Berbagai Penyebab Mata Anak Sering Berkedip yang Wajib Orangtua Ketahui

(0)
09 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mata anak sering berkedip dapat disebabkan oleh gangguan refraktifMata anak sering berkedip bisa menjadi tanda adanya masalah
Berkedip adalah refleks tubuh yang normal untuk melindungi mata dari cahaya yang terlalu terang dan masuknya benda asing. Tak hanya itu, berkedip juga dapat mencegah mata menjadi kering karena membantu melumasi dan membersihkan mata.Perlu Anda ketahui bahwa seorang anak rata-rata berkedip 3-17 kali per menit. Akan tetapi, sebagian anak mungkin terlihat lebih sering berkedip. Ketika mata anak sering berkedip, orangtua mungkin kebingungan apakah hal tersebut merupakan suatu masalah atau justru sesuatu yang wajar.

Penyebab mata anak sering berkedip

Penting untuk menemui dokter anak atau dokter mata jika si Kecil terlalu sering berkedip atau memiliki gejala lain yang mengkhawatirkan. Meski sebetulnya, kondisi ini jarang menjadi tanda masalah neurologis atau menyebabkan hilangnya penglihatan. Adapun penyebab umum mata anak sering berkedip, di antaranya:

1. Tic

Tic wajah dapat menyebabkan anak sering berkedip. Tic adalah kejang otot yang memengaruhi otot di dalam dan sekitar mata sehingga melakukan gerakan berulang yang tak terkendali. Anak-anak yang pemarah cenderung rentan mengalami kondisi ini. Tic juga biasanya disebabkan oleh stres, kecemasan, kelelahan, atau kebosanan.

2. Alergi

Ketika anak berkedip secara berlebihan dengan mata yang berair, maka itu bisa menjadi tanda alergi. Reaksi ini terjadi akibat paparan alergen tertentu, seperti halnya debu atau serbuk sari.

3. Mata sangat kering

Saat mata anak terasa sangat kering, ia akan lebih sering berkedip karena sensasi terbakar yang mungkin ia rasakan. Apalagi jika anak menggosok matanya, maka akan semakin memperburuk kondisi tersebut.

4. Ketegangan mata

Ketegangan mata juga bisa menyebabkan mata anak sering berkedip. Membaca dalam pencahayaan yang rendah, terlalu lama menghabiskan waktu menatap layar gawai, dan kurang tidur memicu terjadinya ketegangan mata.

5. Gangguan obsesif kompulsif

Gangguan obsesif kompulsif merupakan gangguan mental yang menyebabkan penderitanya harus melakukan suatu tindakan secara berulang kali. Kondisi psikologis ini juga dapat menyebabkan kedipan berlebihan atau tic wajah.

6. Blefaritis

Blefaritis adalah infeksi bakteri di kelopak mata yang dapat menyebabkan area tersebut terlihat bengkak dan kemerahan. Ini juga menjadi salah satu penyebab mata anak sering berkedip.

7. Gangguan refraktif

Gangguan refraktif terjadi jika anak tak dapat secara jelas memfokuskan mata sehingga memerlukan kacamata. Kesalahan refraktif paling umum, yaitu rabun dekat, rabun jauh, atau astigmatisme.

8. Mata juling

Mata juling terjadi akibat gangguan koordinasi otot penggerak bola mata. Arah kedua mata yang memiliki kondisi ini tampak tak lurus atau sejajar sehingga membuatnya seperti melihat ke arah yang berbeda. 

9. Gangguan kejang

Dalam kasus yang jarang terjadi, mata sering berkedip terlihat pada anak-anak yang memiliki gangguan kejang. Terdapat kejang tipe absence atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan petit mal. Kondisi ini memang jarang terjadi dan biasanya dialami oleh anak dengan epilepsi.Beberapa kondisi neurologis, seperti penyakit Wilson, sklerosis ganda, dan sindrom Tourette diketahui dapat pula menyebabkan mata berkedip berlebihan. Dengan begitu, jika hal ini terus berlangsung jangan ragu untuk membawa anak pada dokter.

Cara mengatasi mata anak sering berkedip

Bergantung pada penyebabnya, sering mengedipkan mata bisa hilang dengan sendirinya atau mungkin memerlukan perawatan. Terdapat beberapa cara merawat mata anak yang sering berkedip. Berdasarkan diagnosis, pilihan perawatan yang mungkin dilakukan yaitu:
  • Menggunakan obat tetes mata untuk menghidrasi dan mengatasi peradangan mata
  • Menggunakan kacamata untuk memperbaiki kesalahan refraktif sehingga anak dapat secara jelas memfokuskan matanya
  • Terapi psikologis jika sering berkedip dipicu oleh stres, kecemasan, maupun gangguan obsesif kompulsif
  • Mengonsumsi antihistamin apabila berkedip berlebihan terjadi karena alergi
Dokter akan terus memantau kondisi anak Anda apakah membaik atau tidak ada perubahan. Jika tak kunjung ada perubahan atau disertai gejala lain, perawatan yang lebih luas mungkin diperlukan. Jadi, konsultasikanlah pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
penyakit anakkesehatan matamata julingpenyakit matagangguan mata
Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/eye-blinking#treatment
Diakses pada 25 Juni 2020
AAO. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/excessive-blinking-in-children
Diakses pada 25 Juni 2020
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/excessive-blinking-eyes-in-children-reasons-and-remedies/
Diakses pada 25 Juni 2020
Epilepsy foundation. http://www.efmny.org/epilepsy-101-know-the-facts/types-and-symptoms/
Diakses pada 25 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait