logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Bayi Jarang Menangis, Ini Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

open-summary

Bayi jarang menangis bisa menjadi pertanda jika si kecil memiliki sifat yang cukup tenang. Namun, ada pula kemungkinan adanya gejala gangguan tertentu, seperti kekurangan gula darah hingga down syndrome.


close-summary

3.3

(10)

22 Mar 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Bayi jarang menangis karena sifatnya tenang hingga ada gangguan kesehatan

Bayi tidak menangis adalah pertanda bahwa sifat bayi yang tenang hingga gangguan kesehatan tertentu

Table of Content

  • Bayi jarang menangis, normalkah?
  • Penyebab bayi jarang menangis
  • Cara mengatasi bayi jarang menangis
  • Catatan dari SehatQ

Bayi jarang menangis mungkin terlihat aneh bagi beberapa orang. Terlebih, menangis adalah satu-satunya cara bayi sejak ia baru lahir berkomunikasi dengan orang di dekatnya.

Advertisement

Namun, ada segelintir bayi yang justru jarang menangis. Kondisi ini bisa membuat Anda kebingungan.

Tentunya, ada rasa khawatir memikirkan apa sebenarnya penyebab bayi mereka jarang menangis. Apakah bayi yang jarang menangis termasuk keadaan normal?

Bayi jarang menangis, normalkah?

no caption
Bayi jarang menangis bisa jadi merupakan kondisi normal

Biasanya, bayi menangis karena berbagai alasan, seperti lapar, sakit, ingin bermain, merasa tidak nyaman, dan merasa terganggu. Namun, ada pula sebagian bayi yang jarang menangis, terutama pada 2 minggu pertama kelahirannya.

Jika bayi jarang menangis, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut bisa saja merupakan hal yang normal. 

Hal ini dapat dipengaruhi oleh sifat dan temperamen bayi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, Anda jangan langsung menyimpulkan bahwa bayi Anda bermasalah karena jarang menangis.

Berdasarkan riset yang terbit pada jurnal European Child & Adolescent Psychiatry, umumnya, bayi menangis selama 1-2 jam sehari. Namun, jika sudah mencapai 3 jam ke atas dalam sehari, tangisan bayi tersebut dapat dikatakan sebagai tangisan hebat.

Untuk memastikan normal atau tidaknya kondisi bayi jarang menangis sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter. 

Sebab, jika kondisi yang terjadi pada bayi Anda merupakan suatu gejala penyakit, dokter akan membantu Anda mendeteksinya sedini mungkin.

Baca Juga

  • 8 Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Apa Saja yang Harus Diketahui Orangtua?
  • Penjelasan Cephalohematoma, Akumulasi Darah di Kulit Kepala Bayi
  • 10 Tahapan Wonder Week Bayi dan Cara Mengatasinya

Penyebab bayi jarang menangis

Dalam perkembangan bayi, ada beberapa hal yang menyebabkan serta memperlihatkan kondisi bayi yang jarang menangis. Mulai dari sifat yang tenang hingga penyakit tertentu. Berikut adalah penjelasannya.

1. Memiliki sifat yang tenang

no caption
Bayi jarang menangis menunjukkan sifat yang tenang

Beberapa jam atau beberapa hari setelah melahirkan, biasanya orangtua sudah dapat melihat emosi bayi mereka.

Namun, pada kondisi bayi jarang menangis setelah lahir, bisa disebabkan karena ia memiliki sifat yang tenang.

Anda dapat mempelajari sifat bayi dengan melihat beberapa faktor, seperti:

  • Aktif dalam beraktivitas atau tidak?
  • Melakukan siklus makan dan tidur yang teratur atau tidak?
  • Ceria atau sering tidak berekspresi?
  • Suka marah atau tetap tenang?
  • Sensitif terhadap cahaya terang dan suara keras atau tidak?
  • Sering menangis atau jarang menangis?
  • Ketika menangis, mudah ditenangkan atau tidak?

Bayi yang tenang cenderung tidak aktif dan jarang menunjukkan ekspresinya seperti halnya menangis.

Jika memang sifat pembawaannya tenang, Anda tidak perlu khawatir karena setiap bayi memiliki sifat yang berbeda.

2. Sindrom down

no caption
Bayi jarang menangis bisa jadi pertanda down syndrome

Sindrom down atau down syndrome adalah suatu kondisi yang terjadi akibat kromosom abnormal. Terdapat kesalahan dalam pembelahan sel sehingga menghasilkan kromosom 21 yang lebih.

Sindrom down bisa memengaruhi pertumbuhan fisik, kemampuan kognitif, dan mendatangkan risiko lebih tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan.

Sindrom down bisa menyebabkan bayi jarang menangis dan sangat pendiam. Tanda-tanda ini biasanya berlangsung sejak lahir, dan bukanlah perilaku yang berubah. 

3. Hipotiroidisme bawaan

no caption
Kekurangan hormon tiroid sebabkan bayi jarang menangis

Hipotiroidisme bawaan atau hipotiroid kongenital adalah kekurangan hormon tiroid yang parah pada bayi yang baru lahir. Penyebabnya karena terjadinya masalah pada kelenjar tiroid bayi atau kurangnya yodium dalam tubuh ibu selama kehamilan.

Hormon tiroid sangatlah penting untuk otak, pertumbuhan, dan pengembangan sistem saraf yang sehat.

Hipotiroidisme bawaan dapat menyebabkan bayi jarang menangis. Selain itu, bisa juga menyebabkan gejala lainnya, seperti:

Lesu,

Nafsu makan yang buruk,

Pertumbuhan tulang abnormal,

Tidur berlebihan,

Kulit kering,

Gondok,

Suara serak,

Lidah besar, dan

Bengkak di sekitar pusar.

Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut pada bayi, akan lebih baik untuk memeriksakan bayi ke dokter.

4. Lesu akibat sakit

no caption
Lesu karena sakit dan infeksi membuat bayi jarang menangis

Memang, beberapa gejala penyakit yang dialami pada anak membuat bayi menangis.

Namun, saat bayi tampak diam tiba-tiba dan tidak menangis, ia justru sedang lesu dan terlalu lelah untuk menangis. Kemungkinan, ini merupakan pertanda infeksi pada bayi.

Jika bayi menjadi diam, terlalu banyak tidur, jarang menangis, bahkan tidak bangun dari tidur meski harus menyusu, segera bawa bayi ke dokter anak agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

5. Hipoglikemia

no caption
Bayi jarang menangis akibat kekurangan gula darah 

Hipoglikemia adalah kondisi bayi kekurangan gula darah. Biasanya, hal ini kerap dijumpai pada bayi baru lahir, terutama pada 1-2 hari setelah lahir.

Menurut riset yang diterbitkan jurnal Bioscience Reports, gejala umum yang bisa ditemukan pada hipoglikemia bayi baru lahir adalah jarang menangis.

Selain itu, tanda lainnya adalah otot lemah (hipotonia), tidak memberikan reaksi yang cukup, suhu tubuh rendah, pucat, berkeringat, napas berhenti mendadak selama tidur (sleep apnea), dan rewel.

6. Masalah pernapasan

no caption
Asfiksia neonatorum membuat bayi jarang menangis

Bayi tidak menangis saat lahir rupanya juga menjadi salah satu gejala dari masalah pernapasan pada bayi, yaitu asfiksia neonatorum. Tangisan menunjukkan bahwa paru-paru bayi sudah siap untuk bernapas.

Terlebih, bayi menangis juga membuat paru-paru berkontraksi. Hal ini membantu cairan yang menyumbat di saluran pernapasannya bisa dibuang.

Namun, jika bayi tidak menangis saat lahir, justru ia akan mengalami asfiksia neonatorum, yaitu gagal bernapas pada menit-menit pertama bayi baru lahir. 

Bahkan, riset yang dipublikasikan jurnal Pediatrics menemukan, bayi tidak menangis setelah melahirkan mampu memprediksi jika bayi tidak bernapas. Selain itu, bayi yang tidak bernapas setelah lahir justru tidak menunjukkan tanda-tanda menangis.

Cara mengatasi bayi jarang menangis

no caption
ASI agar bayi ekspresif dapat mengatasi bayi jarang menangis

Dalam mengatasi bayi jarang menangis, Anda tentu harus mengetahui dulu penyebabnya.

Bisa saja itu disebabkan oleh hal yang serius ataupun bukan. Agar mendapat jawaban yang pasti, konsultasi pada dokter sangatlah diperlukan.

Anda harus menceritakan kondisi bayi Anda sejelas mungkin pada dokter untuk menunjang diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter.

Di samping berkonsultasi pada dokter, Anda juga dapat merangsang bayi Anda agar lebih berekspresi dengan cara memberikan perawatan bayi berupa:

  • Sering memberi makan (ASI), sebaiknya Anda tidak menunggu bayi merasa lapar untuk memberinya ASI. Bayi sangat membutuhkan banyak ASI untuk pertumbuhannya. Selain itu, bayi yang kenyang juga bisa menjadi lebih ceria dan aktif.
  • Mengajak bermain, sangat penting bagi Anda untuk mengajak bayi bermain dan berbicara. Hal tersebut dapat meningkatkan saraf simpatik bayi sehingga ia bisa lebih aktif dan berekspresi. Ini juga membuat suasana hati bayi menjadi gembira.
  • Cukup tidur, pastikan bayi tidur dengan nyaman dan dengan waktu yang cukup. Kualitas tidur yang baik dapat membantu bayi lebih segar dan ceria. Anda dapat tidur di kamar bersama dengan bayi agar keamanan bayi lebih terjaga.

Catatan dari SehatQ

Bayi jarang menangis tentu bisa membuat Anda kebingungan dan khawatir. Hal ini bisa jadi akibat sifatnya yang tenang dan jarang menunjukkan ekspresinya.

Namun, tidak jarang, bayi tidak menangis justru merupakan gejala beberapa masalah tertentu, seperti kekurangan gula darah hingga masalah pernapasan.

Meski demikian, Anda tidak bisa langsung memutuskan diagnosisnya. Dokterlah yang harus mengecek penyebab bayi tidak menunjukkan tangisannya.

Untuk itu, jika orangtua ragu mengenai bayi jarang menangis normal atau tidak, segera konsultasikan dengan dokter anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Jika Anda ingin melengkapi keperluan bayi, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi menangismerawat bayibayi baru lahirtumbuh kembang bayiperkembangan bayibayi & menyusui

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved