Berbagai Penyebab Bayi Jarang Menangis yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Pemberian asi, sering mengajak bermain, dan tidur yang cukup dapat mengatasi bayi yang jarang menangis
Bayi menangis adalah pertanda bahwa bayi sedang lapar, sakit, ingin bermain, atau merasa terganggu.

Menangis merupakan aktivitas yang sering dilakukan bayi. Namun, ada segelintir bayi yang justru jarang menangis. Kondisi ini bisa membuat ibu kebingungan dan tentunya khawatir memikirkan apa sebenarnya penyebab bayi mereka jarang menangis. Apakah bayi yang jarang menangis termasuk keadaan normal?

Bayi jarang menangis, normal atau tidak?

Biasanya bayi sering menangis karena berbagai alasan, seperti lapar, sakit, ingin bermain, dan merasa terganggu. Namun, ada pula sebagian bayi yang jarang menangis terutama pada 2 minggu pertama kelahirannya.

Jika bayi Anda jarang menangis, maka Anda tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut bisa saja merupakan hal yang normal. Hal ini dapat dipengaruhi oleh sifat dan tempramen bayi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, Anda jangan langsung menyimpulkan bahwa bayi Anda bermasalah karena jarang menangis.

Untuk memastikan normal atau tidaknya kondisi bayi Anda yang jarang menangis sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter. Sebab, jika kondisi jarang menangis yang terjadi pada bayi Anda merupakan suatu gejala penyakit, maka hal ini dapat membantu Anda mendeteksinya sedini mungkin.

Penyebab bayi jarang menangis

Kondisi bayi yang jarang menangis dapat disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari sifat yang tenang hingga penyakit tertentu.

1. Memiliki sifat yang tenang

Beberapa jam atau beberapa hari setelah melahirkan, biasanya orangtua sudah dapat melihat emosi bayi mereka. Bayi yang jarang menangis bisa disebabkan karena bayi memiliki sifat yang tenang.

Anda dapat mempelajari sifat bayi dengan melihat beberapa faktor, seperti:

  • Aktif dalam beraktivitas atau tidak?
  • Melakukan siklus makan dan tidur yang teratur atau tidak?
  • Ceria atau sering tidak berekspresi?
  • Suka marah atau tetap tenang?
  • Sensitif terhadap cahaya terang dan suara keras atau tidak?
  • Sering menangis atau jarang menangis?
  • Ketika menangis, mudah ditenangkan atau tidak?

Bayi yang tenang, cenderung tidak aktif dan jarang menunjukkan ekspresinya seperti halnya menangis. Jika memang sifat bayi Anda pembawaannya tenang, maka Anda tidak perlu khawatir karena setiap bayi memiliki sifat yang berbeda.

2. Sindrom down

Sindrom down atau down syndrome merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat kromosom abnormal, di mana terdapat kesalahan dalam pembelahan sel sehingga menghasilkan kromosom 21 yang lebih. Sindrom down bisa memengaruhi pertumbuhan fisik, kemampuan kognitif, dan mendatangkan risiko lebih tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan.

Sindrom down bisa menyebabkan bayi jarang menangis dan sangat pendiam. Tanda-tanda ini biasanya berlangsung sejak lahir, dan bukanlah perilaku yang berubah. Sebab, jika awalnya bayi aktif dan sering menangis, namun menjadi lesu dan jarang menangis maka hal tersebut dapat disebabkan oleh infeksi, dehidrasi maupun penyakit kuning. Jika itu terjadi pada bayi Anda, maka Anda harus waspada dan segera membawanya ke dokter.

3. Hipotiroidisme bawaan

Hipotiroidisme bawaan adalah kurangnya hormon tiroid yang parah pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini disebabkan karena terjadinya masalah pada kelenjar tiroid bayi atau kurangnya yodium dalam tubuh ibu selama kehamilan. Hormon tiroid sangatlah penting untuk otak, pertumbuhan dan pengembangan sistem saraf yang sehat.

Hipotiroidisme bawaan dapat menyebabkan bayi jarang menangis. Selain itu, bisa juga menyebabkan gejala lain, seperti lesu, nafsu makan yang buruk, pertumbuhan tulang abnormal, tidur berlebihan, kulit kering, gondok, suara serak, lidah besar, dan bengkak di sekitar pusar. Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut pada bayi, maka akan lebih baik jika Anda memeriksakan bayi Anda ke dokter untuk memastikan keadaannya.

Cara mengatasi bayi jarang menangis

Dalam mengatasi bayi jarang menangis, Anda tentu harus mengetahui dulu penyebabnya. Bisa saja itu disebabkan oleh hal yang serius ataupun bukan. Agar mendapat jawaban yang pasti, konsultasi pada dokter sangatlah diperlukan.

Anda harus menceritakan kondisi bayi Anda sejelas mungkin pada dokter untuk menunjang diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter. Di samping berkonsultasi pada dokter, Anda juga dapat merangsang bayi Anda agar lebih berekspresi dengan cara:

  • Sering memberi makan (ASI): Sebaiknya Anda tidak menunggu bayi lapar untuk memberinya ASI karena bayi sangat membutuhkan banyak ASI untuk pertumbuhannya. Selain itu, bayi yang kenyang juga bisa menjadi lebih ceria dan aktif.
  • Mengajak bermain: Sangat penting bagi Anda untuk mengajak bayi bermain dan berbicara karena hal tersebut dapat meningkatkan saraf simpatik bayi sehingga ia bisa lebih aktif dan berekspresi. Hal tersebut juga dapat membuat suasana hati bayi menjadi gembira.
  • Cukup tidur: Pastikan bayi Anda tidur dengan nyaman dan dengan waktu yang cukup. Kualitas tidur yang baik dapat membantu bayi lebih segar dan ceria. Anda dapat tidur di kamar bersama dengan bayi agar keamanan bayi lebih terjaga.

Bayi jarang menangis tentu bisa membuat Anda kebingungan dan khawatir. Namun, Anda jangan menyimpulkan penyebabnya sendiri karena itu merupakan suatu hal yang keliru. Seperti yang telah dijelaskan, penting bagi Anda untuk berkonsultasi pada dokter spesialis anak.

NCT. https://www.nct.org.uk/baby-toddler/crying/how-much-crying-normal-for-baby
Diakses pada Juli 2019

Psych Central. https://psychcentral.com/lib/whats-your-babys-temperament/
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/congenital-hypothyroidism#symptoms
Diakses pada Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/145554.php
Diakses pada Juli 2019

Health 24. https://www.health24.com/Parenting/Child/Baby/When-a-baby-is-unusually-quiet-20150209
Diakses pada Juli 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/101_5-ways-to-keep-your-newborn-happy-and-healthy_20000593.bc
Diakses pada Juli 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_how-to-raise-a-happy-baby-and-child-birth-to-12-mo_1490882.bc
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed