Berbagai Penyebab Keringat Dingin, Waspadai yang Berbahaya

Penyebab keringat dingin bisa dari pengaruh kondisi emosi juga kondisi medis tertentu
Keringat dingin muncul secara mendadak meski Anda tidak sedang kepanasan

Keringat dingin adalah kondisi keluar keringat yang terjadi mendadak meski Anda tidak sedang kepanasan dan melakukan aktivitas fisik berat.

Penyebab keringat dingin sangat beragam. Namun pada dasarnya, keringat dingin merupakan respons tubuh terhadap adanya tekanan atau sesuatu yang dianggap sebagai ancaman. 

Seperti apa gejala keringat dingin?

Yang membedakan keringat dingin dari keringat biasa adalah keringat dingin bukanlah cara tubuh untuk menurunkan suhunya saat kepanasan. Orang yang mengalami keringat dingin biasanya mendapati kulitnya terasa basah, lembap, terasa dingin, dan tampak pucat. Kadang-kadang orang tersebut juga merasa kedinginan. 

Sebagai reaksi tubuh terhadap stres, keringat dingin juga bisa disertai gejala-gejala di bawah ini:

  • Pernapasan menjadi lebih cepat dan pendek.
  • Jantung berdetak kencang.
  • Produksi air liur berkurang dan mulut terasa kering. Kondisi ini muncul akibat menurunnya aliran darah ke sistem pencernaan.
  • Terjadi pelepasan hormon endorfin.
  • Kelenjar keringat menjadi terbuka.

Keringat dingin atau diaphoresis bukanlah penyakit. Kondisi ini merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu. Masalah kesehatan yang jadi penyebab keringat dingin ini bisa berupa kondisi yang tidak berbahaya sampai mengancam nyawa.

Penyebab keringat dingin dari yang ringan hingga berbahaya

Keringat dingin bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, baik gangguan kejiwaan maupun fisik, serta pemakaian obat-obatan. Berikut penjelasannya:

  • Gangguan kecemasan 

Orang yang mengalami gangguan kecemasan bisa terkena serangan panik (panic attack) jika tingkat kecemasannya sangat tinggi saat menghadapi situasi tertentu. Serangan panik biasanya ditandai dengan keluarnya keringat dingin, jantung berdetak kencang, dan napas cepat atau sesak napas

  • Rasa sakit dan syok

Keringat dingin akibat mengalami rasa sakit tak tertahankan dan syok umumnya terjadi pada korban kecelakaan, terutama yang mengalami cedera cukup berat. Pada kondisi ini, keringat dingin merupakan pertanda bahwa adanya peningkatan detak jantung, aliran darah yang dialihkan ke organ-organ utama, dan penurunan tekanan darah. 

  • Hipoksia

Keringat dingin juga bisa muncul sebagai tanda seseorang kekurangan oksigen alias mengalami hipoksia. Penyebab keringat dingin ini terjadi akibat tertutupnya saluran napas, adanya cedera, atau kondisi keracunan.

  • Diabetes

Pada pengidap diabetes, keringat dingin merupakan tanda awal bahwa tubuh mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah. Gejala-gejala penyerta lainnya bisa berupa gemetaran, pusing, dan pandangan kabur.

Saat gejala hipoglikemia muncul, kadar gula darah harus segera ditingkatkan sebelum berakibat fatal. 

  • Hipertiroid

Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif dan memproduksi terlalu banyak hormon tiroksin. Dampaknya adalah metabolisme yang terpacu dan bisa menjadi penyebab keringat dingin.

Selain sering keluar keringat dingin, gejala hipertiroid lain meliputi jantung berdebar-debar, tangan gemetaran, berat badan turun drastis, kecemasan, dan sulit tidur. 

  • Serangan jantung

Salah satu penyebab keringat dingin adalah serangan jantung. Kondisi ini terjadi ketika sebagian otot jantung mengalami kerusakan.

Otot jantung bisa rusak karena ada penyumbatan di arteri koroner. Sebagai akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen tidak bisa mencapai jantung.

Di samping keringat dingin, tanda-tanda serangan jantung bisa meliputi sakit dada (rasa sakit dapat menjalar ke lengan, leher atau rahang), sesak napas, mual dan muntah, wajah memucat, serta pingsan.

Serangan jantung tergolong sebagai keadaan medis darurat. Karena itu, penderita harus segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. 

  • Beberapa jenis kanker

Kanker limfoma, kanker darah (leukemia), kanker tulang, serta kanker hati termasuk jenis kanker yang dapat menjadi penyebab keringat dingin. Diaforesis atau keringat dingin bisa muncul sebagai dampak dari kanker, adanya infeksi, atau sebagai efek samping dari pengobatan kanker. 

  • Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi sistemik yang sangat parah terhadap alergi. Kondisi ini bisa terjadi pada pengidap alergi berat, dan umumnya muncul beberapa saat setelah penderita alergi terpapar oleh zat alergen. 

Gejela anafilaksis meliputi keringat dingin, biduran, gatal-gatal, sulit bernapas karena saluran napas membengkak dan menyempit, muntah atau diare, tekanan darah menurun, serta hilang kesadaran.

Sama seperti serangan jantung, anafilaksis juga merupakan kondisi darurat medis. Jadi, penderita harus dibawa secepatnya ke rumah sakit. 

  • Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan juga dapat menjadi penyebab keringat dingin sebagai efek sampingnya. Misalnya, obat penghilang nyeri, obat antibiotik, obat kemoterapi, obat antidepresan, dan obat-obat hormonal.

Penanganan diaforesis tergantung dari penyebabnya. Untuk itu, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui pemicu keringat dingin.

Begitu penyebab keringat dingin sudah berhasil diatasi, keringat dingin semestinya tidak akan muncul lagi. Anda pun bisa kembali pada rutinitas dengan nyaman.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320713.php
Diakses pada 18 september 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/diaphoresis
Diakses pada 18 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed