Berbagai Penyebab Iritasi Mata dan Cara Mengatasinya

Iritasi mata seringkali ditangani dengan mengucek mata
Seorang wanita sedang mengucek matanya

Iritasi mata dapat menyebabkan mata Anda merah dan terasa gatal. Saat mata mengalami iritasi, respons pertama yang banyak orang lakukan adalah menguceknya atau mencari cara untuk mengobatinya.

Akan tetapi, seringkali cara mengobati iritasi mata tersebut salah kaprah karena Anda tidak memahami penyebab iritasi tersebut. Bukannya sembuh, iritasi mata yang ditangani secara keliru malah akan menyebabkan mata Anda semakin merah, gatal, hingga bisa berujung pada gangguan mata yang lebih buruk jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat..

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab iritasi mata, mengenal gejalanya, dan mengetahui cara mengobati iritasi mata yang tepat supaya masalah ini bisa diatasi.

Secara umum gejala iritasi yang dapat dialami banyak orang adalah:

  • Mata terasa gatal
  • Mata terasa terbakar
  • Mata berwarna kemerahan
  • Mata berair
  • Pada beberapa kasus dapat menyebabkan mata sensitif terhadap cahaya.

Penyebab iritasi mata dan cara mengobatinya

Iritasi mata dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti alergi, infeksi, terpapar asap, mata kering, mata lelah, hingga peradangan pada kelopak mata atau blefaritis. Untuk memahami lebih lanjut seputar penyebab-penyebab tersebut, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Iritasi mata akibat alergi

Salah satu penyebab iritasi mata adalah alergi. Alergi terjadi karena sistem kekebalan tubuh menjadi sensitif dan bereaksi secara berlebihan terhadap alergen.

Ketika alergen tersebut melakukan kontak dengan sel-sel antibodi yang ada di mata, sel-sel tersebut kemudian merespons dengan melepaskan histamin yang menyebabkan mata merah, berair dan gatal.

Alergen yang menjadi penyebab alergi dapat berupa:

  • Serbuk sari tanaman
  • Debu
  • Bulu rambut hewan peliharaan
  • Asap rokok
  • Parfum
  • Bedak makeup.

Untuk mengatasi iritasi mata akibat alergi, berikut cara yang bisa Anda lakukan:

  • Menggunakan obat tetes mata buatan
  • Pakai kacamata di dalam dan luar ruangan untuk menghindari kontaminasi debu dan udara
  • Rajin mencuci tangan setelah menyentuh apa pun, termasuk binatang peliharaan.

2. Iritasi akibat asap kendaraan

Asap kendaraan bermotor juga menjadi salah satu dalang di balik iritasi mata. Selain asap kendaraan, asap pembakaran sampah, buangan diesel, bahkan parfum juga bisa menimbulkan iritasi mata.

Untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah ini, berikut cara yang dapat Anda lakukan:

  • Menghindari jalan maupun kawasan yang terpapar asap kendaraan
  • Menggunakan obat tetes mata yang di resepkan oleh dokter
  • Menutup mata dan mengompres mata yang teriritasi menggunakan kain basah.

3. Iritasi mata akibat infeksi

Infeksi virus, bakteri, dan jamur juga mampu menyebabkan iritasi mata. Berbeda dengan alergi, iritasi mata akibat infeksi dapat sangat menular. Selain itu, iritasi mata karena virus juga dapat menyebabkan komplikasi gangguan penglihatan, seperti glaukoma dan katarak.

Gejala iritasi mata akibat infeksi umumnya sama dengan gejala iritasi pada umumnya, namun pada kasus yang lebih parah, iritasi mata akibat infeksi dapat menyebabkan mata mengalami peradangan.

Beberapa cara mengobati iritasi mata akibat infeksi yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Gunakan obat tetes mata untuk mengurangi gejala
  • Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik maupun obat antiradang
  • Gunakan kacamata hitam jika bertemu orang lain agar tidak menular.

4. Iritasi mata akibat mata kering

Air mata merupakan kombinasi air, minyak, dan lendir yang berfungsi menjaga mata dari kekeringan Air mata juga berfungsi untuk membuat mata tetap lembap dan segar.

Ketika produksi air mata tidak memadai, iritasi mata pun tak terhindarkan. Gejala yang dialami pun serupa gejala iritasi mata pada umumnya.

Iritasi mata akibat mata kering dapat disebabkan beberapa hal, seperti:

  • Pertambahan usia
  • Kondisi medis, seperti diabetes dan rheumatoid arthritis (radang sendi)
  • Penggunaan obat, seperti antidepresan, pil KB, hingga obat penurun tekanan darah

Untuk mengobati iritasi mata akibat mata kering, Anda menggunakan obat tetes mata buatan yang ada di apotek atau melalui resep dokter.

5. Iritasi mata akibat mata lelah

Mata lelah juga dapat menyebabkan iritasi. Iritasi ini terjadi karena aktivitas berlebihan pada mata, seperti mengemudi sepanjang hari hingga terlalu lama melihat layar komputer dan gawai.

Saat aktivitas mata berlebih, mata akan menjadi tegang dan rentan mengalami iritasi. Gejala iritasi akibat kondisi ini umumnya berupa mata terasa capek, gatal, hingga terkadang menyebabkan pusing dan mual.

Untuk mengurangi iritasi akibat ketegangan mata, istirahat dan berhentilah mengemudi atau melihat layar gawai sejenak. Pejamkan mata selama beberapa saat atau tidur dapat menghilangkan nyeri akibat iritasi mata yang lelah.

Healhtline.
https://www.healthline.com/health/eye-health/8-causes-of-itchy-eyes
Diakses pada 3 April 2020

Healhtline.
https://www.healthline.com/health/itchy-eyes-allergies
Diakses pada 3 April 2020

ACCAI.
https://acaai.org/allergies/types/eye-allergy
Diakses pada 3 April 2020

Artikel Terkait