Mengenal Berbagai Penyebab Vertigo, Mulai dari Gangguan Telinga Hingga Stroke

Vertigo merupakan gejala penyakit tertentu yang memiliki dua penyebab, yaitu perifer dan sentral
Vertigo merupakan sensasi berputar pada kepala yang dapat mengganggu keseimbangan

Sebelum mengenali apa saja penyebab vertigo, ada baiknya untuk memahami apa itu vertigo. Istilah vertigo seringkali disamakan dengan sakit kepala, namun keduanya merupakan hal yang berbeda. Jika Anda merasakan sensasi berputar, berarti Anda sedang mengalami vertigo. Vertigo merupakan sensasi pusing berputar, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar yang terasa berputar. Vertigo sendiri bukan merupakan suatu penyakit, melainkan sebuah gejala yang terjadi pada penyakit tertentu.

Penyebab Vertigo

Secara umum, penyebab vertigo dibedakan menjadi dua, yaitu vertigo sentral dan perifer. Pada vertigo perifer, dapat ditemukan gejala, seperti penurunan pendengaran, telinga berdengung, mual muntah, sedangkan pada vertigo sentral dapat diikuti gangguan keseimbangan yang berat dan gangguan saraf.

Vertigo Perifer

Vertigo yang paling sering terjadi adalah vertigo perifer. Penyebabnya antara lain benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) dan gangguan pada telinga dalam, yang berperan sebagai kontrol keseimbangan, seperti penyakit meniere maupun vestibular neuritis. Infeksi pada telinga tengah yang tidak diobati dan menimbulkan massa kolesteatoma juga dapat menjadi penyebab vertigo perifer.

1. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

BPPV merupakan kondisi yang disebabkan adanya kristal yang mengapung dalam cairan di telinga dalam. BPPV lebih sering terjadi pada wanita dan pada usia yang lebih tua. Vertigo yang terjadi umumnya berlangsung selama beberapa detik hingga menit dan dipengaruhi oleh perubahan posisi kepala, seperti membalikkan badan di tempat tidur dan saat menengadahkan kepala.

2. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah kumpulan gejala yang terdiri atas vertigo, telinga berdenging (tinitus), dan hilang pendengaran. Penyebab pasti dari penyakit meniere ini masih belum diketahui. Namun, kondisi seperti stres, konsumsi garam berlebih, alkohol, dan kafein berlebihan dapat memicu terjadinya penyakit meniere. Vertigo yang dialami berlangsung sangat singkat dan tidak terdapat faktor pemicu yang mendasari.

3. Vestibular Neuritis

Vertigo yang disebabkan akibat vestibular neuritis dapat berlangsung selama beberapa hari hingga 2-3 minggu dan berlangsung secara tiba-tiba. Vestibular neuritis juga sering terjadi setelah terkena infeksi saluran pernapasan atas akibat virus. Selain vertigo, penderitanya juga dapat mengalami gangguan keseimbangan yang tidak terlalu berat, mual dan muntah.

4. Kolesteatoma

Vertigo yang terjadi akibat kolesteatoma pasti diikuti oleh gangguan pendengaran yang semakin lama akan memberat pada telinga yang bermasalah.

Vertigo Sentral

Meskipun lebih jarang terjadi, Anda tetap perlu mewaspadai vertigo sentral. Vertigo sentral merupakan vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada otak. Penyebab vertigo sentral, antara lain: stroke perdarahan atau iskemik pada serebelum, transient ischemic attack (TIA), infeksi, cedera kepala, tumor otak, migrain, dan multipel sklerosis.

Pada vertigo sentral, gejala umumnya terjadi secara gradual, berlangsung selama beberapa menit hingga jam pada TIA dan beberapa hari pada stroke, migrain, maupun multipel sklerosis. Vertigo dapat diawali dengan faktor pemicu, seperti stres pada migrain dan perubahan posisi pada multipel sklerosis. Namun, vertigo dapat pula terjadi secara tiba-tiba. Pada vertigo yang didasari oleh penyebab sentral ini, penderita juga akan memiliki gejala lain, sesuai daerah otak yang mengalami gangguan.

Apabila terdapat gejala neurologis, seperti kelemahan lengan dan tungkai, sulit bicara atau bicara pelo tiba-tiba, gangguan penglihatan dan pendengaran, kesemutan, serta penurunan kesadaran, maka vertigo yang dialami kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan sentral.

Gejala mual dan muntah pada vertigo sentral akan lebih ringan dibandingkan pada vertigo perifer. Pada vertigo yang disebabkan oleh migrain, penderita akan mengalami gejala migrain, seperti sakit kepala, pada satu sisi, berdenyut, dan dapat diawali dengan aura/tanda, mual, muntah, fotofobia, dan fonofobia.

Seringkali vertigo dianggap ringan dan tidak berbahaya. Meskipun sebagian besar demikian, vertigo dapat menjadi suatu pertanda masalah yang serius pada otak. Oleh karena itu, kenali penyebab vertigo yang Anda alami dan konsultasikan ke dokter apabila kondisi yang Anda rasakan semakin parah.

Labuguen R. Initial Evaluation of Vertigo. Am Fam Physician. 2006 Jan 15;73(2):244–51.

Herbert L. Muncie J, Sirmans SM, James E. Dizziness: Approach to Evaluation and Management. Am Fam Physician. 2017 Feb 1;95(3):154–62.

WebMD. https://www.webmd.com/brain/types-of-vertigo
Diakses pada April 2019

Foris LA, Tadi P. NCBI. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441861/
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed