logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Berbagai Penyebab Keputihan dari yang Normal hingga Penyakit

open-summary

Penyebab keputihan pada wanita antara lain perubahan hormon saat menjelang menstruasi, infeksi bakteri, jamur, dan virus, kehamilan, efek samping penggunaan produk pembersih vagina, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga radang panggul serta kanker serviks. Masing-masing penyebab akan menunjukkan ciri keputihan yang berbeda.


close-summary

3.65

(17)

27 Feb 2021

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Penyebab keputihan pada wanita ada beragam dari yang normal hingga penyakit

Penyebab keputihan pada wanita salah satunya adalah infeksi bakteri

Table of Content

  • Penyebab keputihan yang normal dan tidak normal
  • Bagaimana membedakan keputihan yang normal dan tidak normal?
  • Catatan dari SehatQ

Penyebab keputihan tidak selalu berbahaya. Meski keberadaannya bagi sebagian wanita dianggap mengganggu, keluarnya cairan putih ini dalam kondisi normal sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan vagina.

Advertisement

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina yang dalam kondisi normal berfungsi untuk mengusir kuman dan bakteri dari vagina, sehingga organ reproduksi utama ini bisa tetap bersih dan terbebas dari infeksi.

Keputihan biasanya keluar menjelang menstruasi dan normalnya berwarna bening sedikit putih. Keputihan normal adalah yang tidak berbau. Jika cairan yang keluar dari vagina berbeda dari ciri tersebut, bisa jadi ada penyebab keputihan lain yang perlu Anda waspadai.

Penyebab keputihan yang normal dan tidak normal

Penyebab keputihan yang normal adalah siklus menstruasi
Siklus menstruasi adalah penyebab keputihan normal pada wanita

Keputihan bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari yang normal hingga penyakit, seperti berikut ini.

1. Siklus menstruasi normal pada wanita

Dalam kondisi normal, vagina memproduksi cairan yang berguna untuk menyingkirkan berbagai bakteri, virus, dan kuman yang berbahaya dari vagina. Cairan ini lah yang sering dikenal sebagai keputihan.

Selama siklus menstruasi yang rata-rata berlansung selama 28 hari, konsistensi dan warna cairan keputihan bisa berbeda-beda. Ini adalah hal yang normal.

Pada awal siklus menstruasi, keputihan yang keluar biasanya akan sedikit bercampur dengan darah karena proses menstruasi akan dimulai. Lalu pada masa ovulasi, konsistensi keputihan menjadi lebih cair dan bening.

2. Infeksi jamur

Infeksi jamur di vagina juga bisa menjadi penyebab keputihan. Namun, keputihan yang muncul akibat kondisi ini biasanya juga akan disertai dengan gejala lain seperti:

  • Rasa gatal
  • Vagina terasa panas 
  • Konsistensi keputihan yang keluar menggumpal dan berwarna putih seperti remahan keju
  • Rasa nyeri saat buang air kecil

Infeksi jamur pada vagina bisa dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Stres
  • Diabetes
  • Penggunaan pil KB
  • Konsumsi antibiotik dalam jangka panjang
  • Perubahan hormon selama kehamilan

3. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri adalah kondisi infeksi bakteri pada vagina yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan bakteri baik dan buruk di vagina. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami vaginosis bakteri, seperti:

  • Sering bergonta-ganti pasangan seksual
  • Membersihkan vagina dengan cara yang salah, seperti douching
  • Kondisi vagina yang tidak memungkinkan seimbangnya pertumbuhan bakteri

Keputihan yang disebabkan oleh vaginosis bakteri memiliki beberapa ciri yang khas, yaitu:

  • Keputihan berbau menyengat dan amis
  • Tekstur keputihan cair dan berwarna abu-abu, putih, atau bahkan hijau
  • Disertai dengan rasa gatal pada vagina
  • Vagina terasa panas saat buang air kecil

4. Trichomoniasis

Trichmoniasis merupakan infeksi yang terjadi di vagina akibat protozoa yang bernama Trichomonas vaginalis. Kondisi ini bisa menjadi penyebab keputihan tidak normal yang berciri:

Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita yang sering bergonta-ganti pasangan seksual. Pria juga bisa mengalami trichominiasis, sehingga wanita yang berhubungan seks dengan pria tersebut bisa tertular, meski si pria tidak merasakan gejala apapun.

5. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual adalah penyebab keputihan tidak normal lain yang perlu Anda waspadai. Contoh infeksi yang dapat memicu keluarnya keputihan antara lain chlamydia dan gonorrhea alias kencing nanah.

Keputihan yang muncul akibat kondisi ini biasanya memiliki ciri sebagai berikut:

  • Keputihan berwarna kuning kehijauan atau bahkan terlihat keruh dan abu-abu
  • Konsistensi kental
  • Disertai nyeri atau ada sensasi terbakar di vagina saat buang air kecil
  • Gatal
  • Ada perdarahan meskipun di luar siklus menstruasi
  • Muncul ruam kemerahan atau luka di area vagina

6. Pelvic inflammatory disease (PID)

Pelvic inflammatory disease atau penyakit radang panggul adalah infeksi yang sering menular melalui kontak seksual. Kondisi ini terjadi saat bakteri di vagina, masuk dan menyebar ke organ reproduksi lainnya.

Keputihan yang disebabkan oleh PID umumnya memiliki ciri sebagai berikut:

  • Terlihat kental
  • Berbau tidak sedap serta menyengat
  • Berwarna kuning atau hijau
  • Disertai dengan rasa sakit di area perut bawah
  • Kadang memicu mual dan muntah
  • Disertai sakit saat buang air kecil
  • Ada perdarahan atau spotting 

7. Human papiloma virus atau kanker serviks

Penyebab keputihan lainnya adalah virus human papiloma yang kemudian bisa berkembang menjadi kanker serviks. Virus ini dapat menyebar melalui kontak seksual.

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi virus ini biasanya akan terlihat seperti:

  • Berwarna cokelat kemerahan
  • Berkonsistensi cair
  • Berbau tidak sedap.

8. Konsumsi antibiotik tertentu

Konsumsi antibiotik jenis tertentu juga bisa menjadi penyebab keputihan. Sebab, penggunaan antibiotik terkadang dapat memicu infeksi jamur pada vagina.

Dalam kondisi normal, di vagina terdapat jamur dan bakteri dalam jumlah yang seimbang, sehingga tidak mengakibatkan infeksi.

Namun saat mengonsumsi antibiotik dalam jumlah dan jenis tertentu, bakteri yang ada di vagina bisa ikut berkurang. Akibatnya, jumlah jamur meningkat dan menyebabkan infeksi.

Saat terjadi infeksi jamur inilah keputihan akan muncul disertai dengan gejala lain seperti gatal dan rasa terbakar.

9. Kehamilan

Keluarnya keputihan selama kehamilan, selama tidak disertai gejala infeksi lainnya adalah hal yang normal. Hanya saja, volume keputihan yang keluar di periode ini biasanya akan lebih banyak dibanding sebelum mengandung.

Sebab, cairan vagina tersebut dibutuhkan untuk menyingkirkan berbagai bakteri, virus, dan kuman lain dari vagina agar tidak masuk ke rahim dan membahayakan janin.

Volume keputihan akan semakin meningkat di akhir masa kehamilan dan biasanya cairan yang keluar mulai akan terlihat sedikit merah muda. Jika ini sudah terjadi, maka tandanya waktu persalinan sudah semakin dekat.

10. Penggunaan produk pembersih vagina

Penggunaan produk pembersih vagina yang terbuat dari bahan yang tidak tepat, bisa mengubah keseimbangan asam basa (pH) pada vagina, sehingga memicu keluarnya keputihan.

Baca Juga: Warna Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Bagaimana membedakan keputihan yang normal dan tidak normal?

Keputihan adalah hal yang normal terjadi pada setiap wanita. Namun, memang ada beberapa penyebab keputihan yang tidak normal, seperti infeksi dan penyakit lainnya.

Keputihan yang normal punya ciri yang berbeda dengan keputihan yang tidak normal. Keputihan yang normal memiliki ciri seperti berikut ini:

  • Tidak berbau menyengat
  • Berwarna putih atau bening
  • Konsistensinya sedikit kental dan lengket
  • Licin dan basah jika disentuh

Sementara itu, keputihan yang tidak normal memiliki ciri:

  • Berbau tidak sedap
  • Warnanya tidak bening, bisa hijau, abu-abu, atau bahkan terlihat seperti nanah
  • Mengalami perubahan tekstur menjadi seperti keju cottage atau berbusa
  • Keputihan muncul disertai rasa gatal, panas, bengkak, dan kemerahan di vagina
  • Disertai dengan perdarahan di luar siklus menstruasi yang normal

Baca Juga

  • Ektoprion Adalah Erosi Serviks, Apa Artinya?
  • Vagina Gatal Setelah Berhubungan Seksual? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
  • Rekomendasi Vitamin untuk Penderita PCOS

Catatan dari SehatQ

Mengenali berbagai penyebab keputihan pada wanita akan membuat Anda lebih waspada ketika ada gangguan yang terjadi di organ reproduksi.

Apabila Anda ingin tahu lebih banyak seputar penyebab keputihan maupun tentang kesehatan organ reproduksi lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan wanitakeputihanorgan intim wanitakesehatan vagina

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved