Darah dalam asi dapat disebabkan oleh puting retak, darah dalam vaskuler, atau pecahnya kapiler
ASI berdarah dapat diakibatkan oleh banyak hal

Keputusan menyusui bayi dengan ASI penuh dengan tantangan. Dimulai dari pembengkakan payudara, masalah pelekatan menyusui bayi, dan beberapa masih lainnya mungkin akan Anda temui. Namun, masalah-masalah tersebut nampaknya terkesan sepele jika dibandingkan dengan menemukan darah dalam ASI.

Banyak ibu menyusui akan panik dan menduga adanya masalah medis yang serius saat menemukan darah dalam ASI. Namun, hal ini tidak selalu merupakan indikasi masalah serius. Bahkan, banyak wanita menyusui untuk pertama kalinya akan menemui masalah seperti bercak darah pada hasil pompa ASI ataupun sejumlah kecil darah pada mulut bayi setelah menyusui. Apa saja yang menyebabkan munculnya darah dalam ASI?

1. Puting Lecet

Puting lecet atau retak dapat menjadi efek samping saat menyusui ASI. Komplikasi dalam memberikan ASI, seperti pelekatan menyusui atau latch yang tidak efektif, kerap mengakibatkan iritasi dan luka yang sakit, bahkan pendarahan.

Pada dasarnya, menyusui adalah pengalaman yang seharusnya nyaman dan menyenangkan. Jadi, jangan menyerah pada kondisi puting lecet. Anda bisa mengganti posisi menyusui dan berkonsultasi dengan tenaga medis ahli. Ikuti beberapa tips ini untuk mengatasi puting lecet:

  • Gunakan sisi payudara yang tidak mengalami luka/sakit
  • Minum pil pereda rasa sakit seperti acetaminophen
  • Kompres dingin/hangat bagian puting setelah menyusui
  • Berikan ASI pada saat bayi belum sangat lapar, sehingga tidak menghisap secara agresif
  • Gunakan pelindung puting
  • Oleskan krim lanolin murni setelah sesi menyusui ASI

2. Pembengkakan Vaskuler

Sindrom Rusty Pipe atau pembengkakan vaskuler bisa menyebabkan darah dalam ASI, akibat peningkatan aliran darah ke bagian payudara setelah melahirkan. Kolostrum atau ASI pertama ibu bisa mengandung warna, seperti karat, oranye, atau merah muda.

Tidak ada perawatan spesifik untuk kondisi ini karena biasanya akan berangsur hilang dalam jangka waktu seminggu setelah melahirkan.

3. Pecahnya Pembuluh Darah Kecil (Kapiler)

Payudara memiliki pembuluh darah kecil yang bisa pecah karena trauma atau luka. Jika Anda memompa ASI dengan tangan atau pompa, lakukan dengan lembut supaya tidak menimbulkan luka.

Jika menggunakan tangan, perah ASI dari bagian payudara, bukan puting. Jika aliran ASI berhenti, jangan dipaksa. Ganti ke payudara sebelahnya. Sementara itu, saat menggunakan pompa ASI, ikuti instruksi pemakaian secara benar. Pilih kecepatan dan fungsi hisap yang nyaman dan tidak menyebabkan iritasi payudara.

4. Intraductal Papilloma Jinak

Pendarahan bisa disebabkan oleh tumor jinak berukuran kecil yang ada di jaringan saluran susu. Tumor jinak ini bisa diraba dengan tangan dan berada di belakang atau samping puting. Tumor ini bisa jadi menakutkan. Namun, potensi kanker payudara hanya akan meningkat jika Anda menemui banyak papilloma.

5. Mastitis

Mastitis adalah jenis infeksi payudara yang muncul saat menyusui dengan gejala, antara lain:

  • Payudara membengkak
  • Kemerahan pada payudara
  • Nyeri pada payudara
  • Demam
  • Meriang

Beberapa wanita dengan mastitis juga mengeluhkan keluarnya cairan dari puting dan darah dalam ASI. Infeksi ini bisa disebabkan oleh akumulasi ASI dalam payudara akibat frekuensi ASI yang rendah, atau cara menyusui yang tidak tepat. Cegah mastitis dengan sering menyusui bayi.

Mastitis bisa disembuhkan dengan cara banyak beristirahat, banyak minum, dan menggunakan obat pereda rasa sakit seperti acetaminophen. Anda juga boleh melanjutkan menyusui yang akan membantu kondisi penyembuhan.

Gunakan pakaian longgar dan hindari iritasi lebih lanjut. Hubungi dokter jika kondisi mastitis terus berlanjut atau berkonsultasi dengan tenaga medis ahli untuk solusi menyusui ASI yang lebih aman.

Jika menemukan darah dalam ASI, jangan langsung panik. Sebab, kondisi umumnya bisa disembuhkan dan tidak membutuhkan perawatan serius. Jika darah dalam ASI terus berlangsung selama 1 minggu lebih, hubungi dokter. Pada beberapa kasus langka, darah dalam ASI bisa menjadi indikasi kanker payudara.

Anda juga tidak perlu menghentikan ASI karena ada darah dalam jumlah kecil. Namun jika Anda memiliki penyakit Hepatitis C, hentikan pemberian ASI untuk menghindari penularan dan berkonsultasilah pada dokter segera.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/blood-in-breast-milk
Diakses pada November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed