Bayi Jarang Menangis, Ini Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Bayi jarang menangis terlihat tidak lazim. Ini adalah pertanda jika bayi memiliki sifat yang cukup tenang hingga adanya gejala gangguan tertentu, seperti kekurangan gula darah hingga down syndrome

(0)
18 Jul 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi jarang menangis karena sifatnya tenang hingga ada gangguan kesehatanBayi tidak menangis adalah pertanda bahwa sifat bayi yang tenang hingga gangguan kesehatan tertentu
Bayi jarang menangis mungkin terlihat aneh bagi beberapa orang. Terlebih, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi dengan orang di dekatnya.Namun, ada segelintir bayi yang justru jarang menangis. Kondisi ini bisa membuat Anda kebingungan. Tentunya, ada rasa khawatir memikirkan apa sebenarnya penyebab bayi mereka jarang menangis. Apakah bayi yang jarang menangis termasuk keadaan normal?

Bayi jarang menangis, normal atau tidak?

Bayi jarang menangis bisa jadi merupakan kondisi normal
Biasanya, bayi menangis karena berbagai alasan, seperti lapar, sakit, ingin bermain, merasa tidak nyaman, dan merasa terganggu. Namun, ada pula sebagian bayi yang jarang menangis, terutama pada 2 minggu pertama kelahirannya.Jika bayi jarang menangis, maka Anda tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut bisa saja merupakan hal yang normal. Hal ini dapat dipengaruhi oleh sifat dan temperamen bayi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, Anda jangan langsung menyimpulkan bahwa bayi Anda bermasalah karena jarang menangis.Berdasarkan riset yang terbit pada jurnal European Child & Adolescent Psychiatry, umumnya, bayi menangis selama 1-2 jam sehari. Namun, jika sudah mencapai 3 jam ke atas dalam sehari, tangisan bayi tersebut dapat dikatakan sebagai tangisan hebat.Untuk memastikan normal atau tidaknya kondisi bayi jarang menangis sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter. Sebab, jika kondisi jarang menangis yang terjadi pada bayi Anda merupakan suatu gejala penyakit, maka hal ini dapat membantu Anda mendeteksinya sedini mungkin.

Penyebab bayi jarang menangis

Kondisi bayi yang jarang menangis dapat disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari sifat yang tenang hingga penyakit tertentu.

1. Memiliki sifat yang tenang

Bayi jarang menangis menunjukkan sifat yang tenang
Beberapa jam atau beberapa hari setelah melahirkan, biasanya orang tua sudah dapat melihat emosi bayi mereka. Bayi jarang menangis bisa disebabkan karena bayi memiliki sifat yang tenang.Anda dapat mempelajari sifat bayi dengan melihat beberapa faktor, seperti:
  • Aktif dalam beraktivitas atau tidak?
  • Melakukan siklus makan dan tidur yang teratur atau tidak?
  • Ceria atau sering tidak berekspresi?
  • Suka marah atau tetap tenang?
  • Sensitif terhadap cahaya terang dan suara keras atau tidak?
  • Sering menangis atau jarang menangis?
  • Ketika menangis, mudah ditenangkan atau tidak?
Bayi yang tenang cenderung tidak aktif dan jarang menunjukkan ekspresinya seperti halnya menangis. Jika memang sifat bayi Anda pembawaannya tenang, maka Anda tidak perlu khawatir karena setiap bayi memiliki sifat yang berbeda.

2. Sindrom down

Bayi jarang menangis bisa jadi pertanda down syndrome
Sindrom down atau down syndrome merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat kromosom abnormal. Terdapat kesalahan dalam pembelahan sel sehingga menghasilkan kromosom 21 yang lebih.Sindrom down bisa memengaruhi pertumbuhan fisik, kemampuan kognitif, dan mendatangkan risiko lebih tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan.Sindrom down bisa menyebabkan bayi jarang menangis dan sangat pendiam. Tanda-tanda ini biasanya berlangsung sejak lahir, dan bukanlah perilaku yang berubah. 

3. Hipotiroidisme bawaan

Kekurangan hormon tiroid sebabkan bayi jarang menangis
Hipotiroidisme bawaan atau hipotiroid kongenital adalah kekurangan hormon tiroid yang parah pada bayi yang baru lahir.Kondisi ini disebabkan karena terjadinya masalah pada kelenjar tiroid bayi atau kurangnya yodium dalam tubuh ibu selama kehamilan. Hormon tiroid sangatlah penting untuk otak, pertumbuhan dan pengembangan sistem saraf yang sehat.Hipotiroidisme bawaan dapat menyebabkan bayi jarang menangis. Selain itu, bisa juga menyebabkan gejala lain, seperti lesu, nafsu makan yang buruk, pertumbuhan tulang abnormal, tidur berlebihan, kulit kering, gondok, suara serak, lidah besar, dan bengkak di sekitar pusar.Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut pada bayi, maka akan lebih baik jika Anda memeriksakan bayi Anda ke dokter untuk memastikan keadaannya.

4. Lesu akibat sakit

Lesu karena sakit dan infeksi membuat bayi jarang menangis
Memang, beberapa gejala penyakit yang dialami pada anak adalah bayi menangis. Namun, saat bayi tampak diam tiba-tiba dan tidak menangis, ia justru sedang lesu dan terlalu lelah untuk menangis. Ini justru merupakan pertanda infeksi pada bayi.Jika bayi menjadi diam, terlalu banyak tidur, jarang menangis, bahkan tidak bangun dari tidur meski harus menyusu, segera bawa bayi ke dokter anak agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

5. Hipoglikemia

Bayi jarang menangis akibat kekurangan gula darah 
Hipoglikemia merupakan kondisi bayi kekurangan gula darah. Biasanya, hal ini kerap dijumpai pada bayi baru lahir, terutama pada 1-2 hari setelah lahir. Menurut riset yang diterbitkan jurnal Bioscience Reports, gejala umum yang bisa ditemukan pada hipoglikemia bayi baru lahir adalah jarang menangis.Selain itu, tanda lainnya adalah otot lemah (hipotonia), tidak memberikan reaksi yang cukup, suhu tubuh rendah, pucat, berkeringat, napas berhenti mendadak selama tidur (sleep apnea), dan rewel.

6. Masalah pernapasan

Asfiksia neonatorum membuat bayi jarang menangis
Bayi tidak menangis saat lahir rupanya merupakan gejala dari masalah pernapasan pada bayi, yaitu asfiksia neonatorum. Tangisan menunjukkan bahwa paru-paru bayi sudah siap untuk bernapas.Terlebih, bayi menangis juga membuat paru-paru berkontraksi. Hal ini membantu cairan yang menyumbat di saluran pernapasannya bisa dibuang.Namun, jika bayi tidak menangis saat lahir, justru ia akan mengalami asfiksia neonatorum, yaitu gagal bernapas pada menit-menit pertama bayi baru lahir. Bahkan, riset yang dipublikasikan jurnal Pediatrics menemukan, bayi tidak menangis setelah melahirkan mampu memprediksi jika bayi tidak bernapas. Penelitian ini juga menemukan, bayi yang tidak bernapas setelah lahir justru tidak menunjukkan tanda-tanda menangis.

Cara mengatasi bayi jarang menangis

ASI agar bayi ekspresif dapat mengatasi bayi jarang menangis
Dalam mengatasi bayi jarang menangis, Anda tentu harus mengetahui dulu penyebabnya. Bisa saja itu disebabkan oleh hal yang serius ataupun bukan. Agar mendapat jawaban yang pasti, konsultasi pada dokter sangatlah diperlukan.Anda harus menceritakan kondisi bayi Anda sejelas mungkin pada dokter untuk menunjang diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter. Di samping berkonsultasi pada dokter, Anda juga dapat merangsang bayi Anda agar lebih berekspresi dengan cara memberikan perawatan bayi berupa:
  • Sering memberi makan (ASI), sebaiknya Anda tidak menunggu bayi merasa lapar untuk memberinya ASI. Bayi sangat membutuhkan banyak ASI untuk pertumbuhannya. Selain itu, bayi yang kenyang juga bisa menjadi lebih ceria dan aktif.
  • Mengajak bermain, sangat penting bagi Anda untuk mengajak bayi bermain dan berbicara. Hal tersebut dapat meningkatkan saraf simpatik bayi sehingga ia bisa lebih aktif dan berekspresi. Ini juga membuat suasana hati bayi menjadi gembira.
  • Cukup tidur, pastikan bayi tidur dengan nyaman dan dengan waktu yang cukup. Kualitas tidur yang baik dapat membantu bayi lebih segar dan ceria. Anda dapat tidur di kamar bersama dengan bayi agar keamanan bayi lebih terjaga.

Catatan dari SehatQ

Bayi jarang menangis tentu bisa membuat Anda kebingungan dan khawatir. Hal ini bisa jadi akibat sifatnya yang tenang dan jarang menunjukkan ekspresinya.Namun, tidak jarang, bayi tidak menangis justru merupakan gejala beberapa masalah tertentu, seperti kekurangan gula darah hingga masalah pernapasan.Meski demikian, Anda tidak bisa langsung memutuskan diagnosisnya. Dokterlah yang harus mengecek penyebab bayi tidak menunjukkan tangisannya.Untuk itu, jika Anda melihat bayi tidak menangis, segera konsultasikan dengan dokter anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin melengkapi keperluan bayi, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi menangismerawat bayibayi baru lahirtumbuh kembang bayiperkembangan bayi
NCT. https://www.nct.org.uk/baby-toddler/crying/how-much-crying-normal-for-baby
Diakses pada Juli 2019
Psych Central. https://psychcentral.com/lib/whats-your-babys-temperament/
Diakses pada Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/congenital-hypothyroidism#symptoms
Diakses pada Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/145554.php
Diakses pada Juli 2019
Health 24. https://www.health24.com/Parenting/Child/Baby/When-a-baby-is-unusually-quiet-20150209
Diakses pada Juli 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/101_5-ways-to-keep-your-newborn-happy-and-healthy_20000593.bc
Diakses pada Juli 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_how-to-raise-a-happy-baby-and-child-birth-to-12-mo_1490882.bc
Diakses pada Juli 2019
European Child & Adolescent Psychiatry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5323467/
Diakses pada 04 November 2020
Pediatrics. https://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/145/6/e20192719.full.pdf
Diakses pada 06 November 2020
Bioscience Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7070145/
Diakses pada 06 November 2020
Encyclopedia of Children's Health. http://www.healthofchildren.com/A/Asphyxia-Neonatorum.html
Diakses pada 06 November 2020
FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/your-babys-first-cry-what-does-it-signify/
Diakses pada 06 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait