Berbagai Penyebab Nyeri Haid, Mulai dari Kondisi Normal hingga Serius

Ada berbagai kondisi yang menjadi penyebab nyeri haid
Ilustrasi seorang wanita yang tengah mengalami nyeri haid

Apa penyebab nyeri haid? Kenapa bisa sesakit ini?

Jika Anda wanita yang sedang haid atau menstruasi, pertanyaan tersebut pasti kerap muncul dalam benak.  Kebanyakan orang pertama kali mengalami nyeri haid dalam 6 bulan hingga 1 tahun setelah menstruasi pertama mereka.

Pada awalnya, nyeri ini mungkin datang dan pergi. Namun memasuki usia dewasa, biasanya nyeri ini akan rutin terasa setiap menstruasi terjadi. Rasa nyeri yang mengganggu ini kadang membuat sebagian wanita khawatir akan masalah lain yang lebih parah sebagai penyebabnya.

Penyebab nyeri haid

Dalam istilah medis, kondisi nyeri haid dinamakan dismenore. Kondisi ini diklasifikasikan menjadi dua, yakni dismenore primer dan sekunder.

Dismenore primer adalah jenis nyeri haid yang paling umum. Ciri-ciri seorang perempuan sedang mengalami dismenore ini biasanya ditandai dengan nyeri yang berdenyut-denyut atau kram di perut bagian bawah. Nyeri tersebut bisa dimulai dari satu hingga tiga hari sebelum haid, yang puncaknya akan dirasakan sehari setelah haid dan mereda dalam dua hingga tiga hari kemudian.

Selain itu, akan ada rasa nyeri ketika buang buang air besar atau kecil. Rasa nyerinya tidak menusuk tapi terasa terus-menerus dan menjalar hingga punggung, pinggul, dan paha bagian bawah. Beberapa perempuan juga mengalami mual, mulas-mulas, hingga sakit kepala.

Hal tersebut disebabkan karena selama periode menstruasi, rahim akan berkontraksi untuk mengikis lapisannya yang disebut endometrium. Saat proses itu terjadi, rahim akan memproduksi suatu senyawa mirip hormon yang disebut prostaglandin.

Senyawa ini berfungsi untuk membantu rahim berkontraksi agar endometrium segera meluruh menjadi darah menstruasi. Prostaglandin adalah bagian penting dari proses menstruasi, namun dalam jumlah yang berlebihan, senyawa ini bisa menyebabkan rasa sakit ketika rahim berkontraksi dengan kuat atau ketika pasokan oksigen ke jaringan otot rahim berkurang.

Beberapa wanita yang sering mengalami nyeri haid biasanya memiliki beberapa faktor risiko atau kondisi, seperti:

  • Perempuan muda dengan usia di bawah 30 tahun
  • Perempuan yang mulai menstruasi lebih awal, pada usia 11 atau lebih muda.
  • Biasa mengalami pendarahan hebat saat menstruasi (menorrhagia)
  • Biasa mengalami perdarahan menstruasi yang tidak teratur (metrorrhagia)
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kram menstruasi (dismenore)
  • Memiliki berat badan tidak ideal, kegemukan atau terlalu kurus
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Jika Anda sering merasakan nyeri haid dan memiliki faktor risiko di atas, tak perlu terlalu khawatir karena hal tersebut lumrah untuk terjadi. Namun jika Anda tidak memilikinya dan tetap merasakan nyeri haid yang sangat menyakitkan, Anda harus waspada karena hal tersebut dapat menandakan nyeri haid yang Anda alami adalah dismenore sekunder.

Penyebab dismenore sekunder

Penyebab nyeri haid ada banyak
Nyeri haid dapat mengganggu aktivitas

Penyebab nyeri haid pada dismenor sekunder bisa saja mengacu pada penyakit yang lebih serius, seperti:

  • Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi medis di mana sel-sel dari lapisan rahim yang mirip endometrium tumbuh di bagian lain tubuh selain di rahim, biasanya tumbuh pada tuba falopi, ovarium, kandung kemih, dan jaringan lain yang melapisi panggul. Pada kondisi yang lebih parah, sel-sel tersebut juga bisa tumbuh di usus, hati, paru-paru, bahkan otak.

  • Fibroid rahim

Fibroid adalah tumor nonkanker yang ada di dinding rahim. Adanya fibroid rahim dapat mengganggu proses menstruasi, di mana otot rahim harus bekerja secara ekstra karena adanya fibroid.

Fibroid memberikan tekanan pada kontraksi rahim yang berusaha mengeluarkan gumpalan darah. Akibatnya, pendarahan haid menjadi banyak dan nyerinya semakin parah.

  • Radang panggul

Infeksi pada organ reproduksi wanita ini biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual yang tidak diobati.  Adanya peradangan di lokasi tersebut dapat memicu produksi prostaglandin yang berlebihan sehingga nyeri haid pun akan semakin terasa.

  • Adenomiosis

Kondisi medis ini terbilang cukup langka, di mana jaringan yang harusnya melapisi rahim tumbuh hingga ke otot dinding rahim. Penyebab nyeri haid Ini dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berat atau lebih lama dari biasanya.

  • Stenosis serviks

Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa wanita yang memiliki stenosis serviks, serviks atau leher rahimnya menyempit atau bahkan tertutup hingga menghambat aliran menstruasi dan menyebabkan peningkatan tekanan yang menyakitkan di dalam rahim ketika haid terjadi.

Untuk mengetahui berbagai kondisi di atas, Anda harus pergi memeriksakannya ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan dan mungkin akan menggunakan pemindaian ke dalam organ dengan pemeriksaan tertentu, seperti USG, CT scan, atau MRI.

Pengobatan rumahan pereda nyeri haid

Yoga dapat meredakan nyeri haid
Nyeri haid dapat diredakan dengan yoga

Sebelum memutuskan untuk pergi ke dokter, ada beberapa pengobatan rumahan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi nyeri haid, yakni:

  • Mengonsumsi air putih

Cobalah mengonsumsi lebih banyak air putih dari biasanya. Biasakan minum 6-8 gelas air per hari, terutama selama menstruasi. Jika bosan dengan rasanya, Anda bisa menambahkan beberapa daun mint atau irisan lemon.

  • Kompres hangat

Anda bisa menempelkan bantal pemanas, bungkus (kain) yang hangat, atau botol air hangat pada perut Anda yang kram. Hal tersebut sangat membantu menghilangkan kram menstruasi karena tekanan yang dihasilkan dari sesuatu yang hangat dapat membantu otot rileks.

  • Konsumsi vitamin D

Vitamin D dapat mengurangi produksi prostaglandin. Oleh karena itu, para wanita yang mengonsumsi vitamin D jarang atau lebih sedikit mengonsumsi obat penghilang rasa sakit penyebab nyeri haid.

  • Yoga

Perawatan rumahan lainnya yang mudah Anda lakukan, yaitu olahraga ringan yang melibatkan perut seperti yoga. Ambil napas dalam-dalam sambil berbaring telentang dengan lutut ditekuk, lakukan dengan rutin ketika Anda sedang merasa nyeri haid. Yoga adalah jenis olahraga yang cocok untuk meredakan nyeri haid jenis dismenore primer.

  • Mandi air hangat

Mandi air hangat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan mengendurkan otot yang tegang. Anda bisa menambahkan sabun busa atau minyak esensial wangi yang akan menambahkan efek relaksasi pada badan Anda.

Jika cara-cara di atas tidak berpengaruh pada nyeri haid Anda, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16880317
Diakses pada 14 Februari 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/periodpain.html
Diakses pada 14 Februari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/diagnosis-treatment/drc-20374944?_ga=2.61077668.947303413.1581420432-1100222108.1581420432
Diakses pada 14 Februari 2019

Hello Clue. https://helloclue.com/articles/cycle-a-z/period-cramps-101-why-menstrual-cramps-and-pain-occur-and-how-to-relieve
Diakses pada 14 Februari 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/pictures/reasons-your-period-might-painful/
Diakses pada 14 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/painful-menstrual-periods#causes
Diakses pada 14 Februari 2019

On Health. https://www.onhealth.com/content/1/menstrual_period_cramps
Diakses pada 14 Februari 2019

Artikel Terkait