Gigi berlubang bisa dialami semua orang.
Setiap orang berpotensi mengalami kondisi gigi berlubang.

Anda tentu sudah sering mendengar tentang larangan untuk mengonsumsi makanan maupun minuman manis karena dapat menyebabkan gigi berlubang. Tapi tahukah Anda, penyebab gigi berlubang secara langsung sebenarnya bukanlah rasa manis?

Gigi dapat berlubang karena disebabkan oleh banyak faktor yang saling memengaruhi. Selain itu, terdapat banyak faktor risiko yang dapat memicu rusaknya lapisan gigi. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gigi berlubang, agar Anda lebih memahami penyakit yang sangat umum dialami ini.

Penyebab Gigi Berlubang yang Perlu Anda Kenali

Plak merupakan faktor utama yang menyebabkan gigi berlubang. Plak gigi adalah suatu zat lengket yang menempel pada permukaan gigi. Plak merupakan kombinasi dari bakteri, air liur, asam, dan sisa makanan.

Saat Anda mengonsumsi makanan atau minuman manis dan tidak membersihkannya secara tepat, sisa makanan maupun minuman tersebut dapat bertumpuk dan menempel di permukaan gigi. Oleh bakteri yang terdapat di dalam rongga mulut, sisa gula tersebut akan diubah menjadi asam.

Plak akan terbentuk di permukaan gigi, segera setelah Anda makan maupun minum. Perlahan namun pasti, asam yang terdapat di dalam plak akan mengikis permukaan terluar gigi (enamel).

Jika gigi tidak rutin dibersihkan atau cara menyikat gigi yang Anda lakukan salah, maka plak tetap akan menempel di gigi dan terus mengikis permukaan gigi.

Plak dapat muncul di seluruh permukaan gigi dan akan hilang setelah Anda menyikat gigi. Namun, terkadang terdapat area gigi yang sulit untuk dibersihkan seperti di sela-sela gigi atau di alur-alur yang terdapat di permukaan atas gigi geraham. Karena itulah, gigi berlubang umumnya terbentuk di kedua area tersebut.

Selain merusak permukaan enamel, bakteri pada plak akan terus menggerogoti gigi ke lapisan di bawahnya, yaitu dentin. Saat lubang gigi telah mencapai dentin, di situlah rasa ngilu akan timbul.

Bakteri juga dapat menyebar lebih jauh ke lapisan gigi di bawah dentin, yang merupakan lokasi saraf gigi, dan dapat menyebabkan saraf gigi mengalami infeksi hingga mati.

Faktor Risiko Penyebab Gigi Berlubang

Setiap orang memiliki risiko memiliki gigi berlubang. Namun, beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko tersebut.

1. Lokasi dan Susunan Gigi

Seperti yang telah disebutkan di atas, gigi berlubang umumnya terjadi pada geraham. Sebab pada permukaan gigi tersebut, banyak terdapat alur yang sulit terjangkau oleh sikat gigi.

Pada orang dengan susunan gigi berjejal, risiko gigi berlubang juga meningkat, karena banyak area gigi yang tertutupi oleh gigi lain, sehingga sulit untuk dibersihkan.

2. Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman manis seperti es krim, permen, soda, ataupun madu, dapat menempel lama di permukaan gigi. Sebab, makanan maupun minuman tersebut memiliki konsistensi yang lengket, sehingga lebih sulit untuk diangkat oleh air liur sebagai mekanisme pembersihan gigi alami.

Gula juga menjadi makanan utama dari bakteri penyebab gigi berlubang. Bakteri tersebut akan terus memproduksi asam yang dapat merusak gigi.

3. Kebiasan Makan Sebelum Tidur

Pada bayi maupun anak-anak, minum susu sebelum tidur tanpa membersihkannya terlebih dahulu setelah selesai, merupakan kebiasaan yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Sisa-sisa susu yang tidak dibersihkan, selama tidur akan diubah menjadi asam oleh bakteri penyebab gigi berlubang.

4. Cara Sikat Gigi yang Salah

Jika Anda tidak rajin menyikat gigi setelah makan, maka plak dapat menumpuk di permukaan gigi. Anda juga perlu untuk memperhatikan cara sikat gigi yang benar, agar gigi dapat dibersihkan dengan sempurna.

5. Mulut Kering

Mulut kering disebabkan oleh kurangnya kadar air liur di rongga mulut. Padahal, air liur berperan penting untuk mencegah terjadinya gigi berlubang. Air liur memiliki fungsi sebagai pembersih alami di rongga mulut.

6. Penyakit Tertentu

Penyakit seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) atau gangguan makan, juga dapat menjadi faktor risiko gigi berlubang. Pada penderita GERD, asam lambung dapat naik ke rongga mulut, sehingga menyebabkan rongga mulut menjadi asam. Begitu juga pada gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.

Mengenali penyebab gigi berlubang dan faktor risikonya, dapat membuat Anda lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Jangan lupa untuk rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut Anda ke dokter gigi, setidaknya setiap 6 bulan sekali.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-oral-health-cavities
Diakses pada 10 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/symptoms-causes/syc-20352892
Diakses pada 10 April 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/cavities/article.htm#what_are_cavities
Diakses pada 10 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed