah menyempit. Obat ACE inhibitors yang sering diresepkan adalah enalapril, lisinopril dan ramipril.

  • Calcium channel blockers

Seperti namanya, obat ini bekerja mencegah kalsium masuk ke dalam sel-sel jantung dan arteri sehingga arteri jadi rileks dan melebar. Contoh obat jenis ini adalah amlodipine, diltiazem, nifedipine dan verapamil.

  • Beta blockers

Obat ini bekerja dengan cara menghambat efek dari hormon epinefrin atau adrenalin, dengan demikian jantung akan berdetak lebih lambat dengan kekuatan yang lebih kecil. Obat beta blockers contohnya metoprolol, nadolol dan atenolol.

  • Renin inhibitor

Renin adalah senyawa yang diproduksi oleh ginjal dan memicu rangkaian proses yang meningkatkan tekanan darah. Obat ini berfungsi menghambat produksi renin sehingga proses peningkatan tekanan darah tidak terjadi. 

  • Alpha blockers

Obat ini mencegah hormon norepinefrin mengkontraksikan otot pembuluh darah. Dengan demikian pembuluh darah jadi rileks dan lebih lebar. Obat alpha blockers yang sering diresepkan adalah doxazosin, prazosin dan terazosin

  • Alpha-beta blockers

Cara kerja obat ini serupa dengan beta blockers. Lebih sering diresepkan bila kondisi hipertensi berisiko menyebabkan gagal jantung

  • Central-acting agents

Obat jenis ini mencegah pengiriman sinyal dari otak ke sistem saraf untu mempercepat detak jantung dan mempersemit pembuluh darah. Dampaknya jantung jadi tidak bekerja terlalu keras memompa darah dan tekanan darah menurun. 

  • Vasodilator

Obat ini berfungsi mencegah otot-otot pembuluh darah mengkerut dan menyempit. Hasilnya pembuluh darah menjadi rileks dan aliran darah lebih lancar sehingga jantung tidak perlu memompa terlalu keras. 

  • Aldosterone antagonist

Obat satu ini sering dikombinasikan dengan obat lain seperti diuretik. Biasanya diresepkan bagi penderita hipertensi yang tekanan darahnya sulit dikontrol atau penderita hipertensi dengan diabetes atau gagal jantung. 

Keberhasilan obat-obat tersebut mengontrol tekanan darah tinggi dipengaruhi juga oleh usia, jenis kelamin, gaya hidup, tingkat hipertensi serta kondisi kesehatan secara umum. Kadang seseorang membutuhkan percobaan beberapa jenis obat sampai menemukan yang cocok untuk mengatasi kondisi hipertensinya.

Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure-medication/art-20046280
Diakses 23 Oktober 2019

NHS: https://www.nhs.uk/conditions/high-blood-pressure-hypertension/treatment/
Diakses 23 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed